Saat perjalanan pulang bersama Ash, Ara melihat anak kecil makan ice cream ditemani mamanya. Dan mereka sangat bahagia.
Jangan tanya kenapa Ara bisa pulang ke rumah sendiri. Karena Ara memaksa Bryan untuk mengijinkan dia pulang ke rumah bersama Ash.
Janji Bryan yang katanya akan menemani Ara ke makam belum juga ditepati.
"Nona, bagaimana jika nanti saja kita ke makam nyonya?"
"Ara kangen mama kak, Ara pengen ketemu sekarang"
"Tapi di luar hujan nona, saya tidak mau mengambil resiko jika...."
"Tolong Ara kali ini aja, Ara ga minta apa apa lagi. Ara cuman pengen ketemu mama"
Ara terisak pelan. Entah kenapa rasa rindunya tidak dapat ditahan lagi. Sudah terlalu lama dia tak mengunjungi makam mamanya.
Ash yang juga tidak tega akhirnya pasrah menuruti keinginan nona kecil Miller.
"Ara pengen sendiri kak disini"
Ash tidak bisa membantah lagi. Dia mengetahui persis bagaimana rasanya ditinggalkan orang yang paling disayangi melibihi tubuhnya sendiri.
"Tapi nona, tolong pakai payung ini"
Ara mengangguk. Kemudian pergi.
Aku kangen mama. Mama kangen aku juga kan? Maaf ya ma, Ara udah lama banget ga kesini. Kemaren mau kesini tapi kata papa gaboleh hehe. Mama gimana disana pasti bahagia kan?
Oh iya, nanti kapan kapan Ara kenalin Dev ke mama. Dev orangnya baik ma, kadang dia emang cuek tapi perhatian. Kadang juga cemburu ga jelas. Masa Dev cemburu sama Ian? Kan ga banget haha
Maafin Ara ya m, harusnya saat kejadian itu Ara bisa nyelamatin mama. Harusnya Ara ga biarin mama nyelamatin Ara. Ha.. Harusnya... A....ara
Ara sudah tidak kuat lagi menahan tangisnya.
Maafin Ara ya ma, Ara malah ngelanggar janji Ara lagi. Harusnya Ara kuat tapi Ara gabisa. Lain kali deh Ara janji akan kuat untuk mama. Maaf Ara gabisa lama lama disini. Soalnya papa suka cerewet apalagi Ian. Ara pulang dulu ya ma, semoga kita bisa ketemu lagi.
Ara berdiri entah kenapa dia bisa lupa bahwa dia dari tadi bawa payung.
Saat berbalik Ara terkejut. Dia melihat kak Leo ada dibelakangnya. Ara tersenyum dan langsung memeluk kak Leo.
"Ara kangen kakak"
Leo sebenarnya sudah ada sejak tadi. Tapi dia tidak mau mengganggu Ara. Dia ditelfon langsung oleh Ash. Tadinya Leo akan memarahi Ash karena membawa Ara ke makam disaat hujan lebat.
"Ayo pulang, kamu kok ujan ujanan sih?"
Ara hanya tersenyum ke arah Leo. Dan Leo membawa Ara ke mobil.
"By pake jaketnya dulu ini, nanti kamu sakit"
Ara menurut pada Leo.
"Kamu harusnya jangan ujan ujanan by, nanti kamu sakit. Kakak kangen banget sama adik kecil kakak, tapi pas ketemu malah sakit"
"Ara gapapa kok kak, buktinya Ara Hachu... Hachu"
"Tuhkan kamu udah bersin bersin. Ayo Ash, cepetan kita ke rumah sakit aja"
"Ara gamau ke rumah sakit"
"Gabisa by, nanti lama lama kamu demam"
"Ara gamau, Ara pengennya pulang"
Akhirnya setelah lama berdebat, Leo mengalah.
Ara tertidur dalam dekapan Leo.
"Baby, ayo bangun dulu"
Ara menggeliat.
"Ayo makan dulu by, abis itu minum obat terus istirahat"
Meskipun rasanya agak pahit tapi Leo memaksa Ara agar cepat sembuh.
"Kakak ga bilang ke Ian, papa atau Dev kan?"
"Belom by, nanti kakak kasih tau. Dev pasti tau sendiri ko"
Ara menghela nafas. Tiba tiba ada suara orang berlarian keatas.
"By, kamu gapapa kan?!"
Dev terlihat sangat acak acakan. Nafasnya terengah engah. Matanya memancarkan kekhawatiran.
"Kakak keluar dulu ya by, Dev tolong suapin Ara lagi"
Ara sedih melihat Leo pergi. Tapi Leo sepertinya tidak peka.
"Kamu kenapa ujan ujanan by?"
Ara terdiam dan malah menangis.
"Loh loh kamu kenapa nangis by?"
Ara menggeleng.
"Kak Leo?"
Ara mengangguk.
"Aku nanti bakal ngomong ke kak Leo. Sekarang makan dulu ya"
Ara mengangguk.
"Le, lu seharusnya ga kaya gitu tadi!"
"Gausah ikut campur!"
"Gue gaakan ikut campur kalo lo ga bikin Ara nangis!"
Leo tertegun. Bukan, bukan ini maksud Leo. Leo hanya belum bisa melihat Ara bersama orang lain. Leo hanya takut Aranya akan tersakiti. Leo hanya takut Ara akan meninggalkan Leo seperti Acha meninggalkannya.
"Gue janji gaakan bikin Ara sedih, gue bakal berusaha bikin Ara terus bahagia. Dan gue harap lo bisa percaya sama omongan gue"
Leo menghela nafas. Dia belum tahu apa yang harus dilakukan sekarang.
"Gue tau lo sayang banget sama Ara. Ara juga sayang sama lo. Dia kemaren minta putus dari gue. Gue gabisa, gue udah sayang dan cinta banget sama Ara. Gue akan terus berusaha bikin lo dan Ian percaya sama gue."
Leo beranjak dari duduknya.
"Ok, tapi lo harus janji sama gue lo ga bakal nyakitin Ara sedikitpun. Lo tahu konsekuensinya kan?"
Dev mengangguk dan Leo melangkah pergi dari sana.
Leo masuk ke kamar Ara dengan hati hati, takut untuk membangunkan Ara. Tapi ternyata Ara sedang menangis.
"Baby, maafin kakak ya"
Ara melihat siapa yang ada didepannya sekarang.
Ara menggeleng.
"Ini... Ini.. Bukan salah kakak ko"
"Sstt.. Udah ya sekarang kamu tidur lagi. Kamu lagi demam by. Harus banyak istirahat"
Ara menggeleng lagi.
"Yaudah kakak bakal nemenin kamu tidur, ayo"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.