Hari ini semua orang sangat sibuk bahkan sampai malampun masih banyak orang yang mondar mandir dari pintu masuk ke halaman belakang. Karena besok akan ada acara di rumah Miller's family.
"Yan, ko rame banget sih? Padahal kan ga ngundang orang banyak"
"Papa always gives us the best things right?"
"Yeah, btw papa sama kak Leo ko belom pulang?"
"mereka ada di Paris kak"
"Loh mer..."
"Mereka lagi ngurusin sesuatu kak"
Ara tidak ingin bertanya lagi. Dia hanya ingin menghabiskan waktunya sebelum besok.
"Yan"
Ian langsung memeluk Ara. Dia tau apa yang diinginkan kakak nya saat ini.
"Kakak sayang banget sama Ian, Ian sayang juga ga sama kakak?"
Ara mendongak melihat Ian.
"of course I love you too, how can i'm not loving you?"
Ara hanya tertawa dan kembali mempererat pelukannya.
"Kakak ngantuk pengen tidur Yan, tapi gendong ya?"
Ian mengangguk. Sudah lama kakaknya ini tidak meminta hal hal seperti ini.
"Yan, tidur bareng kakak aja ya, please.."
Ian menuruti keinginan kakaknya lagi. Ian tau pasti kakaknya sedang merundukan mama.
"Yan, ian pengen hadiah apa dari kakak?"
"Ian ga pengen apa apa kak"
"Ih beneran Yan, Ian pengen apa?"
"Ian cuman pengen papa, kak Ara, bang Leo sehat terus sampe kita tua nanti"
Ara hanya terdiam. Melihat ke arah Ian.
"kakak boleh ga minta sesuatu dari Ian?"
"Emang kakak pengen apa?"
"Kakak pengen kamu, papa dan kak Leo terus bahagia. Terutama kamu, kakak pengen kamu bahagia. Kakak ga pengen kamu sedih. Dan satu lagi kakak pengen kamu dapet pacar biar ga nempel nempel terus sama kakak, hehehe"
"Siapasih yang minta Ian disini? Siapasih yang nempel terus dari tadi?"
"Hehe, nanti Ian kalo punya pacar harus yang cantik hatinya ya, jangan cuman mukanya aja ya. Oh iya terus pacar kamu nanti...."
"shhh.. Udah ah katanya kakak mau tidur? Udah ya, good night kakak"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ian memotong lagi ucapan Ara. Ian masih belum mau memikirkan apa yang diinginkan Ara. Ian hanya ingin semuanya terus berjalan seperti ini.
Matahari mulai muncul. Tapi kakak beradik itu masih merasa nyaman di atas kasur.
"hmm.. Kak tutup lagi gorden nya, silau"
Tidak membuka mata sama sekali, dan terus membenamkan dirinya di selimut dan terus memeluk Ara.
"Ian jangan bercanda, ini kakak peluk kamu. Kakak juga silau nih!"
Ara juga, masih belum sadar.
Tiba tiba mata mereka berdua membuka mata dan bangun dari kasur.
"SUPRISE!!"
Ara dan Ian sama sama terkejut. Mereka fikir tidak akan ada suprise.
"Happy birthday son, Happy birthday baby girl"
"Happy birthday bro, and you too by"
Bryan dan Leo tersenyum kepada keduanya. Ara dan Ian yang melihatnya juga tersenyum tapi setelah itu Ian protes.
"Kalo ada yang ulang tahun tuh dikasih kue pa, bang. Lah ini?!"
Bryan menepuk jidatnya. Padahal tadi dia sudah membelinya. Tapi karena tidak kuat ingin melihat mereka berdua jadilah ia lupa pada kue itu.
Ara dan Leo tertawa sangat keras.
"Papa lupa, ayo kita tiup lilin!!"
"Ian..."
Ian menjongkokan badannya lalu Ara naik ke punggung Ian.
Bryanmiller's instagram
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bryanmiller Happy birthday to my son @ianmiller_ and to my baby girl @avelsyam . Thanks god for sending me 2 babies that always makes me happy❤
Ianmiller_ Pa lain kali jangan lupa lagi kuenya ya... Avelsyam i always love you papa, sekarang dan selamanya😘😭 Leorivadle happy birthday bro, semoga lu bisa ngalah kalo gue pengen sama Ara! Dan for my forever baby girl, i love you. You know how much i love you right? Ianmiller_ GA! Avelsyam love you too ka😘😭 Devgreys Happy Birthday my dear❤ check your message or i will come to you
"Oh come on! Who the hell is Vino for you kak?"
Ara juga sangat shock, seharian kemarin dia lupa untuk mengecek hpnya sendiri. Dan sekarang dia lupa dimana terakhir kali dia melihat hpnya.
Leo dan Ian terus menatap Ara dengan tajam dan meminta jawaban dengan segera.