Tangan kecil itu terus meraba raba wajah Ara.
"Sayang, jangan diganggu dong aunty nya"
Ara mengerjapkan matanya.
"Ara, ayo makan dulu. Mau kakak suapin?"
Ara menggeleng.
"Maaf ya kak, Ara ngerepotin kakak terus"
"Udah gapapa, kakak juga pernah ada di posisi kamu"
Cerita antara Ara dan Sandra terus mengalir. Menceritakan bagaimana Sandra bertemu dengan Aladri dan akhirnya mempunyai Keenan. Dan cerita dimana dia diculik gara gara masalalu Sandra.
"Keenan mau?"
Keenan, anak kecil yang lucu itu mengangguk. Akhirnya Ara juga menyuapi Keenan.
"Tumben loh Ra, biasanya keenan susah untuk beradaptasi sama orang lain. Sama mba yang kemaren aja butuh 3 bulan buat deket"
"Keenan suka sama aunty Ara?"
"Aunty nginep di rumah keenan kan?"
"Keenan, aunty nya harus pulang. Papanya nungguin sayang"
Keenan menggeleng keras.
"Keenan mau main sama aunty mommy!!, gamau sama yang lain!!"
"Iya, sekarang keenan main sama aunty, tapi nanti aunty harus pulang dulu"
Sandra mengusap kepala keenan yang mulai menangis.
"Hiks... Gamau.... Gamauu"
"Keenan, dengerin aunty ya, Kita nanti main tapi papa aunty kangen sama aunty. Sama kaya daddy keenan, daddy keenan pasti sekarang nunggu Keenan pulang. Makannya aunty harus pulang. Aunty janji nanti aunty pasti main sama keenan"
"Aunty janji kan??"
"Iya sayang, aunty janji"
Jari kelingking Keenan dan Ara bersatu. Sandra menatap mereka dengan senyuman. Sandra membayangkan andai dia mempunyai adik perempuan.
"Yaudah Keenan sekarang mau main apa?"
"Keenan mau bobo aja aunty, tapi mau di puk puk mommy terus aunty disini aja ya jangan kemana mana"
"Ayo ayo sini sayang nya mommy"
Ara tidak bisa tidur.
"Kamu tunggu Keenan disini ya, kakak mau beres beres dulu sekalian mau cari cara biar kamu ga ketemu sama orang orang itu lagi. Oh iya bentar lagi kita nyampe di pelabuhan."
Takut. Ara takut akan bertemu kedua orang tadi. Tapi ara percaya jika Sandra akan menyelematkannya.
Beberapa menit telah berlalu, kini Sandra membawa baju dan membawa tas di sisinya.
"Ara, kamu ganti baju dulu ya. Nanti kakak bakal nutupin lebam di wajah kamu biara orang itu gakenal kamu"
Ara mengangguk dan pergi untuk mengganti bajunya.
"Tenang aja, papa kamu pasti akan jemput. Jadi kamu tunggu di rumah kakak ya"
Ara memeluk Sandra erat disertai isakan kecil.
"Makasih kak, maaf Ara ngerepotin kakak terus"
"Udah jangan nangis dong, nanti make upnya luntur"
"Tuhan, terimakasih... Terimakasih telah mengirim seseorang yang baik seperti kak Sandra"
Rencana dimulai, dari Ara, Sandra, Kean yang pergi menggunakan jalur khusus untuk ke mobil banyak orang yang mulai mencari kedua orang itu dan banyak orang orang berseragam hitam diluar yang sudah membiarkan mobil mereka keluar terlebih dahulu dan melakukan pengecekan yang sangat teliti.
Hingga mereka telah tiba di kediaman Sandra. Aladri yang sedari tadi cemas akan istri dan anaknya, akhirnya bisa tersenyum melihat siapa yang datang.
"Are you ok honey?"
Mereka berpelukan sampai sampai melupakan Keenan yang sudah cemberut.
"DADDY!!! KEENAN JUGA KANGEN DADDY KO MOMMY DOANG YANG DIPELUK!!"
Akhirnya Aladri menggendong anaknya dan tertawa.
"uuu, anak daddy ko jadi manja gini sii"
Keenan cemberut, akhirnya Aladri melihat ke arah Ara.
"Sekarang Keenan ke kamar dulu ya, daddy udah siapin banyak hadiah lohh"
Keenan langsung minta turun saat itu juga. Dia pergi terbirit birit karena penasaran dengan hadiah hadiah itu.
"Al, jangan menatap Ara seperti itu! Dia kan jadi takut!"
Ya, tatapan tajam Aladri lah yang membuat Ara menunduk.
"Maaf Ara, tatapan saya sejak dulu seperti itu. Kamu gapapakan?"
Ara mengangguk. Tapi masih enggan untuk menatap Aladri.
"Gapapa Ara, kamu bisa anggap saya kakak kamu juga. Panggil saya Ka Adri. Sekarang kamu istirahat, papa kamu sebentar lagi datang"
Aladri mengusap kepala Ara pelan. Ara mendongak manatap Aladri yang menunduk ke arahnya.
"Makasih kak, maaf saya merepotkan kakak dan kak Sandra"
Aladri terkekeh. Apakah Ara takut dengannya?.
"Ara, kakak kan kakak kamu juga. Jangan takut sama kakak ya"
Senyuman Aladri terbit. Dari dulu, Aladri menginginkan adik perempuan sama dengan Sandra. Aladri dan Sandra hanya mempunyanyi kakak dan itupun laki laki.
Aladri pergi, mungkin dia ke kamar Keenan.
"Kamu dengerkan? Sekarang kamu itu adik nya kakak. Jadi kamu jangan sungkan. Sekarang kakak anter kamu ke kamar"
Kamar itu tak kalah luas dari kamar Ara.
"Kamu berani ga tidur sendiri? Atau mau kakak temenin?"
Ara menggeleng dan tersenyum manis.
"Ara gaakan takut kali ini kak"
Ara memeluk Sandra.
"Makasih.. Makasih.. Ara.. Ara sayang kakak"
"Kakak juga sayang sama Ara.. Sekarang tidur ya"
Ara diselimuti, dan dicium keningnya.
Aku rindu papa, Ian, kak Leo... Aku juga rindu Dev..
Akhirnya ara tertidur dengan tangisan di wajahnya.
