Part 29 (Plan!)

3.2K 197 6
                                        

Hari ini adalah hari minggu, Ara dan Ian sedang berenang. Bryan sedang sarapan di dekat kolam renang.

Oh iya, Bryan sudah pulang 3 hari yang lalu. Dan untuk Dev? Dev sudah berbaikan dengan Ara. Sebenernya ga ada yang musuhan. Tapi setelah Dev ga bales chat dari Ara, malah Dev sendiri yang sedih karena setelah itu Ara ga ngangkat telfon dari Dev bahkan hampir mau nge-block.

Dan untuk Leo? Leo hari ini pulang ke rumah orang tuanya. Dipaksa Ara karena Ara sedih karena mendengar

"Ian, Ara ayo sarapan dulu sini"

Ara yang mendengar papanya langsung akan naik. Tapi lagi lagi Ian membuatnya jatuh lagi ke kolam renang.

"Ian!!!"

Semua orang disana terlihat sangat senang.

"Baby beberapa hari lagi kamu ulang tahun. Kamu mau apa dari papa?, oh iya, Ian mau apa dari papa?"

"Ian mau motor baru pa"

Ian sangat bersemangat akan hal ini. Akhirnya hari yang ditunggu tunggunya tiba. Sebenernya Ian udah nunggu lama karena papa nya belum menawarkan apapun untuk ulang tahun kali ini.

"Kamu mau apa baby, oh atau mau dirayain?"

"Aku gamau dirayain papa, aku udah gede. Aku cuman mau kita bertiga makan bareng, terus malemnya aku bakal ngajak kak Leo sekeluarga sama Alea juga sama temen temen Ian pa, boleh ya pa?? Pleasee??"

"Kamu masih 19 mau ke 20 loh baby. Ian juga masih 17 mau ke 18. Gimana mau dirayain?"

Ara dan Ian kompak menggeleng. Lagian siapa yang mau merayakan ulang tahun di umur yang mulai dewasa!?.

Dan jika kalian bingung kenapa Ara masih 19 tahun karena Ara masuk Sd pas dia belum genap 6 tahun dan akselerasi di kelas 2 dan 4 lalu dikelas 7 dan 10. Dan dia menyelesaikan S1 kurang dari 4 tahun.

Yup Ara emang pinter banget. Sebenernya Ian juga. Tapi Ian lebih memilih untuk merasakan masa mudanya. Kata Ian sih gitu.

Bryan tersenyum kecil. Anaknya yang satu ini tidak pernah meminta banyak hal darinya. Padahal jika ia meminta apapun pasti akan dikabulkan Bryan.

"Kamu ga minta apa apa sayang?"

Bryan mengelus kepala Ara pelan.

"Loh itukan permintaan aku pa"

"Maksud papa permintaan kaya mobil baru, sepatu, tas yang kaya gitu sayang"

"Ara gamau apa apa pa, Ara cuman mau papa, Ian, dan kak Leo selalu disamping Ara. Dan buat kenangan seindah mungkin"

"Loh emang dari dulu kenangannya ga indah kak?"

"Kenangan dulu emang indah meskipun ga semuanya. Tapi kan kakak pengen kenangan yang indah lagi biar kakak bisa inget dan bakal diinget terus"

"Kak! Aku gak suka kakak ngomong kaya gitu!"

"Udah udah, nanti papa siapin ya sayang. Oh iya ga sekalian ajakin Vino sama keluarganya?"

Bryan menaik turunkan alisnya. Menggoda Ara yang sudah terlihat gugup.

"Papa ngapain ngundang bang Vino?"

"Tanya aja sama kakak kamu"

Ara yang terus terusan ditanya malah kabur dan terus dikejar oleh Ian.

Kalian tau apa yang Ara bingungkan? Kalian masih ingetkan waktu Dev tiba tiba marah gara gara Fian? Dan waktu itu juga Dev bilang bahwa Ara adalah miliknya. Dan Dev bilang kalo ada yang nanya bilang aja pacarnya Mr. Greyson. Tapikan Ara tidak pernah ditembak sama sekali.

Hmm mungkin Ara harus berkonsultasi kepada Alea. Ngomong ngomong soal Alea. Dia yang marah karena Ara pulang ke Indonesia tapi sama sekali ga ngabarin dan ternyata Alea ada di Italy untuk waktu yang lama. Harusnya aku yang marah ke Alea!.

My Protective FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang