24 Oktober, yap hari ini adalah hari ulang tahun papa. Aku dan Ian telah menyiapkan semuanya, dari mulai dekorasi tempat, kue, reservasi dan segalanya yang telah disiapkan sangat matang. Aku mereservasi restoran ini hanya untuk papa, Ian dan aku.
"Ya ampun, kalian berdua yang nyiapin ini?" "Iyadong pa, kan ini hari spesial jadi Udah direncanain sama Ian!" "Ih apaan, orang kaka yang ngerencanain semuanya"
Papa merangkul aku dan Ian. "Sudah sudah, Papa sangat bersyukur karena kalian masih mengingat hari lahir papa dan memberi kejutan yang sangat spesial ini"
Semua berjalan lancar hingga puncak acara, yaitu penampilan khusus dari aku dan juga Ian.
"check..check okay i'm Ian, i'm the most handsome in my family after my dad ofcourse, i'm stand here for give the wishes for my dad, I wish that you'll always healthy even you're getting older and I wish that you'll be with me until I can't breathe, and thanks for giving me an awesome memories even mom can't be with us, you're the best dad in the world"
Papa tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Ian, kini giliranku.
"Ara adalah anak paling beruntung di dunia, Ara punya papa yang selalu sayang sama Ara, yang selalu ngasih family time meskipun papa sibuk, yang selalu rawat Ara kalo Ara lagi sakit, yang selalu nyari Ara kalo Ara lupa ijin ke papa, yang selalu ada disamping Ara kalo Ara keinget masa lalu.
Dan Ara punya mama yang Ara selalu sayang, dan Ara ga bisa jelasin... Yang paling Ara tahu adalah mama sayang Ara dan Ara sayang mama.
Dan Ara punya Ian yang meskipun Ian aga lebay dalam semua hal yang berkaitan dengan Ara tapi Ara sayang Ian.
Dan, Makasih buat papa udah bikin hidup Ara bahagia sampai saat ini, maaf kalo Ara masih belum bisa bikin papa bahagia, Ara berdoa semoga Ara bisa nemenin papa meski Ara ga tau mampu atau engga, Ara alwasy love papa, and happy birthday pa"
Aku langsung meluk papa, dan entah kenapa aku tiba tiba menangis. "Happy Birthday Pa, Ara sayang papa" "Thanks baby girl, kamu adalah hidup papa dan Ian, kamu harus janji kalo kamu bakal nemenin papa sampe papa tua nanti"
Aku bingung.... Otak ini ingin berjanji tapi hati ini tidak. Aku terus terdiam. "Baby girl, are you ok?" "I'm ok pa"
"Duh dunia tuh serasa milik berdua ya hmm.."
Aku langsung melepaskan pelukan papa dan melihat Ian yang sedang cemberut karena dari tadi aku dan papa mengacuhkannya.
avelsyam's instagram
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
avelsyam happy birthday papa, luv u❤ Turn off commenting