Part 27 (Fian)

3.7K 194 17
                                        

"Hey baby, wake up. Kamu belom makan malem loh"

"mmm"
Padahal Ara sedang tidak mood untuk bangun.

"Ayo dong by makan, nanti kamu sakit"

"Kak, aku engga mau diganggu. Aku mau tidur"

"Please baby... bangun"

Ara terpaksa bangun.

"Aku ga mood makan, aku mau tidur"

"Kamu mau bikin papa khawatir?"

Ara teringat akan Bryan yang masih ada di London.

"Ko kamu nangis by??"

Ara menggeleng dan mencari tempat ternyaman di pelukan Leo.

"Ssshh.. Kamu kenapa sih by? Ada yang ganggu kamu hah? Bilang sama kakak, bilang"

Ara hanya bisa menggeleng lagi. Ara sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi seseorang yang kuat.

"Yaudah kalo kamu belum mau cerita, mending sekarang pergi ke supermarket yu"

Leo tidak tega untuk memaksa Ara bercerita. Karena Leo tau Ara sedih karena papanya pergi ke London.

"Loh? Emang aku boleh ke luar rumah? Bukannya..."

"Mau atau engga?"

Ara mengangguk dengan semangat dan cara itu ternyata bisa membuat Ara tersenyum kembali.

"Yaudah kakak tunggu di bawah sama Ian"

Ara segera memakai sepatunya tanpa mengganti pakaiannya terlebih dulu.

Ian dan Leo sama sama berada di samping Ara. Mereka berdua sempat berdebat karena tidak ada yang mau menjadi supir. Akhirnya Ara menyuruh pengawalnya untuk menjadi supir.

"Yan, ko banyak banget sih yang ikutnya!?"

"Ian lagi ga nerima protes ka, Ian lagi pengen peluk kaka aja"

Ara hanya menghela nafasnya. Dia fikir hanya akan keluar ber tiga ternyata diluar perkiraannya.

"Ayo sekarang mau beli apa lagi?"

"Aku pengen beli ice cream kak"

Akhirnya aku memilih milih ice cream. Karena terlalu bingung kak Leo pergi untuk membeli daging. Dan aku disini bersama Ian.

"Ara.."

"Loh, Fian?"

Sudah sejak lama Ara tidak melihat Fian. Ini pertama kalinya Ara bertemu Fian kembali setelah kejadian itu.

Flashback on

"Kak, temenin aku ke cafe yang deket lapang basket itu loh"

"ohh bentar ya, kakak bawa sepatu dulu"

Setelah beberapa menit. Ara dan Ian langsung masuk ke cafe dan ke lantai atas.

"Loh kak kenapa berhenti?"

"Engga Yan gapapa, mending kita dibawah aja ya"

"Apasih yang disembunyiin sama kakak?"

Ian yang waktu itu tau kalo Fian adalah pacar Ara mengepalkan tangannya.

"Fian anjing! Berani beraninya lo nyakitin kakak gue! Anjing lo dasar!"

Fian yang terus menerus mendapat bogeman dari Ian membela diri.

"Ini ga kaya yang lo liat Yan!"

My Protective FamilyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang