31. Mendadak ke Melbourne

581 44 0
                                        

Mami  : La, Besok pagi kamu langsung berangkat ke Melbourne ya! Ada pertemuan keluarga dan ini penting. Jangan coba coba untuk ga dateng!

Kira-Kira pesan tersebutlah yang membuat Biola malam malam begini harus packing untuk berangkat ke Melbourne besok. Baru pertama kali keluarganya membuat pertemuan keluarga secara mendadak begini. Dan biasanya Biola sangat jarang sekali datang karena males dan sibuk.

Biola tidak memberikan kabar tentang hal ini kepada Gitar, mereka sempat bertemu kemarin dan menghabiskan waktu bersama layaknya sepasang kekasih. Dan beberapa hari ini Sierra selalu mengikuti kemanapun Gitar pergi dan hal itu membuat Biola jengkel setengah mati. Namun ia memcoba untuk tetap tidak memperdulikannya. Karena ia ingin tidak ingin ribut dengan Gitar.

Biola juga tidak akan masuk sekolah beberapa hari kedepan karena ia tahu bahwa eyangnya akan memintanya menginap untuk seminggu depan. Dan untungnya mami sudah menyiapkan surat izin untuk dirinya.

Setelah semua sudah siap Biola pun langsung bergegas untuk tidur dan mematikan lampu tidurnya karena ia harus bangun pagi karena pesawat penerbangannya pagi pagi sekali.

🎻🎻🎻

Kini Biola telah sampai di Banda udara Tullamarine, Melbourne, Australia. Biola membawa kopernya untuk mencari sopir suruhan maminya untuk menjemputnya.

Setelah menemuka sopir suruhan maminya Biola pun melanjutkan perjalanannya untuk kerumahnya dan beristirahat. Dan ia sanggat tidak sabar untuk bertemua kedua kakaknya.

"Gimana ya kabarnya kak Rea sama kak Piano?" Gumam biola sambil melihat kota melbourne yang begiu indah.

Biola sedari tadi terus menerus mengecek ponselnya berharap bahwa Gitar menanyakan kabarnya, namun tidak satu pesan pun atau panggilan dari Gitar. Biola pun menghela nafasnya.

"Harus posthink La! Kamu harus percaya sama Gitar!" Biola pun menyemangati dirinya dan tersenyum.

🎸🎸🎸

"Eh Tar, Sierra beneran udah pindah kesini? Gue kemarin liat tuh anak di kelasnya Biola." Ucap Fizal sambil mendribbel bola basket.

"Iya, dia disini." Jawab Gitar yang mencoba merebut bola basket yang ada di Fizal.

"Terus lo udah jelasin ke Biola?" tanya Nano lalu memasukan bola basket tersebut kedalam ring dan ia mendapatkan 2 point.

"Belum. Biola belum tahu siapa Sierra." Gitar pun menyudahi permainan bola basketnya karena ia sekarang merasa tidak fokus.

"Gila lo! Gitu gitu Biola harus tau siapa Sierra Tar. Sebelum dia tahu dari orang lain, Lo harus cerita sama dia. Dalam hubungan itu harus ada saling keterbukaan." Jelas Fizal dan meminum air mineral untuk melepas dahaganya.

"Tuh dengerin Fizal! Jangan sampai nanti akhirnya lo nyesel Tar. Biola itu sayang banget sama lo, matanya gabisa bohong saat dia ketemu sama lo dia selalu merasa bahagia." Ucap nano dan itu membuat Fizal melonggo. Baru kali ini Nano menjadi manusia untuk sementara.

Gitar hanya bisa diam mendengar nasihat dari teman-temannya.

"Ye setan! Jangan ngeliatin gue kayak lo ngeliat kelereng berubah jadi mutiara dalam sekejap. Gini gini gue suka merhatiin orang." Nano pun mengelap keringetnya dengan sapu tangan.

"Akhirnya No, lo dapet pencerahan juga. Gue bangga sama lo!" Fizal pun menepuk bahu Nano sebagai tanda rasa bangganya.

"Gila dasar!"

Gitar [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang