32. Pertemuan keluarga dan pengakuan

633 37 0
                                        

Biola kini telah siap dengan dress berwarna pink dan abu abu dan dibagian atasnya terdapat motif bunga bunga berwarna merah.

Dress yang di pakai oleh Biola adalah neckline dress. Rambutnya ia tata dan di ikat dengan rapih membentuk sebuah cepolan. Ia pun meninggalkan beberapa juntaian rambut agar menambahkan kesan main. Dan tak lupa ia memakai Higheels berwarma silver. Dan ia pun telah siap.

Ia mengambil dompet tas berwarna senada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia mengambil dompet tas berwarna senada. Lalu ia pun segera berangkat ke tempat tujuan dengan supir. Biola berangkat sendiri karena mami, papi, kak Rea dan kak Piano sudah ada di sana.

"Issabel aku pergi dulu!"

Issabel pun menghampiri biola yang berada di mobil dan tersenyum. "Kau tampak sangat cantik nona. Seperti putri di dongeng yang siap menemui pangeranya."

"Ah kau ini bisa saja Issabel. Terima kasih atas pujiannya. Aku pamit." Lalu mobil pun meninggalkan pekarangan rumah Biola.

Kenapa Issabel bisa berbahasa indonesia karena sebenarnya Issabel adalah keturunan indonesia yang kerja di melbourne dan akhirnya menjadi pembantu di rumah Biola.

🎻🎻🎻

Sekarang pukul 16.00 Berarti dijakarta pukul 19.00 namun tetap belum ada pesan apapun dari Gitar. Membuat Biola menghela nafas kasar. Ia pun membuka kolom chattannya dengan Gitar. Lalu mengetikan sebuah pesan.

Biola : Hei, Kamu lagi dimana? aku lagi di melbourne. Maaf ga ngabarin kamu sebelumnya karena semuanya mendadak. Aku kira kamu bakal chat aku atau telfon sekedar tanyain kabar. Tapi ternyata enggak hehehe. Lagi sibuk ya? yaudah kalau gitu tetep semangat ya! I love you by!

Pesan pun terkirim lalu Biola mematikan ponselnya dan memandang keluar kaca untuk melihat jalan Melbourne yang cukup ramai.

Tak butuh waktu lama biola pun telah sampai di restoran berbintang lima yang ada di Melbourne. Supir pun membuka pintu mobil blBiola. Lalu dengan anggun Biola turun dan berjalan masuk ke dalam restoran tersebut dan banyak pasang mata yang memandang kagum ke arah dirinya.

Bagaimana pun Biola harus anggun. Karena ia tahu bahwa eyangnya menjunjung tinggi keanggunan dari setiap wanita dan gadis.

Ia memasuki lift dan memencet tombol '5' di mana lantai tersebut sudah disewa oleh keluarga besarnya yang lumayan banyak.

Ting!

Pintu lift terbuka. Biola pun keluar dan berjalan lurus. Dan di depan sana sudah ramai sekali oleh banyaknya keluarga papi dan maminya. Sebelum membuka pintu biola menarik dan membuang nafasnya berulang kali. Ia sangat gugup.

Gitar [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang