Setelah berbincang bincang hangat dengan keluarga besarnya, Biola pamit dan kini sedang berada di taman restoran bintang lima tersebut. Ia menikmati kota Melbourne dengan segelas minumamnya. Ia mematikan ponselnya dan Ia berjanji tidak akan menyalakan ponselnya sampai nanti kembali ke Indonesia.
Hampa dan kosong. Sampai sekarang Gitar belum memberi ia kabar ataupun membalas pesannya. Semenjak foto itu Biola menjadi malas memainkan ponselnya. Untung saja ponselnya kali ini tidak ia banting.
"Ga baik cewek malem malem diluar gini."
Biola menoleh ke arah belakang dimana terdapat seseorang sedang berdiri dengan segelas minumannya dan pakaian tuxedo berwarna hitam.
"Anan?!" Biola sangat terkejut dengan seseorang yang ia lihat sekarang.
Bagaimana mungkin Anan sampai di Melbourne dan bisa hadir di acara keluarganya. Setahu Biola Anan itu bukan lah bagian dari keluarganya.
"Mama gue Cara. Papa gue Bagas. Berarti gue sepupu lo kan?" Anan menghampiri Biola yang masih terkejut.
"Demi apa?! kok aku baru tahu si? Ya ampun kamu ternyata anaknya om Bagas sama tante Cara." Respon Biola dengan terkejut dan heboh.
"Gausah heboh gitu deh." Anan pun melihat pemandangan kota Melbourne.
Biola pun ikut memandang keindahan kota Melbourne. "Kamu kok ga ngasih tau aku si dari awal?"
"Pengen aja ga ngasih tahu lo. Biar lo inget dengan sendirinya. Dan ternyata lo malah ga inget."
"Ya maaf. Abis kan aku gatau kalau kamu tuh Anan sepupu ku. terakhir kita ketemu itu waktu umur 3 tahun dan setelah itu kamu pergi ke New York ikut om Bagas dan kita pun mulai lost contact."
"Tapi gue selalu inget lo. Biola yang cengeng dan sok kuat." Ucap Anan dengan santai.
Biola pun memukul lengan Anan, "ih aku udah ga cengen tau! Aku beneran kuat."
"Ga mungkin. Gue kenal lo banget. Suka dateng ke kamar gue terus nangis sambil peluk gue."
"Ih udah ah! Males ungkit ungkit yang dulu." Biola pun mendengus kesal.
Mata Biola tak sengaja melihat gelang yang terpasang di pergelangan tangan Anan. "Masih ada gelangnya?"
Anan pun melirik gelang tersebut dan tersenyum, " Masih. kan gue udah janji sama lo ga bakal gue ilangin."
"Bagus. Aku juga masih ada, liat nih." Biola pun menunjukan Gelang dengan di tengahnya terdapat huruf 'B'.
Dan tiba tiba terputar kenangannya bersama Gitar saat cowok itu menemukan gelang miliknya. Biola pun menundukan kepalanya, matanya mulai perih. Sepertinya air matanya akan meluncur. Ia pun mendongakan kepalanya ke atas langit malam Melbourne agar air matanya tidak turun.
"Kalau mau nangis ya nangis aja. Gausah ditahan."
"Aku gak nangis kok!" Elak Biola.
"Gausah bohong. Sini," perintah anan kepada Biola.
"Gamau ah!"
"Sini Lala," perintah Anan melembut.
"Masih inget aja panggilan kecil aku."
"Sini La," dan akhirnya dengan terpaksa Biola mendekat ke arah Anan.
Anan pun langsung membawa Biola ke dalam pelukannya. "Kalau mau nangis, nangis aja sekarang. Jangan sok kuat."
Biola pun mencoba melepaskan pelukan Anan. Namun tenaga anan lebih kuat dari Biola alhasil Biola pun menyerah dan membiarkan dirinya tenggelam di dalam dekapan Anan.
"Nyaman."
"Sekarang lo udah gede ya. Gue kira masih kecil aja."
"Apa si kamu! Ya kali aku jadi anak kecil terus." Kesal Biola kepada Anan.
Mereka pun terdiam dan masih berpelukan. Mata Biola kembali memanas, Ia teringat kembali akan foto itu. Rasanya sesak. Air mata pun mengalir. Awalnya hanya setetes dua tetes namun sekarang telah mengalir dengan deras.
"Nangis aja sampai lo puas. Gue ga akan pergi, sampai lo berhenti nangis."
Biola pun semakin terisak. Sebenarnya apa yang Sierra inginkan? apa hubungan sierra dengan Gitar? kenapa mereka begitu dekat?
"Kamu tahu hubungan Gitar dan sierra itu apa?" tanya Biola dengan air mata masih mengalir.
"Gitar belum cerita emang?"
"Belum. Kamu tahu Nan? Aku itu pacarnya tapi kenapa Gitar seakan akan membuat batas antara aku dan dia yang engga bisa aku tembus."
"Gitar pasti bakal cerita. Kisah dia ga semudah yang lo bayangin La."
"Aku ngerti. Semua orang butuh proses untuk menceritakan hal yang paling sensitive dihidupnya," Biola melepaskan pelukan anan, "Tapi apa iya sedikit aja Gitar ga bisa cerita soal keluarganya ke aku? atau cerita tentang siapa itu Sierra. Kalau kamu mau tahu, aku cuman tahu papa Gitar itu udah meninggal setaun yang lalu. Itu aja yang aku tahu tentang keluarganya."
Anan bingung harus menjelaskan bagaimana lagi kepada Biola. Ia memang kecewa kepada sahabatnya itu, mengapa sampai sekarang Gitar belum bisa terbuka. Apakah sesulit itu bercerita mengenai kisah hidupnya kepada orang yang ia sayang?
Anan menghapus air mata Biola dengan ibu jarinya, "Udah berhenti nangisnya. Semuanya bakal baik baik aja. Percaya sama gue."
Biola pun menatap Anan, "Janji ya semua bakal baik baik aja? kamu bakal selalu di samping aku kan? kalau nantinya aku butuh seseorang untuk memeluk aku disaat aku merasa benar benar lelah."
"Gue janji sama lo." Ucap Anan dengan mantap. Mendengar itu Biola merasa sangat lega.
"Terima kasih sepupu."
🎻🎻🎻
Sudah hampir seminggu Biola tidak masuk sekolah dan Gitar menyesal baru Bisa membalas pesan biola karena ponselnya yang tiba tiba saja rusak dan mau tidak mau harus ia servis.
Gitar merasa tidak semangat. Ia merasa sangat kosong karena tidak ada gadis polos dengan senyum manis yang mengisi hari-harinya seperti biasanya.
Sierra justru semakin lama semakin manja dengan Gitar. Seakan akan mereka itu masih memiliki hubungan. Padahal Gitar sudah menjelaskan kepada gadis itu tapi gadis itu masih tidak memperdulikannya.
Ia kepikiran oleh ucapan Fizal dan Nano. Bahwa di dalam hubungan itu harus saling terbuka, namun ia dan Biola seakan akan memiliki batas yang hanya dibuat oleh Gitar. Dan itu jelas sangat salah.
"Apa ini saatnya gue ngejelasin semuanya sama Biola?" Tanyanya pada dirinya sendiri yang kini sedang berada di taman rumahnya.
"Tapi kenapa gue belum siap buat ngejelasin tentang hidup gue?"
"Gimana pun Biola itu orang yang gue sayang. Gue harus cerita semuanya sama dia. Gue ga mau dia merasa tidak di anggap sebagai pacar gue, sedangkan gue sayang sama dia." Putusnya pada akhirnya. Ia pun masuk ke dalam rumahnya dan ke kamarnya untuk menenangkan pikirannya.
🎸🎸🎸
woy bab 34 selesai woy
yaampun senangnya...
sungguh melelahkan...
tapi tak apa aku masih semangat...
Semoga sukak sama ceritanya! Jangan lupa vommentnya ya!
Selamat membaca ❤
Selamat jatuh cinta dengan anan semoga kalian mendapatkan cinta dari anan juga yak 🤣
Penulis,
Nana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gitar [Complete]
Genç Kurgu[C O M P L E T E] Gitar adalah cowok most wanted dengan terkenal sikap dinginnya. Mungkin bagi kebanyakan orang Gitar itu tidak lebih dari manusia yang irit bicara tapi kalau kita masuk lebih dalam dihidupnya maka kamu akan menemukan sosok yang berb...
![Gitar [Complete]](https://img.wattpad.com/cover/107526151-64-k490690.jpg)