08. Dua murid baru

1K 64 0
                                        

Hari ini Biola datang ke sekolah bersama dengan Gitar. Pagi pagi sekali Gitar sudah ada di depan pintu apartementnya sambil memainkan game di ponsel cerdasnya.

Biola turun dari motor Gitar dan mereka berjalan beriringan dikoridor IPS. Mereka berjalan ke arah loker masing masing yang letaknya memang tidak berjauhan. Setelah menaruh beberapa buku diloker mereka berjalan bersama lagi untuk sampai di kelas Biola.

Memang Gitar bersikeras untuk mengantar Biola sampai ke depan pintu kelas Biola, padahal Biola sudah menolaknya tetapi Gitar tetep kekeuh pada omongannya.

"Hm, Thanks ya Tar." Ucap Biola sambil menoleh ke arah kanan kiri takut takut geng Bianca melihat dirinya dan Gitar sekarang.

"Bianca, bakal gue kasih pelajaran." Gitar menatap Biola dengan tatapan tajam dan menusuk.

"Jangan! Gitu gitu bianca cewek," Biola meninggikan suaranya. Dia tidak mau ada masalah lagi, cukup kemarin saja.

"Yaudah liat nanti. Sana masuk kelas."

"Iya, kamu hati hati ya," Biola langsung membalikan badannya dan berjalan masuk ke dalam kelasnya. Namun belum ada lima langkah Gitar menghentikannya.

"Biola!"

Biola menoleh ke arah Gitar, "kenapa?"

"Belajar yang bener, jangan mikirin gue terus." Setelah itu Gitar tersenyum sekilas dan berlalu dari kelas Biola untuk kembali ke kelasnya. Mendengar itu pun Biola tersenyum malu malu.

Kring kring kring

Bel masuk pun berbunyi, Biola menaruh tasnya dan duduk dengan tenang sambil menunggu Kara datang. Kara pun sampai dikelas dengan napas tersengal sengal seperti habis di kejar polisi. Kara langsung duduk disamping Biola.

"La! Lo tau ga si, tadi pas gue masuk gerbang ada cowok ganteng banget buset. Kayaknya dia anak baru deh, soalnya gue baru ngeliat gitu." Ucap Kara dengan nafas yang masih tersengal sengal.

"Masa si? Mungkin dia bukan anak baru atau mungkin lo jarang ngeliat dia kali." Ucap Biola masih dengan tenang.

"Gue udah hampir dua tahun sekolah disini dan gue hampir hafal wajah wajah murid yang sekolah disini La!" Kara mencubit dengan gemas pipi Biola. Biola yang jadi bahan cubitan pun mengusap pipinya yang terasa sakit karena cubitan dari kara.

"Bagus juga dong, kalau ada murid baru. Jadi banyak temennya."

"Tebakan gue nih ya la, dia bakal masuk kelas ini. Secara kelas ini kan kekurangan dua murid." Ucap Kara dengan senyum yang mengembang di wajahnya.

Baru saja Biola ingin mengucapkan sesuatu tetapi, Bu Anita masuk ke dalam kelasnya. Ketua kelas pun menyiapkan kelasnya.

"Baik anak anak, kalian kedatangan dua murid baru. Ibu berharap kalian bisa berteman baik dengan mereka." Ucap Bu Anita lalu dua murid baru berjenis kelamin cewek dan cowok masuk ke dalam kelas Biola.

"Silahkan perkenalkan nama kalian masing masing," ucap Bu Anita mempersilahkan kedua murid berbeda jenis itu memperkenalkan diri, sedangkan Biola masih sibuk mencari pulpennya yang hilang entah kemana.

"Kenalin nama gue Reval Haydan. Kalian biasa manggil gue Reval, gue pindahan dari SMA Ganesha. Gue berharap kalian bisa berteman baik dengan gue." Ucap cowok tersebut dengan suara berat dan basahnya, membuat semua kaum hawa di kelas Biola bersorak termasuk Kara. Sedangkan Biola masih sibuk dengan apa yang dia cari yaitu pulpen.

"Kar, lo liat pulpen yang biasa gue pakai ga?" Tanya Biola sambil menepuk lengan Kara.

"Gue ga liat. Perasaan tadi ada di meja loh dah," ucap Kara yang tatapannya masih fokus ke arah Reval.

Gitar [Complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang