Cap 41

4.5K 264 6
                                        

     Kini ali, prilly, nichol dan starla sedang duduk santai di sofa yang terletak di ruang tengah. Seperti biasa, ali memainkan ps3nya bersama nichol dan prilly bersama starla sedang membaca majalah fashion.

"Yah.. yah.. anying." umpat nichol. Selalu saja kalah jika harus bermain ps dengan ali, kapan dewi fortuna berpihak padanya.

"Gue menang lagi." ucap ali bangga.

Tukkk...

Satu pukulan dari prilly mendarat di kepala ali.

"Aaaww... Sakit yang." ringis ali sambil mengusap2 kepala beka pukulan prilly tadi.

"Lo tu ya, menang main ps aja bangga. Gesrek otak lo emang." ucap prilly sambil menatap ali heran.

"Suatu kebanggaan tersendiri lah yang. Daripada si nichol, kebanyakan kalah." ali terus saja membela dirinya sendiri.

"Nyill.. Gue laper nih." cletuk nichol sambil mengusap2 perutnya.

"Masak aja sana." balas prilly acuh lalu membuka lagi majalah nya yang sempat dia gunakan untuk memukul kepala ali tadi.

"Yailah nyil, tamu itu raja." ucap nichol.

"Iya tamu adalah raja, tapi lo bukan tamu." balas prilly.

"Terus apa dong?" tanya nichol.

"Lo itu jalangkung. Datang tak diundang pulang tak diantar." mulut nichol menganga mendengar jawaban prilly itu.

"Udah sana masak sendiri, kalo ga ajak ali aja noh." ali yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah prilly.

"Apaan ada gue segala?" tanya ali.

"Lo sana masak sama nichol, sekali2 gue sama starla mau nyobain masakan kalian." ali dan nichol menganga mendengar ucapan prilly itu.

"Udah deh bebzzz, nurut aja ngapa. Kalo ga bisa tu buka google kan bisa. Jaman udah canggih bebzzz, jangan kek orang bego deh." ucap starla panjang lebar dengan mata yang tak lepas dari majalah fashion yang dibacanya itu.

"Sayang..." panggil ali. Prilly hanya berdeham membalas panggilan ali.

"Lo beneran nyuruh kita masak gitu yang?" tanya ali sekali lagi.

"Emang kenapa sih, ga bisa masak? Cari cara kek, atu browsing kek kan bisa." balas prilly acuh.

"Nyilll, ntar kalo rasanya ancur kek muka ali gimana." cletuk nichol dengan polos.nya.

Pletakkk...

"Muka lo lebih ancur."

"Anjing sakit."

"Udah sana buruan, ntar kalo udah selesai gue kasih tau sesuat." ucap prilly.

"Apaan yang?"

"Apaan nyil?"

"Kepo! Udah sana masak."

Dengan langkah gontai akhirnya ali dan nichol pun menuruti kata prilly. Sebenarnya ali bisa masak tapi ia tak percaya diri sedangkan nichol dia memang tak bisa memasak karena dia jarang sekali masuk dapur. Jika masuk dapur di rumah nya ataupun apartemen nya dia hanya mengambil cemilan ataupun minuman bersoda yang tersedia.

"Rasain, emang enak dikerjain." ucap prilly sambil terkikik saat ali dan nichol sudah pergi.

"Tapi gue ga yakin sama masakan mereka prill. Apalagi nichol jangankan masak nyentuk penggorengan aja ga pernah." ucap starla. Prilly hanya menghendikan bahunya acuh.

"Paling2 juga masak nasi goreng, ayam goreng dan apapun yang digoreng." cletk prilly.

"Kita tunggu aja prill. Oh ya nonton drakor lo aja yuk." ajak starla, prilly mengangguk dan melenggang ke kamar untuk mengambil laptop nya.

STUPID COUPLE ~ Ali^PrillyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang