#24# Amnesia (bagian akhir)

2.3K 198 45
                                        

..........The past Chapter.......

.

"Cih. Banyak omong kau."

"Hm. Aku bukan Gaara yang lebih banyak melakukan tindakan untuk memenuhi permintaanmu untuk membunuh para pesaingmu." Sasori menyeringai dingin sebelum melanjutkan ucapannya yang terdengar mengejeknya, "aku hanya seorang yang kebetulan menjadi seorang yang berusaha menjadi kakak yang baik untuk adiknya dengan keegosisanku sendiri."

Itachi hendak membalas ucapan Sasori yang terlihat banyak bicara, terdengar tembakan lain disertai teriakan dari arah dapur.

"Sial!"

Sasuke dan yang lainnya berlari menerobos ruangan yang sangat teramat berantakan dengan sesorang yang dicarinya telah berlumuran darah.

"Hinata!"

........

........You're Mine.......

.........

"Hinata!"

"Astaga.." Shikamaru menutup hidungnya menatap sesuatu yang mengerikan terlihat didepannya. Genangan darah terlihat dimana-mana, tidak hanya itu potongan daging dan mungkin organ pun juga bercecer dimana-mana. Seharusnya hal ini sudah biasa untuk Shikamaru, lantaran kegiatanannya yang selalu berada dilapangan membuatnya menemukan mayat dengan berbagai macam keadaan, tapi untuk yang semengerikan ini Shikamaru mengerahkan segala ketolerilannya pada darah dan bagian tubuh yang mirip seperti tubuhnya menggelepar didepannya. Gila.

Pemandangan yang sangat mengenaskan.

Semenatara itu Hinata berada disana dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan darah yang menggenang disekitanya.

Menghiraukan rasa mual diperutnya, Sasuke segera berlari kearah Hinata. Dalam hati Sasuke terus berdo,a semoga ini tidak seperti yang dipikirannya.

"Hinata." Sasuke lantas memeriksa jika tidak ada luka fisik yang patal pada tubuh Hinata. Sasuke menarik nafas lega sebelum sebuah benda yang familiar terlihat didepannya.


Sebuah drone yang kini kembali membidiknya sebagai target

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sebuah drone yang kini kembali membidiknya sebagai target.

Senjata yang digunakan sedikit lebih besar dari sebelumnya, Sasuke mengira jika benda itulah biang dari kekacauan ini. 

Cahaya kemerahan mulai menyorot padanya.

Sasuke menggertakan giginya kesal merasa cukup dipermainkan dengan hal yang membuatnya resah tidak beraturan. Selama 10 tahun lebih ia telah terpuruk dalam masa lalu. Bayangan dimana orang tuanya meninggal didepan matanya dan bagaimana sakit dan putus asanya ia mencari gadis yang memporak porandakan hati dan pikirannya.

Dan sekarang masalah lain yang membuatnya kesal saat sebuah nyawa bagaikan sebuah mainan yang tidak bernilai.

Dengan geram ia menangkap benda persegi yang melayang didepannya. Dengan kekuatan yang didorong dari kemarahan yang meluap ia lembarkan pada dinding di sampingnya hingga benda yang dirakit khusus ini terbelah menjadi dua.

You're MineCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang