"Sahabat bukan mereka yang sudah kau kenal sejak lama bahkan ber abad - abad namun sahabt adalah mereka yang ingin dan pasti ada dalam berbagai keadaan entah itu suka ataupun bahkan duka"
~ author ~
Jam telah menunjukkan pukul 09.00 itu artinya proses pembelajaran telah berlangsung dari satu jam yang lalu, namun smpai sekarang sindy tidak begitu serius memperhatikan pelajaran biologi yang sedang berlangsung, dirinya memang berada didalam kelas namun ingatannya entah pergi kemana, yang hanya ada diingatannya sekarang tentang perkataan mamanya tadi pagi dan karena perkataan itu kini ia kembali mengingat kisah tiga tahun yang lalu.
"Sindy perhatikan ibu jangan sibuk melamun disitu" tegur bu emi guru biologi yang sekarang sedang mengajar dikelas XI IPA A kelas sindy,
"eh iya bu maaf" ucap sindy yang kaget dan telah lepas dari hayalannya tentang orang itu.
Dilain tempat tepatnya koridor kelas XII IPA A seorang lelaki tampan sedang dikerumuni oleh cewek - cewek yang ganjengnya minta ampun, bagaimana tidak dikatakan ganjeng jika mereka seolah - olah menjatuhkan harga dirinya didepan lelaki tersebut, yah lelaki itu adalah rendy, memang betul tidak bisa dipungkiri semenjak rendy menginjakkan kaki di SMA Rajawali ini ia sudah dilantik menjadi most wanted boy oleh para kaum wanita disekolahnya.
"Ren kok kamu ganteng banget sih?"
"Rendy jadi pacar aku yah"
"Ren kita jalan yuk"
"Enggak boleh rendy tuh punya gue dia harus sama gue"
"Eh lo apaansih rendy itu calon imam gue kan rendy sayang"
Begitulah suara rusuh cewek - cewek ganjeng yang mengemis cinta rendy,
"kalian semua apa - apaansih sekarang semuanya pergi gue mau istirahat" bentak rendy yang sudah tak tahan dengan suara para cewek - cewek itu dan sepertinya bentakan itu cukup berhasil kini mereka semua pergi dari hadapan rendy,
"yaudah neng kalau abang rendynya nggak mau sini sama abang bobby aja" celutuk bobby teman rendy yang dengan sekejap menjelma jadi sahabatnya, rendy memang bukanlah orang yang terlalu memilih - milih untuk mendapatkan seorang sahabat bagi dia bukan seberapa lama kita mengenal orang tersebut namun jika orang tersebut memang baik yah apa salahnya untuk menjadikannya sahabat.
"Nih ambilni juga" ucap rendy dengan menyodorkan beberapa coklat dan kotak makan kepada para sahabatnya,
"wah rejeki nomplok nih" ucap martin yang kini juga menjelma menjadi sahabat rendy, jika dihitung - hitung sahabat rendy ada tiga, yang pertama bobby si cowok alay, lebay, dan tukang ployboy, karena ketampanan dan dompet yang tebal alias kaya raya, yang kedua martin cowok dengan alis tebal yang juga sangat memikat banyak cewek - cewek sikapnya yang ramah namun tidak alay seperti bobby, dan yang terakhir adalah alvan sicowok cuek namun bijak.
"Yaudah kita kekantin makan makanan ini deh" ucap martin yang diangguki oleh bobby
"yaudah deh, ren lo ikut nggak?" tanya bobby
"enggak deh lo abisin aja tuh semuanya" jawab rendy
"yaudah deh alhamdulillah semuanya buat kita aja" celutuk bobby disertai sedikit kekehan khasnya
"kalau lo van ikut yah?" kini giliran martin yang bertanya, alvan tak menjawab ia hanya mengangguk mengiyakan
"yaudah gue mau ketoilet dulu ganti baju nanti mau main basket"
Ucap rendy sambil berbalik dan berjalan meninggalkan para sahabatnya.
"yang satu cuek ehh datang lagi satu yang agak cuek dan dingin sama perempuan tapi gue sayang kok sahabt gue" ucap bobby yang diangguki oleh martin,
"yaudah deh kita kantin aja" ucap martin yang mencari alvan, sedangkan yang dicari sudah berjalan duluan kekantin
"ehh van tungguin" teriak bobby yang berlari dan juga diikuti oleh martin.
"Guys kekantin yuk, udah laper banget nih" ucap melly yang kini sedang merapikan bukunya
"kalian kekantin duluan aja gue mau ke toilet dulu yah" jawab sindy
"yaudah deh kita kekantin duluan yah nanti jangan lupa nyusul loh" ucap tari yang diangguki oleh ifa dan melly
"iya nanti pasti gue nyusul, bye" ucap sindy yang kini sudah ngancir ke toilet.
Setelah keluar dari toilet sindy seketika de-javu dengan punggung seorang lelaki berpakaian basket yang kini menjauh dari hadapannya "kok orang itu kayak nggak asing yah dimata gue" batin sindy namun ia tidak ingin mengubris hal yang menurutnya tak penting ia pun berjalan kekantin untuk menghampiri sahabatnya yang sudah menunggu,
"hay guys udah pada pesen nih?" tanya sindy yang kini sudah duduk disamping tari
"belum lah kan kita nungguin loh" jawab ifa yang duduk dihadapan sindy
"hehehe iya kan kalian sahabat sindy yang setia yah" ucap sindy dengan kekehan
"yaudah mau pesan apa nih? kali ini gue deh yang antri untuk pesan" ucap tari yang telah berdiri dari duduknya
"gue bakso sama jus jeruk aja deh" ucap melly
"samain aja tar" ucap sindy yang juga ikut diangguki oleh ifa
"yaudah tunggu yah" ucap tari yang sudah berjalan ke stand penjual bakso dan jus jeruk.
"Eh nanti kita nonton basket yah, si anak baru cogan itu ikut main loh" cerocos melly
"siapa sih maksud lo mel?" tanya afi yang masih belum tau menaung
"eh lo kudet banget sih fi itu loh si cogan dari kelas IPA A" jelas melly sambil melirik afi yang memanyunkan bibirnya karena diledeki kudet oleh melly
"itu loh fi yang tadi pagi diintip sama si melly ama tari" ucap sindy memperjelas.
setelah beberapa menit menunggu taripun datang dengan nampan yang berisi bakso dan es jeruk yang juga dibantu oleh pelayan kantin, "guys makananya udah datang, kalian bahas apa sih? tuh si afi bibirnya udah monyong lima centi" tanya tari yang baru datang
"itu loh tar si anak baru itu mau tanding basket, kita nonton yah" ucap melly dengan antusias
"gue mah iya aja, tapi nggak tau tuh yang itu berdua" jawab tari dengan menunjuk kearah sindy dan afi menggunakan dagunya
"gue ikut aja deh gue juga penasaran" ucap afi dengan sedikit kekehan
"yaudah lah kalau kalian semua ikut gue juga ikut deh kayaknya gue juga penasrannih" ucap sindy yang entah perasaan apa ini iya mulai tertarik dengan cerita sahabatnya
"yaudah nanti kita nonton baremg sekarang kita habisin ajani dulu" ucap melly dengan semangat, mereka pun kembali menyantap makanan masing - masing.
#budayakan vote dan comment, vote dan komentar kalian sangat berpengaruh bagi author.
#ikuti terus setiap ceritanya
KAMU SEDANG MEMBACA
And We Meet Again (Completed)
Teen FictionKisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
