Sinar Matahari pagi kembali membangunkan seorang gadis yang masih bersembunyi dibawah selimutnya dan sepertinya kini ia mulai terusik dengan sinar matahari pagi ini sindypun terbangun dan bergegas ketoilet setelah menghabiskan waktu 20 menit ia telah selesai dan bersiap untuk kesekolah pagi ini sindy kembali mengendarai mobil setelah beberapa hari kemarin diservice dibengkel.
"Ma, papa mana?" tanya sindy pada mamanya yang sedang membantu mbok ina asisten yang membantu mengurusi pekerjaan rumahnya
"tadi udah berangkat pagi banget, sini sarapan!" ajak anita pada anaknya
"nggak usah deh mah aku berangkatnya harus pagi urusan sarapan nanti disekolah" jawab sindy
"oh yaudah kamu yang hati - hati yah" ucap anita "siap ma" ucap sindy yang telah keluar dari rumahnya dan memasuki mobil merahnya melaju membelah kota jakarta, memang sudah diketahui jika seorang sindy memanglah gadis yang hobby membalap.
Dilain tempat seorang lelaki tampan juga sudah siap dengan mobil miliknya, hari ini ia bertekad untuk bisa bertemu sindy dan menjelaskan semuanya rendypun masuk kedalam mobilnya melajukannya dengan kecepatan sedang.
"Eh itu sindy" ucap tari membuat melly dan afi spontan berbalik menatap sindy
"hay guys" ucap sindy pada sahabatnya
"eh sin kemarin lo kemana aja kok langsung hilang gitu?" tanya afi
"oh itu kemarin tiba - tiba ada urusan mendadak nyokap gue tiba - tiba aja nelfon" jawab sindy yang masih enggan memberitahukan masalahnya baginya masalah ini sudah tak pantas lagi diungkit, afi, melly dan juga tari hanya ber oh ria.
Bel telah berbunyi kini kelas sindy tengah belajar matematika pelajaran yang cukup memutar keras otak dan membuat pusing kepala namun itu tak berlaku pada sindy yang sedari tadi mengerjakan tugas - tugasnya dengan telaten.
"Sindy" pangil bu jiham guru matematika sindy
"iya bu?" jawab sindy sambil mendonggak menatap ibu jiham
"tolong ambilkan buku saya diatas meja saya" ucap bu jiham
"baik bu" sindypun keluar berjalan menuju ruang guru, setelah selesai mengambil buku itu ia berjalan kembali menuju kelasnya dan brugghhh ia menabrak dada bidang seseorang yang membuatnya mundur dan terjatuh "auu" ucap sindy yang merasa kesakitan karena bokongnya yang menyentuh lantai dengan cukup keras
"eh maaf saya bantu" ucap lelaki itu dengan menjukurkan tangannya, sindypun meraih uluran tangan itu dan mendonggak menatap lelaki itu seketika dunianya terhenti matanya membulat, darahnya berdesir hebat menemukan sosok yang ada didepannya, rendylah lelaki itu seketika pula sindy melepaskan tangannya dari rendy ia berdiri dan ingin melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena hal ini namun lagi - lagi rendy mencegahnya ia menarik sindy kedalam pelukannya "gue rindu lo" ucap rendy
"maaf anda tidak ada hak melakukan itu pada saya" ucap sindy melepaskan pelukan rendy dengan bahasa formalnya, ia juga rindu dengan pelukan itu bahkan sangat rindu namun ia tak ingin kembali larut kedalam pesona seorang rendy andreo angkasa.
Hati rendy terlalu pengecut Jika dihadapkan dengan sindy ia begitu lemah, "baik kalau lo masih belum bisa menerima gue lagi tapi semuanya harus jelas sin, gue tunggu lo ditaman jam istirahat" ucap rendy
"saya akan pertimbangkan permintaan anda lagi" jawab sindy yang berlalu pergi meninggalkan rendy, kini rendy hanya bisa menatap nanar punggung mungil sindy yang semakin hilang menjauh.
"Maaf bu kelamaan" ucap sindy pada gurunya "iya,sekarang selesaikan tugasmu" ucap bu jiham "baik bu".
"Eh sin dari mana aja? lama banget" tanya melly
KAMU SEDANG MEMBACA
And We Meet Again (Completed)
Novela JuvenilKisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
