EPILOG (Hari bahagia)

135 4 0
                                        

Hari ini hari bahagia yang dinanti-nanti akhirnyapun tiba dimana keduanya akan memasuki tahap baru dalam kehidupan, Rendy sudah siap dihadapan penghulu tinggal menunggu memepelai wanitanya hadir dan setelah itu ijab qobul akan dimulai.

Sindy masih didalam kamar perasaan bahagia bercampur gugup menghampirinya hari yang ditunggunya kini sudah didepan mata "sin selamat akhirnya hari ini tiba juga" ucap sahabat-sahabatnya

"Iya yah sebaik itu Tuhan nyatuin kita lagi padahal dulu gue sempat mikir kalau nggak mungkin lagi bisa balik" ujar sindy dengan mata yang berkaca-kaca

"Yaudah dong jangan nangis nanti make up lo luntur" ujar tari

"Yok ke bawah calon suami udah nungguin mau ijab qobul" kini Afi yang berucap

Merekapun menuruni tangga menuju lantai satu, ijab qobul dilakukan dirumah sindy dan hanya akan dihadiri oleh keluarga dan sahabat-sahabatnya sedangkan resepsi akan dilakukan disalah satu hotel bintang 5.

"Cantik banget istri aku" ucap Rendy berbisik pada sindy

"Masih calon yah" ucap sindy

"Ini udah mau ijab qobulabul sayang" balas rendy yang membuat sindy tersenyum setelahnya ijab qobul dimulai dan berjalan lancar, mereka telah resmi menjadi suami istri.

Malam harinya resepsipun dilaksanakan dengan mengambil tema modern, acara begitu mewah karena bagi mereka pernikahan hanyalah sekali seumur hidup dan mereka ingin mengenang moment itu dengan begitu indah.

"Cie cie akhirnya yah setelah perjalanan panjang nikah juga kalian" ujar Melly kepada Rendy dan sindy

"Gue nggak ngebayangin kalau sindy di Itali sama yang lain jadi Rendy nggak akan nikah-nikah dong" kini Martin yang menimpali ucapan Melly membuat yang lainnya ikut tertawa kecuali Rendy yang melayangkan tatapan tajam kepada sahabatnya itu

"Sin nanti hati-hati yah" itu suara Bobby

"Emang kenapa mesti hati-hati?" Tanya sindy yang memang tidak mengerti dengan ucapan Bobby

"Yaelah sin pasti tuh suami loh ganas banget malam pertama" lanjut Bobby lagi yang membuat yang lainnya kembali tertawa kecuali sindy yang merasa malu dan Rendy yang semakin marah karena merasa terpojokkan

"Apa-apaan lo semua" elak Rendy

"Kagak usah muna lo ren" lanjut Martin

"Gila jangan dengerin sin ucapan setan-setan ini yok istirahat" ajak Rendy karena memang sudah menunjukkan tengah malam dan tamu sudah berangsur pulang tinggal mereka dan sahabat-sahabatnya beserta keluarga inti

"Kita juga kayaknya harus balik nih" ujar afi dan diangguki yang lainnya

"Bye sin ren selamat sekali lagi bahagia terus yah" ucap tari dan diangguki keduanya

Merekapun berjalan keluar dari tempat acara berlangsung, sindy dan Rendy pun berjalan kekamar hotel yang sudah disiapkan.

"Akhirnya nih gaun bisa dilepas berat banget ini" keluh sindy

"Ren kamu mandi duluan deh aku mau hapus make up dulu" ucap sindy dan diangguki Rendy kemudian ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sambil memikirkan bagaimana cara memulai malam pertamanya ini sungguh hal baru baginya, sehabis membersihkan dirinya Rendy keluar dan masih mendapati sindy yang berada didepan meja rias membersihkan make up dari wajahnya

"Sin giliran kamu aku udah selesai" ucap Rendy menghampiri sindy dari arah belakang ia hanya menggenakan handuk yang melilit dipusar hingga lututnya

"Mandi cepat sayang atau mau aku mandiin?" Bisik Rendy tepat disebelah telinga istrinya itu

"Apaan nggak ada dimandiin aku mandi sekarang" sindy berlari kekamar mandi secepatnya

"Jangan lari sayang simpan tenaga buat nanti" ujar Rendy diiringi tawa

Sindy keluar dari kamar mandi namun tidak mendapati suaminya didalam kamar, iapun mencoba melihat kebalkon kamar dan menemui Rendy menatap ke langit malam.

"Ren kenapa diluar?" Tanya sindy yang datang hanya menggunakan bathrobe

"Eh udah?" Tanya Rendy padahal sudah bisa dipastikan sindy sudah selesai pasalnya ia sudah menggunakan bathrobe dan keluar dari kamar mandi.

"Udahlah sayang, ngapain coba keluar kalau belum" jawab sindy terkekeh.

"Yaudah sini deh" panggil Rendy dan sindy pun mendekat, Rendy memeluk sindy dari belakang

"Makasih yah udah mau menerima aku jadi suami kamu, makasih udah kembali kesini dan akhirnya sama aku, makasih karena kamu udah maafin semua kesalahan aku dimasa lalu" ucap Rendy pada istrinya itu

"Kamu tuh yah dari kemarin-kemarin makasih terus sama aku, aku juga harunya berterimakasih sama kamu, makasih udah nunggu aku kembali, makasih udah jaga hati kamu untuk aku, makasih udah bekerja keras untuk aku dan makasih karena kamu udah jadiin aku istri kamu, aku beruntung banget tau nggak" ucap sindy pada suaminya

"Dan aku jauh lebih beruntung sayang milikin kamu, aku akan selalu ada buat kamu, jagain kamu dan bahagian kamu" ungkap Rendy

"Ya dan aku akan selalu ada disamping kamu nemenin kamu apapun itu keadaan kamu, janji yah sama aku terus" balas sindy

"Pasti sayang aku hanya untuk kamu dan kamu hanya untuk aku" ucap Rendy tegas

"Kamu taukan dulu aku paling nggak percaya untuk memberikan kesempatan kedua apalagi dalam hal percintaan tapi semuanya runtuh karena kamu dan pembuktian kamu sampai kesempatan itu ada tiga kali" tutur sindy

"Aku juga harus berterimakasih untuk itu, i love you my wife" ucap Rendy mempererat pelukannya

"I love you too my husband" balas sindy

"Bolehkan malam ini?" Tanya Rendy pelan namun terkesan nakal

"Itu udah kewajiban aku sayang" jawab sindy sebagai persetujuan dan kalian pasti tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dimalam panjang dan panas ini.

#hai guys ini udha ending nih aku harap kalian suka dengan akhir bahagia ini, untuk extra chapter pasti akan ada tungguin yah. Love you all.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 25, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang