Chapter 18 (Bali)

29 3 0
                                        

Hari demi hari dilewati sindy dan Rendy dengan status berpacaran kini sudah sekitar lima bulanan mereka menjalin hubungan tersebut, ulangan semester ganjil telah memasuki hari terakhir, meski tidak mudah melewati lima bulan ini karena pastinya dalam setiap hubungan pasti ada saja percekcokan, beda pendapat, dan sebagainya namun tak lantas membuat mereka renggang bahkan hal itu lah yang membuat mereka saling mengenal dan menyanyangi satu sama lain.

"Akhirnya selesai juga penderitaan gue" ucap Melly histeris

"Yoi guys kehidupan normal gue akan kembali" tambah tari tak kalah hebohnya

"Jadi pengen refreshing gue" ucap afi sambil berfikir

"Gimana kalau kita liburan?" Sambung afi kembali

"Ide bagus tuh" ucap Melly diangguki tari

"Gimana sin?" Tanya afi

"Kalau kalian semua sepakat gue pasti ikut dong" jawab sindy

"Yaudah kita kekantin yuk sambil bicarain kemana kita liburannya" ajak tari dan diangguki oleh ketiga sahabatnya

"Kali ini Lo yang pesan mel" suruh afi

"Iya tunggu" ucap Melly dengan pasrah

"Ga usah manyun gitu juga kali" ucap sindy sambil tertawa melihat kelakuan Melly

"Sin tuh pacar Lo datang" ucap tari membuat sindy menengok kebelakang dan benar saja disana Rendy bersama sahabatnya berjalan menuju tempat sindy

"Halo pacar" sapa Rendy yang kini sudah duduk disamping sindy

"Halo" jawab sindy

"Bebeb gue mana?" Tanya Martin yang membuat yang lainnya ingin muntah, sudah bukan rahasia umum lagi jika Martin dan Melly berpacaran bahkan mereka sangat terang-terangan mempublikasikannya

"Beb kok disini?" Tanya Melly yang datang sambil membawa nampan berisi makanan

"Aduh sayang sini aku bantuin pasti kamu kelelahan kan"

"Ccih drama banget" ucap tari yang dihadiahi pelototan mata dari Melly

"Iri bilang boss" sambung Melly membuat yang lainnya tertawa

"Sama Abang Bobby aja yah neng tari" ucap Bobby

"Ihh najis Lo" ucap tari menampakkan ekspresi jijiknya membuat yang lainnya kembali tertawa

"Udah-udah mending kalian pesan juga terus makan" akhirnya sindy angkat bicara sebelum mereka tambah cekcok lagi

"Gue yang pesan, mau makan apa?" Tanya alvan

"Bakso Van" ucap rendy

"Samaain aja" tambah Martin dan diangguki juga oleh Bobby

Tak lama alvan kembali membawa nampan yang tentunya juga berisi makanan

"Eh gue punya ide gimana kalau kalian ikut kita liburan?" Ajak Melly dengan senangnya

"Kalian mau liburan?" Tanya Rendy sambil menatap sindy dengan tajam sedangkan yang ditatap hanya menunduk

"Iyalah inikan libur semester kapan lagi coba" jawab afi yang masih fokus pada makanannya

"Sin kamu ga bilang sama aku" ucap Rendy dingin

"Baru tadi juga direncanain" jawab Sindy

"Kita ikut" sambung Rendy dan diangguki oleh semua sahabatnya

"Jadi rencana mau kemana?" Tanya Bobby

"Yang itu tuh masalahnya kita belum tau mau kemana" jawab afi

"Ke Korea, ke Paris, ke Jerman, atau ke Dubai yang mana nih" ucap Melly sembrono

"Apaan loh jauh amat yang Indonesia aja lah" ucap tari

"Iya mel ga usah luar negri dulu ribet" sambung sindy

"Yaudah" Melly pun mengalah

"Gimana kalau kita ke Bali aja?" Tanya sindy

"Boleh tuh udah lama juga gue ga ke bali" ucap Melly

"Gue punya villa disana" ucap rendy

"Yaudah deh, yang lain setujukan?" Tanya Bobby dan semuanya pun mengangguk.

Libur semester kali ini telah tiba mereka sudah bersiap untuk penerbangan ke Bali pagi ini

"Semuanya udah siap kan?" Tanya Rendy

"Udah kok" jawab sindy

"Nanti disana kamu jangan kecapean aku ga mau kami jatuh sakit loh"

"Iya bawel, kita kesana cuma liburan juga kali ren bukan kerja" ucap sindy dengan tertawa tapi ia senang melihat pacarnya perhatian begini

"Tetap aja sayang" ucap Rendy mengacak rambut sindy

"Aduh berantakan tau" ucap sindy tak terima dengan memanyunkan bibirnya

"Itu bibir kenapa mau dicium?"

"Tau ah"

"Woii jangan pacaran mulu tuh udah dipanggil" teriak Bobby beberapa langkah dari tempat sindy dan Rendy

"Tuh ayo" sindy berjalan duluan namun Rendy menariknya dengan cepat, menggenggam tangan sindy dan berjalan beriringan, sindy yang diperlukan demikian hanya bisa menahan senyumnya.

Bali

"Oke sekarang pembagian kamar" tariak tari

"Melly Lo sekamar sama sindy"

"Gue sekamar sama ayang Martin aja yah, gapapa kan sin?" Lagi-lagi Melly melontarkan pertanyaan konyolnya

"Apaan loh main sekamar sama cowok ga boleh" marah afi ia sudah muak melihat tingkah Melly yang smeberonoh sedangkan yang lainnya hanya tertawa

"Beb tenang aja aku akan selalu nemuin kamu ko 5 menit sekali yah" bujuk Martin yang melihat Melly mulai merajuk

"Bacot deh" teriak Bobby

"Jadi Melly sama sindy, gue sama afi, Bobby sama alvan dan Martin sama Rendy, ga ada perubahan yah udah fix" lanjut tari setelah sebelumnya ia berhenti menjelaskan karena Melly yang aneh-aneh saja ingin sekamar dengan Martin

"Gue masuk duluan" ucap alvan yang sedari tadi hanya diam

"Gue juga bye capek tau" lanjut Bobby

"Afi masuk yuk" ajak tari

"Yuk"

"Kamu masuk gih istirahat beb" suruh Martin pada Melly dan diangguki oleh Melly diikuti oleh Martin yang belok kearah kamarnya

"Kamu juga masuk sana" suruh Rendy

"Yaudah selamat malam" ucap sindy

"Selamat malam juga sayang, jangan lupa mimpiin pacar kamu yang ganteng ini" seru Rendy begitu Percaya diri nya

Jika diperhatikan Rendy hanya akan menunjukkan sifat bawel, Percaya diri yang setinggi langit, dan humorisnya hanya pada sindy saja, yah kalian sendiri juga pasti tahu hal itu.

#sindy dan teman"nya lagi di Bali nih guys, siap-siap yah karena setelah ini akan ada pemeran baru loh pasti penasaran kan
#ikutin terus ceritanya
#masih banyak typo

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang