Hari ini Rendy dan yang lainnya sudah kembali ke Jakarta, Rendy berencana langsung menemui sindy setelah sampai di Jakarta namun keadaan sepertinya tak memungkinkan karena mamanya tiba-tiba menelfon nya untuk kembali kerumahnya terlebih dahulu
"Assalamu'alaikum" ucap rendy meberi salam
"Waalaikumsalam" jawab Rani mama Rendy
"Ada apa sih ma suruh cepat-cepat? aku ada urusan" tanya rendy
"Kamu masih ingat Tante Tantri kan mamanya Jesicca tadi dia nelfon mama, katanya Jesicca mau pindah ke Jakarta dan karena dia belum nemu apartemen yang pas jadi dia minta kamu bantu cariin, besok dia udah tiba di Jakarta" jelas mama rendy
"Katanya juga dia mau sekolah disekolahan kamu" Rendy yang mendengarnya kaget skenario apalagi yang akan terjadi pikirnya namun ini bukan fokus utamanya yang ia pikirkan kini hanya sindy bagaimana dengan gadisnya itu
"Mama urus aja dulu aku ada urusan" ucap Rendy meninggalkan mamanya
Rendy mengendarai mobilnya menuju rumah sindy
"Permisi mbo sindy ada?" Tanya Rendy kebetulan asisten rumah tangga sindy sedang berada diluar rumah
"Eh den Rendy non sindynya ada kok didalam tapi dari kemarin ga mau keluar kamar, den Rendy masuk aja atuh"
"Saya masuk yah bi makasih sebelumnya"
Rendy memasuki rumah sindy ia berjalan menuju kamar sindy
Tok tok tok
"Sin aku mau bicara" didalam kamar sindy kaget mendengar suara Rendy dari luar kamarnya
"Sin aku minta maaf, aku bisa jelasin kamu salah paham" lanjut Rendy lagi berusaha membujuk sindy
"Rendy" panggil mama sindy
"Maaf Tante saya cuma mau ketemu sindy" ucap Rendy
"Tapi kayaknya sindy butuh waktu sendiri dulu ren mendingan kamu pulang dulu nanti kalau sindy udah bisa ditemuin Tante hubungin" tutur mama sindy
"Baik tan yaudah Rendy pulang dulu assalamualaikum" akhirnya Rendy memilih pergi dari rumah sindy namun ia tak akan menyerah ia akan berusaha lagi
Pukul 21.00
"Gue males sebenarnya ketempat ini" ucap Martin jujur pasalnya kedua remaja ini sedang berada di sebuah club malam
"Lo duduk aja temenin gue" ucap Rendy dan kembali meneguk alkohol yang entah sudah keberapa kalinya
"Stop Lo udah minum dari tadi" peringat Martin lagi dan lagi
"Sindy salah paham tin" ucap Rendy frustasi
"Kalau udah soal sindy Lo lemah banget" ucap Martin menertawai sahabatnya ini sebenarnya ia kasihan melihat Rendy karena ia tahu pasti Rendy tidak mungkin melakukan hal itu setelah beberapa lama menghabiskan alkohol dan rokok di klub itu rendypun berjalan keluar dari dalam keadaan mabuk
"Mana kunci mobil lo kali ini gue yang nyetir" ucap Martin melihat kondisi Rendy yang tak mungkin untuk mengendarai mobil
"Lo kesini bawa motor, gue pulang sendiri" kekeh Rendy yang setengah sadar dan tak ingin dibantah
"Gue pulang tin Lo hati-hati" ucap Rendy memasuki mobilnya tanpa peduli dengan Martin yang bersikeras melarangnya
"Gue masih sadar jadi sebenarnya Lo yang hati-hati, gue ikutin dari belakang bro" teriak Martin melihat tingkah laku sahabatnya yah begitulah tersiksanya Rendy jika berkaitan dengan sindy, sekali lagi sindy Natalia Fransiska adalah kelemahan seorang Rendy Andreo Angkasa
Rendy mengendarai mobilnya dengan keadaan yang sudah begitu mabuk Martin sudah berupaya ingin menyetir untuknya namun ditolak dan inilah Rendy sikeras kepala dan tak ingin dibantah dan dari arah yang berlawanan truk besar melaju begitu kencang Rendy tak bisa membuat mobilnya menghindar karena ia hanya setengah sadar dan kepalanya begitu sakit
"Ren awas" teriak Martin begitu kencang
"Brukkk"
Martin turun dengan cepat dari motornya menghampiri Rendy yang sudah tak sadarkan diri dan mobilnya yang sudah tak berbentuk ia segera menelfon ambulance
"Martin Rendy dimana?" Tanya Rani ibu Rendy yang berlari di koridor rumah sakit
"Masih ditanganin sama dokter Om Tante" jawab Martin pada kedua orang tua Rendy
"Saya minta maaf ga bisa jaga Rendy tadi dia mabuk dan ngotot mau nyetir sendiri dan akhirnya" tutur Martin terus terang
"Jangan salahin diri kamu sekarang kita doain Rendy dia butuh pertolongan yang diatas" ucap ayah Rendy dan Martin hanya mengangguk, tidak lama ia teringat untuk mengabari sindy dan temannya yang lain tadi ia hanya sempat mengabari orang tua Rendy
Dilain tempat tepatnya dirumah sindy ia begitu gelisah entah ada apa dengannya namun malam ini ia tak bisa tidur sudah pukul 12 tepat tiba-tiba handphonenya berdering tanda panggilan masuk dan nama Martin tertera dilayar handphonenya
"Hallo sin, Rendy kecelakaan" ucap Martin cepat setelah panggilannya diterima
"Apa? Lo jangan bercanda?" Sindy benar-benar syok mendengar hal itu
"Gue serius sekarang dia di Rumah sakit Medica, Lo datangnya besok aja, gue tutup dulu mau hubungin yang lain" tutup Martin kini sindy hanya menangis ia takut ia khawatir terjadi apa-apa dengan Rendy dia belum sempat bertemu Rendy setelah dipantai itu dan kini Rendy di rumah sakit sungguh hal yang sangat menyakitkan untuk diterima
Sindy tak ingin menunggu esok hari ia segera bersiap untuk ke rumah sakit "ma sindy mau kerumah sakit Rendy kecelakaan" ucap sindy pada mama dan papanya yang berada di ruang keluarga sepertinya papanya masih sibuk dengan berkas-berkas yang ada dihadapannya
"Ya ampun kok bisa sin?" panik mama sindy
"Aku juga ga tahu ma" jawab sindy dengan mata yang berkaca-kaca
"Kamu diantar supir jangan pergi sendiri ini udah tengah malam" ucap papa sindy
"Iya pa aku pergi dulu assalamualaikum" ucap sindy langsung pergi meninggalkan orangtuanya, pikirannya kacau, hatinya sakit, sindy takut akhirnya cairan bening keluar dari matanya ia menangis
Sesampainya di rumah sakit ia berlari menyusuri koridor "Bob Rendy dimana?" Tanya Sindy pada Bobby, disana sudah ada Bobby sedangkan Martin pulang kerumahnya dulu
"Masih ditanganin dokter sin kita juga masih nunggu" jawab Bobby "dia mabuk dan ngotot ngendarain mobil sendiri" lanjut bobby melihat mimik muka sindy yang sepertinya ingin mengetahui penyebab kejadian ini, tidak lama seseorang dengan jas putihnya keluar dari ruangan itu
"Gimana keadaan anak saya dok?" Tanya papa Rendy
"Lukanya cukup dalam dan dia kehilangan darah yang cukup banyak anak bapak harus dipindahkan ke ICU" tutur dokter itu, hal itu membuat mama Rendy menangis histeris
"Selamatkan anak saya dok" ucap mama Rendy dengan terisak
"Kami akan berusaha semampu kami dan dia juga membutuhkan donor darah karena golongan AB di rumah sakit ini terbatas"
"Ambil darah saya dan istri saya golongan darah kami sama" ucap papa Rendy dan diangguki oleh mama Rendy
"Baik mari ikut saya"
Sedangkan sindy sudah tak bisa membendung tangisnya lagi ia menangis dan untungnya kini ada Melly yang menemaninya, melly datang bersama dengan Martin yang sudah kembali, Martin hanya mengganti pakaiannya yang dipenuhi darah Rendy
"Ini salah gue" ucap sindy sesenggukan
"Sabar sin Rendy pasti baik-baik aja sekarang mendingan kita doain Rendy" ucap Bobby prihatin ia juga merasakan apa yang dirasa oleh sindy melihat sahabatnya terbaring lemah diruangan bernuansa putih itu.
#budayakan vote dan comment yah guys
#vote dan comment kalian sangat berpegaruh terhadap cerita ini
#typo bertebaran
#terimakasih salam dari penulis yang amatir ini
KAMU SEDANG MEMBACA
And We Meet Again (Completed)
Novela JuvenilKisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
