Chapter 22 (Maaf)

39 2 0
                                        

Dini hari ini sindy menginap di rumah sakit ia belum bisa meninggalkan rendy, sindy sangat khawatir dengan keadaan Rendy

"Gue cuma mau bilang kalau yang Lo liat soal Rendy di hotel sama Jesicca Lo salah paham, gue ga ada hak jelasin sama lo tapi lo harusnya dengar penjelasan Rendy dulu baru menyimpulkan" ucap Martin dan sindy hanya terdiam mencerna apa yang dikatakan Martin

"Pagi nanti mending Lo balik dulu sin sama melly, kalian juga harus jaga kesehatan, Rendy pasti marah kalau Lo ikut sakit karena dia" ucap Bobby

Martin dan Bobby memang agak gesrek jika berkumpul dan akan sangat gila dalam suatu waktu namun dalam keadaan dan situasi seperti ini mereka bisa jadi yang paling bijaksana

Pagi harinya sindy dan Melly pulang kerumahnya masing-masing mumpun hari ini masih libur semester mereka akan mengjenguk Rendy lagi siang hari nanti sedangkan kini alvan berjalan memasuki koridor rumah sakit ia memang sudah mendapatkan kabar dari Martin semalam namun karena suatu hal ia tak bisa segera kerumah sakit walaupun alvan kesal dengan perilaku Rendy saat di Bali namun ia tak akan pernah tega melihat sahabatnya dalam keadaan seperti ini

"Gimana keadaan rendy?" Tanya alvan pada Bobby dan Martin yang masih ada diruang tunggu maklum Rendy masih berada di ruang ICU

"Belum sadar" jawab Bobby, alvan hanya bisa menghela nafas berat

"Maaf gue ga ada disaat-saat Rendy butuh kita semua gue malah musuhin dia" sesal alvan

"Sans bro ini udah jalannya emang gini" tutur Martin

Tidak lama dokter datang menghampiri mereka "pasien sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap silahkan urus kebagian administrasi terlebih dahulu" ucap dokter itu

"Terimakasih dok"

"Gue kabarin orangtua Rendy dulu kalian urus administrasi aja" ucap Martin dan diangguki keduanya

Siang harinya sindy kembali mendatangi rumah sakit ia berharap semoga Rendy lebih membaik

"Assalamualaikum tan"

"Waalaikumsalam sin"

"Gimana keadaan Rendy Tante?" Tanya sindy

"Alhamdulillah udah dipindahin di ruang rawat inap" jawab mama sindy

"Sindy minta maaf ini salah sindy" tuturnya menunduk

"Kamu nih yah ga usah minta maaf ini bukan salahnya sindy, udah takdirnya Rendy sekarang mending kamu masuk gih kedalam kamu pasti rindukan" ledek mama Rendy

"Emang boleh Tante?" Tanya sindy lagi

"Yah boleh lah pasti Rendy juga senang kamu ada didekatnya" jawab mama sindy akhirnya diangguki sindy ia pun masuk keruangan itu, miris rasanya melihat orang yang kita cintai terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit

"Hai ren aku datang loh nemuin kamu" sindy bermonolog pasalnya orang yang diajak berbicara masih tertidur tak sadarkan diri "aku minta maaf gara-gara aku kamu jadi gini, aku salah ngambil kesimpulan sendiri tanpa mau dengerin kamu" lanjutnya

Sindy menggenggam tangan Rendy yang tak di impus "kamu bangun yah aku rindu kata dilan rindu itu berat iya benar berat banget aku ga kuat ren" akhirnya tanpa diduga cairan bening mengalir dari mata indahnya

"Aku pulang dulu ren, nanti aku balik lagi kesini, cepat bangun i love you sayang" ucapnya penuh cinta dan hendak meninggalkan ruangan itu namun ada tangan yang menggapai tangannya "jangan pergi" ucap Rendy, yah akhirnya Rendy membuka matanya

"Ren kamu udah sadar?, Aku panggilin dokter dulu" ucap sindy keluar memanggil dokter dan memberitahukan kepada Rani mama Rendy

"Dok gimana keadaan anak saya?" Tanya mama Rendy

"Keadaannya berangsur memulih namun anak ibu masih harus dirawat di rumah sakit karena ia masih membutuhkan banyak istirahat" jawab dokter

"Baik dok apapun untuk anak saya terimakasih"

"Baiklah saya permisi" dokter tersebut pun pergi meninggalkan ruangan rawat Rendy

"Yaudah mama keluar dulu mau hubungin papa, sindy kamu temenin Rendy dulu yah sayang" pinta Rani dan diangguki oleh sindy "iya Tante"
Ranipun meninggalkan ruangan Rendy

"Sin sini" panggil Rendy

"Kok nunduk gitu?" ucap Rendy

"Aku minta maaf" tutur sindy berusaha mengangkat kepalanya menatap Rendy

"Untuk?" Tanya Rendy kebigungan

"Aku yang nyebapin kamu kecelakaan terus berakhir di rumah sakit ini" jawab sindy

"Ini bukan salah kamu sayang, akunya aja yang bandel" ucap Rendy "yang harusnya minta maaf itu aku sin, aku ninggalin kamu di pantai dan hancurin liburan kita" lanjutnya menyesal "semua yang kamu lihat itu ga benar aku cuma anterin Jesicca pulang tapi pas diparkiran kepalanya tiba-tiba pusing aku ga mungkin ninggalin orang sakit gitu aja, aku juga manggilin dokter untuk Jesicca kalau kamu masih perlu bukti aku akan hubungi dokter itu"

"Ren udah kamu ga perlu jelasin segitunya aku percaya kamu, kemarin aku nggak bisa mikir panjang" ujar sindy

"Jadi kamu cemburu nih" ledek Rendy

"Apaan nggak yah" elak sindy

"Yaudah deh nanti aku ketemu Jesicca lagi gimana nggapapa emangnya?" Rendy menahan tawanya melihat raut wajah sindy yang berubah

"Nggak yah kamu sama aku aja"

"Siap pacarku yang posesif dan tukang cemburu" ledek Rendy lagi sambil tertawa "sini peluk" sindypun maju dan memeluk Rendy yang sudah terlebih dulu merentangkan tangannya

#budayakan vote dan comment, karena vote dan comment kalian sangat berpengaruh untuk kelanjutan cerita ini
#typo dimana-mana
#salam sayang dari author 💖💖💖

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang