Kisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
"bang anterin kesekolah yah aku males bawa mobil sendiri" pinta sindy pada kakaknya
"Iya dek tunggu diluar aja" Raka pun mengiyakan permintaan adiknya ia berjalan mengambil kunci mobil didalam kamarnya
"Silahkan masuk tuan putri" ucap Raka pada sindy yang membuat sindy tertawa melihat tingkah menggoda abanganya yang sangat pandai
"Kenalin dong pacar kamu ke Abang" ucap Raka yang sudah menjalankan mobilnya
"Iya nanti bang" jawab sindy seadanya setelah itu sindy hanya diam dan bergelut dengan pikiran sendiri
"Makasih bang, nanti jemput yah" mereka telah sampai di depan gerbang SMA Garuda
"Tapi ada syaratnya" ucap Raka menatap adiknya sedangkan yang ditatap sudah serius ingin mendengar apa yang akan dilontarkan Raka
"Apa?" Tanya sindy
"Kenalin sama temen cewek kamu yang cantik yah" ujar Raka tersenyum menggoda
"Ih Abang udah tua nggak cocok sama anak SMA" tutur sindy
"Yang seksi juga boleh dek" tambah Raka tanpa menggubris apa yang dikatakan sindy
"Abang ihh sana pulang, assalamualaikum" ucap sindy kesal turun dari mobil dan berjalan cepat masuk ke dalam sekolah
"Yang rajin belajarnya cantik" teriak Raka melalui jendela mobil sambil masih tertawa sungguh bahagia ia membuat kesal adiknya pagi-pagi begini, setelah tak lagi melihat punggung sindy Raka pun menjalankan mobilnya pulang kerumah dan tanpa sindy ataupun Raka tahu Rendy sudah memperhatikan keduanya sedari tadi.
"Pagi guys" teriak sindy begitu semangat
"Tumben pagi-pagi sesemangat ini" ucap Melly
"Biasanya sih sindy semangat pasti ada hubungannya sama Rendy tapi kan kalian masih marahan" celutuk tari
"Apa mungkin udah baikan nih?" Tanya afi memastikan sedangkan sindy hanya menggeleng dengan senyuman membuat ketiga sahabatnya heran melihat tingkah sindy yang tak biasanya
"Abang gue pulang" ucap sindy sangat bersemangat
"Maksud Lo bang Raka?" Tanya Melly spontan dan dihadiahi anggukan oleh sindy
"Wah wah pantesan Lo bahagia banget sin" sambung afi
"Iya dong"
"Urusan sama Rendy?" Tanya tari yang membuat mood sindy memburuk
"Nggak tahu dia udah bosen kali sama gue" jawab sindy cemberut
"Jangan nyerah gitu dong sin nanti coba temuin Rendy lagi yah" ajak Melly menyemangati sindy hal tersebut juga disetujui tari dan afi
"Tapi kalau kali ini gagal gue nyerah aja, gue pasrahin semuanya mungkin bahagianya Rendy bukan sama gue" tutur sindy sedih
"Masih ada kita kok sin yang akan selalu nemenin Lo entah itu suka ataupun duka" ujar Afi diangguki tari dan Melly membuat sindy tersenyum
"Makasih kalian selalu ada" ucap sindy dan merekapun saling berpelukan, mereka saling menyalurkan semangat untuk sindy.
Jam istirahat telah tiba banyak siswa-siswi sudah berhamburan ke kantin mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah keroncongan
"Sin kapan mau nemuin Rendynya?" Tanya tari
"Pulang sekolah aja deh mendingan kita makan dulu" jawab sindy
"Ini nih yang gue suka dari kalian makanan tetap diatas segala-galanya" ucap Melly membuat yang lainnya tertawa terbahak-bahak
"Mulut Lo bener juga mell" sambung afi masih tertawa mereka berbincang-bincang sambil berjalan menuju kantin namun baru memasuki pintu kantin itu pemandangan sangat tak mengenakan menyambutnya dimana Rendy dan Jesicca makan bersama dan parahnya lagi Rendy menyuapi Jesicca dengan telaten dan begitu mesra
"Kalian makan aja gue udah nggak nafsu" ucap sindy setelahnya ia pergi meninggalkan kantin itu disusul oleh sahabatnya, hal itu tak luput dari pandangan Rendy namun apa boleh buat keadaan tak memungkinkan ia mengejar sindy ditambah lagi kelakuan sindy dibelakangnya membuatnya kecewa.
"Sin tunggu mungkin Lo cuma salah paham sin, mending minta Rendy jelasin dulu" bujuk Melly
"Nggak mell semua itu udah jelas nggak ada lagi yang perlu dijelasin gue udah capek, gue nyerah emang dari awal gue bodoh mau aja Nerima dia lagi" tolak sindy dengan air mata yang bercucuran
"Jadi maunya Lo gimana sin?" Tanya afi hati-hati karena ia tahu satu kata saja yang salah sangat berpengaruh sebab kemarahan dan kekecewaan sindy sudah tak terkontrol
"Gue mau sendiri dulu" ucap sindy
"Mau pulang?" Tanya tari dan mendapat gelengan dari sindy karena jika ia pulang tentu saja mama dan abangnya akan kepo dengan permasalahannya ditambah lagi wajahnya sangat menunjukkan bahwa ia habis menangis
"Gue mau ketaman aja dulu tenangin pikiran, kalian izinin gue bilang sakit aja" ucap sindy
"Iya sin kalau Lo butuh kita langsung telfon aja" kini tari yang berucap dan diangguki oleh sindy.
Kini sindy duduk melamun ditaman apa salahnya sehingga Rendy dengan mudahnya membuangnya seperti ini jika karena sindy tak jujur tentang hobbynya sepertinya itu bukan masalah besar, kemana janji-janji Rendy dulu apa dengan semudah ini Rendy melupakannya atau sindy yang kelewatan bodoh mempercayai semua yang dilontarkan Rendy padanya, air matanya kembali mengalir tanpa diinginkan dipipi mulusnya hingga sebuah sapu tangan melambai didepan matanya
"Makasih" ucap sindy masih belum melihat orang itu
"Nangis aja sepuas kamu, keluarin semua rasa sakit kamu jangan dipendem entar tambah sakit" ucap orang itu yang suaranya membuat sindy mendongak menatapnya
"Kak alvan" ucap sindy
"Kalau kamu butuh tempat cerita aku siap kok" ucap alvan membuat sindy agak canggung dan kebigungan "aku kan juga kakak kamu jadi nggak masalah dong" lanjut alvan lagi memperjelas
"Makasih kak tapi aku belum bisa cerita mungkin nanti" ujar sindy
"Kapanpun kamu butuh sin" tutur alvan lagi "aku masuk yah kayaknya kamu masih butuh waktu sendiri" lanjut alvan setelah itu ia berjalan masuk kembali menuju kelasnya
"Apa setelah ini gue harus pura-pura nggak ada apa-apa dengan semua ini?" Tanya sindy pada dirinya sendiri "Kayaknya gue emang udah harus lupain Rendy setotal mungkin" ucapnya lagi bermonolog setelah itu sindy mendongak kelangit "tuhan bantu sindy untuk tetap tegar" ucap sindy memohon hingga tak lama suara bel pertanda waktu pulang sekolah telah berbunyi sindypun bergegas kekelasnya
"Sin kita baru mau nyamperin Lo" ucap tari yang kali pertama melihat sindy memasuki kelas
"Makasih yah guys gue udah mendingan kok, sekarang ayo pulang" ucap sindy dan mendapat senyuman dari ketiganya
Sesampainya didepan gerbang Sindy sudah melihat mobil Raka disana
"Gue duluan yah Abang gue udah jemput" ucap sindy
"Iya sin bye" teriak ketiganya melambaikan tangan pada sindy dan semua hal itu tidak pernah luput dari pandangan seorang Rendy Andreo Angkasa.
Siapa nih yang rindu sama keuwuwan sindy dan rendy, gmn tungguin yah😊
#halli teman-teman ini nih kelanjutan kisah Rendy dan sindy #vote dan comment sangat penting untuk kelanjutan cerita ini #follow saya @harmaaaaaaa soal nya akun lama ke hack #terimakasih
Bonus pict Raka (Silahkan berimajinasi sesuka kalian ini cuma dari author)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.