Chapter 3 (pertemuan yang tak diduga)

179 19 1
                                        

"Tak Ada Yang Salah Dari Sebuah Percobaan Karena Kau Tidak Akan Tahu Apa Episode Selanjutnya Sebelum Kamu Mencobanya Terlebih Dahulu"
~ author ~

"Sepertinya Cinta Tahu Kemana Ia Akan Berlabuh Tapi Kau Harus Ingat Aku Tak Pernah Percaya Dengan Sebuah Kesempatan Kedua Dalam Cinta"
~ Sindy Natalia Fransiska ~

"Mungkin Bagimu Tak Ada Kesempatan Kedua Dalam Cinta Tapi Tunggu Aku Adalah Orang Yang Akan Membuktikannya"
~ Rendy Andreo Angkasa ~

"Rendy...rendy...rendy..."

"Go rendy go rendy go"

"Babang rendy semangat"

"Rendy siapa sih?" batin sindy bertanya - tanya

"Mell siapa sih tuh yang disorakin dari tadi kayaknya namanya baru gue denger yah?" tanya sindy pada melly yang berdiri disamping sindy

"itu sin yang gue maksud cogan itu yang anak baru" jawab melly

"go rendy go rendy go" teriak melly dengan sangat antusias

"oh yang itu si cogan yang lo maksud ganteng juga sih tapi gue nggak tertarik gue mau main PUBG aja deh" ucap afi yang kurang minat dan lebih memilih benda pipih yang ia keluarkan dari saku roknya, perlu kalian ketahui afi jika dilihat - lihat memanglah cewek feminim namun asal kalian tahu hobbynya adalah bermain game online PUBG,

sementara kini sindy masih mencari siapa yang dimaksud rendy oleh sahabatnya menurut suara teriakan yang ia dengar tadi rendy memakai baju dengan nomor punggung 04 dan seketika waktu terasa berhenti serta pasukan oksigen terasa habis sindy tercekat dengan hal yang ia lihat hatinya seketika kembali teriris - iris matanya melotot dan bibirnya tak mampu berucap, pandangan mereka saling bertemu dan tidak ada yang berani memalingkannya namun sindy sekejap memilih mengakhiri pandangan itu.

"Guys gue pergi" hanya itu kata yang mampu ia ucapkan pada sahabatnya, sindypun berlari kembali kekelasnya mengingat dengan jelas wajah yang ia lihat di lapangan tadi dan benar tak bisa ia pungkiri bahwa itu memang benar - benar lelaki yang tiga tahun lalu membuatnya jatuh kejuran keterpurukan dan yang menumbuhkan rasa trauma yang begitu dalam yang dampaknya masih ada sampai sekarang.

Dilain tempat rendy yang masih kaget dengan peristiwa beberapa menit lalu ia memilih berusaha tenang, sindy memanglah prioritas utamanya kembali kenegri ini namun ia harus tetap konsisten permainan basket kali ini harus dimenangkan oleh timnya "ren lo kenapa?" tanya eldrik salah satu anggota tim basketnya

"ehh nggak kenapa - kenapa yaudah lanjutin intinya kita harus menang" jalas rendy yang kembali fokus dengan permainannya.

"Eh si sindy kemana sih kok lama banget?" tanya afi yang merasa sindy sedari tadi juga belum kembali ia fikir sindy hanya akan ketoilet saja namun sepertinya tak lazim jika ketoilet selama ini sebab sindy pergi ketoilet masih diawal pertandingan basket ini sedangkan sekarang pertandingannya akan berakhir

"ahh palingan dia juga balik kekelas" ucap melly yang masih fokus pada pertandingan

"tapi kayaknya ada yang salah deh sama sindy gue sekarang takut nih dia kenapa - kenapa" ucap tari yang sudah mulai khawatir dengan keadaan sindy

"yaudah kita cari sindy deh petandingannya juga udah selesai dan babang rendy gue yang menang tambah cinta deh guenya" celutuk melly dengan riang mengingat pada pertandingan kali ini tim rendy memanglah pemenangnya.

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang