Ini sebenarnya satu part dengan Chapter sebelumnya tapi karena suatu hal jadi aku pisahin, selamat membaca !!!
"Ren lepas nanti ada yang liat" ucap sindy
"Nanti, aku nyaman begini" kekeh Rendy yang begitu nyaman diperlukan sindy
"Nanti kalau udah nikah aku mau peluk kamu terus" tutur Rendy
"Emangnya kamu yakin aku bakalan nikah sama kamu?" Tanya sindy dengan nada menggoda
"Yah yakinlah sekarang aja aku bisa kok" ucap Rendy lagi "mau dinikahin sekarang yah kamu?" Blushhh pipi sindy merah merona seperti kepiting rebus tadinya dia yang ingin menggoda Rendy tapi mengapa sekarang dia yang salah tingkah begini
"Kamu lucu deh kalau salting gitu"
"Kamu sih" mereka pun berdua tertawa sambil masih berpelukan
"Ampun pak boss kami masuk diwaktu yang salah" ucap Bobby dengan suara toa nya
"Aduh kalian kalau mau mesra-mesraan tempel tuh tulisan di pintu 'orang didalam sedang bermesraan jangan diganggu' gitu" melly ikut menyerocos, yah mereka semua Bobby, Martin, Melly, Tari, Afi dan Alvan datang bersama untuk menemui Rendy yang sudah sadar namun pemandangan kedua orang yang berbeda jenis kelamin bermesraan yang menyambutnya sedangkan sindy yang kepergok seketika melepas pelukannya dia malu dipergoki sedang berpelukan mesra dengan Rendy namun Rendy yang faktanya juga kepergok seolah cuek bahkan seperti tak terjadi apa-apa
"Lo semua ganggu aja" ucap Rendy
"Yaudah lanjutin gih kita keluar aja Yo" ucap Martin
"Eh jangan kalian semua masuk aja" ucap sindy "biar aja sayang" ucap Rendy yang mendapat pelototan dari sindy
"Kalau ibu negara yang udah bicara apa boleh buat" ucap Martin yang masuk langsung duduk di sofa rumah sakit tepatnya ruang VIP ini
"Lemah Lo bro sama pacar takut" ucap Bobby dengan tawa
"Diam Lo" nyolot rendy
"Gimana keadaan Lo ren?" Tanya alvan yang sedari tadi terdiam
"Baik, makasih udah datang" ucap rendy, saya terangkan lagi Rendy bukan sosok pendendam jadi sepertinya ia sudah melupakan kejadian beberapa hari yang lalu dengan alvan
"Yang kemarin gue minta maaf" ucap alvan lagi
"Gue yang seharusnya minta maaf sama kalian semua" ucap Rendy
"Kita lupain masalah itu sekarang kita pesan makanan" teriak Bobby
"Ampun deh Bob telinga gue bisa rusak kalau Lo teriak Mulu" marah tari dihadiahi cengengesan oleh Bobby
"Gue yang pesan" ucap afi diangguki yang lainnya
Tidak lama makanan mereka datang via delivery mereka pun memakannya sambil bercerita riah sesederhana ini namun membawa kebahagiaan
Pintu ruangan terbuka menampakkan mama Rendy yang datang dengena menenteng kantong yang dapat ditebak berisi makanan namun yang membuat mereka kaget dan malas adalah orang yang masuk setelah mama Rendy dia Jesicca
"Dia lagi" ucap melly yang begitu muak melihat dedemit yang satu itu
"Hai ren gimana keadaan kamu?" Tanya Jesicca yang kini sudah berada dihadapan Rendy
"Seperti yang Lo liat" jawab Rendy
"Aku baru bisa jengukin kamu hari ini"
"Gapapa" ucap Rendy menggenggam tangan sindy ia merasakan ada perubahan raut wajah pada gadisnya itu
"Lo nggak datang juga ga masalah kali" tariak Melly dari arah soffa
"Mereka siapa sih?" Tanya Jesicca pasalnya ia belum berkenalan dengan teman-teman Rendy
"Mereka sahabat gue" jawab Rendy
"Nih Tante bawain makanan" ucap mama Rendy yang sudah kembali dari toilet tadinya Rani mama Rendy menaruh kantung makanan itu di atas meja sebelum masuk ke toilet ruangan rendy
"Makasih Tan" ucap mereka yang duduk di sofa
"Kalian temenin Rendy yah, tante keluar dulu" ucap mama Rendy diangguki yang lainnya
Setelah Rani mama Rendy keluar Jesicca kembali membuka mulutnya
"Ren aku suapin kamu yah pasti kamu lapar" tawar Jesicca seolah sindy tak ada disana
"Nggak usah Jes aku bisa sediri" jawab Rendy cuek
"Kalaupun Rendy nggak bisa tuh ada pacarnya Lo nggak dibutuhkan disini, pintu terbuka lebar" kini tari yang mulai bicara ia begitu muak dengan sikap Jesicca
"Terserah gue dong dan gue nggak punya urusan sama kalian jadi Lo, Lo dan Lo semua diam aja" ucap Jesicca menunjuk Melly, tari dan yang lainnya "ohiyya disini ada sindy yah gue cuma mau bilang jagain pacar Lo kalau nggak mau ada yang ambil, gue pulang dulu, ren aku pulang dulu yah" lanjutnya dan setelah mengatakan itu Jesicca berjalan keluar dari ruangan Rendy sungguh benar-benar tidak tahu malu
"Nggak tahu malu banget tuh dedemit" ucap Melly
"Bitch banget" lanjut tari
"Udah guys nggak usah ditanggepin" ucap sindy
"Lo sih ren sok dibaikin orang kayak gitu nggak berhak dibaikin" ucap Melly lagi yang masih belum terima atas perlakuan Jesicca
"Iya gue tau Jesicca itu bukan orang baik, kalian tenang aja" ucap Rendy "kamu percayakan sama aku" lanjutnya pada sindy dan diangguki oleh sindy disertai senyuman simpulnya
"Udah nggak usah bahas dia lagi mending kita makan nih makanan gue udah lapar dari tadi" kini giliran Bobby yang menyahut
"Apaan lo dari tadi Lo yang makan paling banyak" kalian tahu siapa yang menyahut, yah itu tari partner bertengkar Bobby, apakah mungkin akan ada benih-benih cinta diantaranya entahlah hanya waktu yang akan menjawabnya, mendengar perkataan tari yang lainnya ikut tertawa juga.
#vote dan comment sangat mendukung 😭😭😭
#hai guys aku bawain lanjutan kisah Rendy dan sindy nih
#typo dimana-mana
#jangan sampai bosan dulu
#jangan lupa follow Instagram author @harmaaaaaaa akun Instagram author yang lama ke hack huhu pengen nangis...
KAMU SEDANG MEMBACA
And We Meet Again (Completed)
Novela JuvenilKisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
