Chapter 26 (raka pulang)

24 2 0
                                        

Bel sekolah telah berbunyi pertanda waktu belajar mengajar hari ini telah selesai walaupun sebenarnya hari ini SMA Garuda seharian tak belajar dikarenakan rapat guru maklum saja baru awal semester genap dan tak terasa kelas 12 sudah kembali disibukkan dengan bimbingan belajar tambahan untuk persiapan ujian

"Pulang sama siapa sin?" Tanya Melly pasalnya sindy tak membawa kendaraan hari ini

"Naik kendaraan umum deh gue, papa kayaknya juga lagi sibuk" jawab sindy

"Bareng gue aja sin gue bawa mobil kok" ajak tari

"Nggak usah arah rumah Lo sama gue jauh banget" tolak sindy

"Gue duluan yah nyokap gue udah jemput katanya mau ditemenin ke butik" ucap afi yang sudah melihat mobil mamanya parkir didepan pagar

"Gue juga yah guys beb Martin udah nunggu, takut lama katanya kelas 12 mau ada bimbingan" pamit Melly yang berlari keparkiran motor

"Ikut aja kali sin sama gue" bujuk tari lagi

"Nggak deh tar gue naik taxi bisa kok, sana gih Lo pulang" ucap sindy

"Yaudah gue pulang yah Lo hati-hati" ucap tari diangguki sindy.

Sindypun berjalan keluar menuju halte sepertinya tak ada taxi yang lewat mungkin ia harus naik angkot atau ojol kali ini namun tak lama sebuah mobil yang sangat ia kenali berhenti didepannya

"Halo cantik mau nebeng?" Tanya lelaki itu sedangkan sindy masih shock melihat siapa yang ada dihadapannya itu, laki-laki itu keluar dari mobilnya dan merentangkan tangannya tanpa bicara sindy menghambur kepelukan orang itu

"Kapan pulangnya bang?" Tanya sindy pada Raka

"Baru aja sampai dek langsung kesini jemput kamu" jawab Raka kakak kandung sindy

"Abang nggak bilang kalau pulang hari ini" ucap sindy yang masih memeluk kakaknya itu ia begitu rindu dengannya

"Kalau kasi tahu kamu duluan yah kan namanya bukan suprise" ucap Raka tertawa "yaudah yuk pulang mama pasti udah nunggu" ajak Raka dan diangguki sindy jika ada yang melihat kedekatan keduanya pasti mereka akan mengira bahwa sindy dan Raka adalah pasangan kekasih seperti halnya yang dirasakan Rendy saat ini dari jarak beberapa meter ia melihat gadisnya berduaan dengan lelaki lain dan begitu dekat, sedikit informasi bahwasannya Rendy tak mengetahui jika sindy mempunyai seorang kakak karena sejak SMA Raka sudah bersekolah diluar negri hingga kini saat kuliah dan Raka hanya pulang ke Indonesia beberapa kali dalam setahun dan sindy belum pernah menceritakan perihal Raka pada Rendy.

"Cepat banget Lo antar sindynya" celutuk Bobby ketika melihat Rendy masuk kedalam kelas

"Udah balik dia" ucap Rendy

"Yah tuh kan sindy udah pulang Lo sih kelamaan" ucap Bobby

"Sama temennya?" Tanya alvan

"Sama cowok" jawab Rendy kesal

"Woww siapa tuh? Lo ada disini alvan juga disini jadi siapa?" Tanya Bobby dengan gaya alaynya dan hanya didiami oleh Rendy hal itu membuat alvan dan Bobby saling pandang sebab jika Rendy sudah dalam mode cemburu begini tidak ada yang bisa menebak bahwa apa yang akan terjadi selanjutnya.

Sesampainya dirumah sindy masih bergelayut dilengan Raka menyalurkan rasa rindu yang mendalam "assalamualaikum kita pulang" ucap sindy berteriak membuat raka menutup kupingnya

"Ya ampun sin suaranya bisa dikecilin nggak mama bisa tuli tiap hari denger suara toa kamu" ucap sang mama

"Abisnya sindy seneng banget Abang pulang"

"Yaudah sini makan dulu, Raka ayo makan dulu, tadi langsung jemput sindy belum sempat makan kamu" ucap Anita

"Iya ma" Raka dan sindy pun berjalan kemeja makan

"Ganti bajunya dulu dek" perintah Raka pada sindy

"Ohiya lupa" ucap sindy dengan cengiran bodohnya akhirnya ia kekamarnya dulu mengganti seragam sekolahnya ia begitu senang Raka pulang setidaknya dengan kehadiran Raka bisa mengurangi kesedihannya dan permasalahannya dengan Rendy, setelah mengganti seragamnya sindy kembali turun dari lantai dua menuju meja makan

"Wah banyak banget ma makanannya" ucap sindy melihat makanan yang begitu banyak dimeja makan

"Kan Abang kamu pulang kapan lagi mama masak buat Abang, jadi dibanyakin deh" ucap Anita yang juga sama senangnya dengan sindy mengetahui anak sulungnya pulang hari ini

"Papa kapan pulang ma?" Tanya sindy lagi

"Mungkin sore" jawab Anita diangguki kedua anaknya "gimana kuliah kamu Raka?" Tanya Anita pada Raka

"Alhamdulillah baik ma, semuanya aman-aman aja" jawab Raka

"Bagus deh, nggak kerasa udah nggak lama lagi kamu wisuda habis itu perusahaan harus kamu yang jalanin" ucap Anita tersenyum bangga melihat Raka yang tumbuh dengan baik walaupun jauh dinegeri orang

"Iya ma" balas arka tersenyum balik inilah moment yang sangat dirindukan saat di Prancis sana

"Kalau kamu sin gimana sekolahnya sayang?" Tanya Anita pada sindy

"Baik juga kok ma" jawab sindy dan setelah itu mereka melanjutkan makannya.

Bimbingan telah selesai seluruh siswa-siswi sudah dibolehkan pulang kerumah

"Ren kamu janji mau anterin aku pulang" ucap Jesicca pada Rendy

"Yaudah ayo gue anterin" ucap Rendy, Jesicca pun mengekori Rendy yang berjalan terlebih dahulu kearah mobilnya

Sedangkan dirumah sindy setelah makan ia masuk kedalam kamarnya tak berselang lama Raka mengetuk pintu kamar adiknya

"Dek Abang boleh masuk nggak?" Tanya Raka dari luar kamar

"Masuk aja bang nggak kekunci kok" balas sindy "ada apa bang?" Tanya sindy lagi

"Masih rindu aja sama adik Abang yang manja ini" ucap Raka sambil tersenyum "udah punya pacar nggak?" Tanya Raka sedangkan yang ditanya hanya terdiam tak lama sindypun mengangguk

"Aku balik sama Rendy bang orang yang pernah aku ceritain dulu" ucap sindy tertunduk

"Asal kamu bahagia dan itu pilihan kamu Abang selalu dukung" mendengar kata itu sindy menangis dan memeluk Raka

"Eh kok nangis, ada masalah yah sama Rendy?" Tanya Raka yang sudah mengetahui gelagat adiknya ini akhirnya sindy mengangguk mengiyakan

"Abang cuma bisa bilang kalau ada masalah jangan lari dari masalah itu coba selesaiin dulu" nasehat Raka

"Tapi dia yang ngehindar bang" sindy membela dirinya

"Justru karena dia menghindar kamu yang harus mendekat, kalau dua-duanya ngehindar ga ada titik temunya dong" lanjut Raka

"Makasih bang udah mau dukung sindy makasih juga udah mau jadi pendengar dan penasehat untuk sindy" ucap sindy memeluk erat raka

"Udah tugas Abang kan itu" ucap Raka tersenyum membalas pelukan sindy "yaudah kamu tidur sekarang Abang mau balik juga kekamar" sindy pun mengangguk dan melepas pelukannya

"Selamat malam abangku sayang" ucap sindy pada raka

"Selamat malam juga tuan putri mimpi indah yah" akhirnya Raka menutup rapat pintu kamar sindy

Dibalik masalahnya lagi-lagi sindy tetap harus bersyukur karena masih memiliki keluarga yang begitu menyayanginya.

#ada lagi nih lanjutan kisah sindy dan Rendy
#jangan bosan dulu
#vote dan comment sangat membantu untuk melanjutkan cerita ini
#typo dimana-mana
#salam sayang dari author 💖💖💖

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang