Chapter 12 (terbongkar)

75 10 0
                                        

Selepas penampilannya dihari lalu kini semua siswa siswi kembali dengan aktivitas rutin pembelajaran namun sepertinya siswi yang tengah mengamati papan tulis dan guru yang menjelaskan sedang berfikir keras dirinya memang ada didalam kelas namun pikirannya sudah melayang kemana - mana tepatnya pada satu nama yang sejak kemarin selalu membuatnya bimbang entah apa yang selanjutnya akan terjadi baginya waktulah yang akan menebaknya

"Sindy jelaskan kembali apa yang tadi saya jelaskan!" perintah pak guno guru sejarah kelas sindy

"Hmm... anu pak itu tadi saya apa yah... eh anu pak" ucap sindy dengan bodohnya sebab ia memang tak tahu apa yang dijelaskan gurunya tadi

"Apa? Kamu pasti tidak memperhatikan saya ya, sekarang kamu keluar dari jam saya dan hormat didepan tiang bendera" perintah pak guno yang sudah emosi

"Tapi pak saya kan..." ucap sindy terpotong oleh suara pak guno yang nyaring membentak

"Tidak ada tapi - tapian sekarang keluar atau nilai kamu saya remedikan semua" ucap pak guno membentak guru ini memang dikenal galak oleh banyak siswa - siwi

"Baik pak" balas sindy dengan berjalan lesuh keluar kelas, sindy bisa saja kabur dari hukumannya dan pergi kekantin atau bisa ke uks dengan alasan sakit namun sepertinya ia sangat bad mood untuk semua opsi itu dan apa boleh buat ia terpaksa harus menerima hukuman

"sekali - kali patuh mungkin lebih baik" ucap sindy yang sudah hormat didepan tiang bendera

Sepertinya waktu berjalan sangat lambat, cucuran keringat sudah membasahi tubuhnya sinar matahari hari ini sangatlah terik satu jam telah berlalu dan sepertinya pak guno belum juga selesai mengajar terhitung jam pelajarannya hari ini adalah tiga jam dan masih tersisa satu jam lagi untuk mengajar dan begitu pula dengan sindy tersisa kurang lebih satu jam lagi untuk berdiri diposisinya seperti sekarang namun sepertinya ia sudah tak tahan lagi pilihannya tadi tak memilih kantin ia sesali sekarang dan entah angin dari mana penglihatannya mulai menghitam, kakinya tak bisa menopang tubuhnya lagi dan kepalanya pusing terakhir yang ia rasakan ada seseorang yang menangkapnya dari belakang dan setelah itu kata pingsan tepat untuk dirinya sekarang ini

Orang yang menolong sindypun kini membawa sindy ke ruang uks, banyaknya tatapan mata yang memandangnya tak mengurungkan niatnya ia dengan santainya mengendong sindy ala brydel style ke uks

"Cepat beri dia perawatan" ucap orang itu dengan nada sediki menggertak siswa - siswi yang sedang piket di uks

Sekitar 15 menit kemudian sindypun sadar yang pertama ia tangkap adalah wajah seseorang yang tersenyum tulus padanya

"Gue dimana?" tanya sindy yang masih sedikit pusing

"Lo di uks tadi pingsan, pasti tadi nggak sarapan kan?" ucap rendy dengan mengelus rambut sindy dan yang diperlakukan seperti itu hanya mengangguk

"Sekarang lo makan ya, gue suapin" ucap rendy lagi dan lagi - lagi sindy hanya mengangguk pasrah, ia memang tak sarapan jadi rugi jika harus menolaknya

Sekitar 10 menit sindy sudah menghabiskan makanannya "gue mau kembali kekelas, makasih udah ditolongin" ucap sindy dengan berdiri dari posisinya dan melangkah menjauh

"Gue antar aja" ucap rendy dengan mengenggam tangan sindy dan berjalan beriringan, tidak jauh dari tempatnya berjalan ada sepasang mata yang melihatnya dengan raut wajah kebencian

"Makasih ya ren aku masuk dulu" ucap sindy

"Iya sama - sama, besok kalau mau kesekolah sarapan dulu dan jangan mikirin gue terus kalau lagi belajar nanti dihukum lagi" balas rendy dengan senyuman penuh arti sedangkan sindy hanya tersenyum malu bagaimana mungkin rendy bisa tahu soal itu tapi sudahlah itu bukanlah urusannya

"Eh sin udah balik, maaf yah nggak nemuin lo di uks tadi pak guno keluarnya lama banget eh pas keluarnya bu aning udah masuk gitu aja" ucap melly dengan sedikit drmatis namun tulus yang kemudian diangguki oleh afi dan tari

"Iya nggakpapa gue juga nggak kenapa - kenapa cuman tekor aja tuh dihukum sama pak guno" ucap sindy dengan sedikit kekehan

"Eh tapi tadi banyak loh yang gosipin lo katanya ditolongin sama rendy, emang bener?" tanya tari kepo

"Iya bener" jawab sindy

"Eddeh untung banyak dong loh" ucap melly dengan tertawa

"Biasa aja kali" ucap sindy dan kembali duduk dikursinya sebab 10 menit lagi pelajaran akan dimulai lagi

Dilain tempat alvan sudah mengepalkan tangannya sambil menunggu seseorang

"Van semuanya bisa dibicarain baik - baik, jangan gegabah" ucap martin memberi saran

"Gue emang dingin sama cewek, cuek malahan sama banyak orang tapi ini beda ini sindy, lo tau sendirikan gue cinta sama sindy"

"Iya gue tau tapi bisa aja yang lo liat itu nggak semuanya benar" ucap martin lagi

"Udah jelas tin gue lihat pake mata kepala gue sendiri" sarkas alvan dengan emosi yang sudah memuncak, sedangkan bobby entah ia akan berpihak kemana ia juga cukup kaget setelah mendengar cerita alvan

Tidak lama seorang lelaki datang dengan wajah santainya

"Eh sipenikung udah datang" ucap alvan seketika

"Eh kalian, penikung apaan?" tanya rendy

"Nggak usah sok bodoh lo gue udah muak" ucap alvan dan bersiap menghabisi rendy

"Maksud lo a...?" belum sempat rendy menyelesaikam ucapannya alvan sudah mengdahuluinya dengan meninju perut rendy

Brukk...

Rendy tersungkur kelantai dengan penuh emosi alvan menarik kerah baju rendy dan menghajarnya habis - habisan sampai rendy mengeluarkan darah disudut bibirnya, meski sudah lemah rendy berusaha melawan dan dengan satu kali bogeman alvan sudah tersungkur juga kelantai,

Brukk...

bobby dan martin sudah melerainya namun sepertinya memang sangat sulit untuk dipisahkan

"Lo kenapa sih van, gue salah apa ha?" tanya rendy yang sudah naik emosi juga

"Lo sahabat bangsat datang - datang kesekolah ini dan langsung ambil sindy bangsat lo ren, ha dan jangan sok lo disitu gue tau kalau sindy itu mantan lo banci lo nggak jujur sama kita" ucap alvan dengan bangkit dari jatuhnya dan bersiap menyerang rendy namun ada bobby dan martin yang memisahkannya dan membawa mereka pergi secepatnya sebelum ada guru yang melihatnya

Dan disinilah rendy tahu apa masalahnya yaitu tentang dirinya dan sindy yang belum pernah ia ceritakan kesahabatnya.

Hay guys konflik udah mulainih jangan bosen dulu yah...
#Budayakan vote dan commentnya...
Terima kasih...

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang