Chapter 16 (memulai kembali)

36 4 0
                                        

Pagi harinya Rendy menepati janjinya untuk menjemput sindy

"Sin tuh jemputan udah datang" ucap mamanya dari bawah

"Iya tunggu" jawab sindy

"Kalian sarapan dulu yah sebelum kesekolah, bareng papa juga" ucap mama sindy

"Iya ren, kamu sarapan dulu deh" ajak sindy dan Rendy hanya mengangguk

Semuanya pun mulai memakan makanan maisng-masing tanpa ada yang berbicara dan hanya suara sahutan sendok dan piring yang saling beradu hingga papa sindy Atalarik mengangkat suara

"Udah balikan?" Tanya Atalarik menatap Rendy dengan tatapan cukup tajam seperti halnya mengintrogasi calon menantu

"Iya om udah" jawab rendy berusaha cool namun tetap saja ketegangan terpancar jelas diwajahnya

"Jagain anak saya, kali ini saya kasi ijin tapi sampai kamu sakitin dia lagi ga ada ampunan lagi" ucap Atalarik tegas

"Iya om pasti saya jagain sindy itu janji saya" ucap Rendy menimpali seruan Atalarik

"Baguslah, saya tunggu buktinya" ucap Atalarik mengakhiri dan bersiap pergi kekantor, begitu pula dengan Rendy dan sindy yang akan segera kesekolah

"Pa ma sindy sama Rendy berangkat dulu" ucap sindy menylimi tangan mama dan papanya

"Rendy juga pamit Tante om" ucap Rendy

"Hati-hati kalian" tambah mama sindy

"Iya ma" jawab sindy

Sindy dan Rendy pun memasuki area parkiran semua pasang mata menatap mobil yang sudah memasuki area parkiran itu, sedangkan sindy hanya tinggal mematung dikursinya dari balik jendela

"Kenapa?" Tanya Rendy

"Takut...malu..." Ucap sindy hampir tak terdengar oleh Rendy

"Ga ada yang mesti ditakutin kan ada aku, terus ngapain malu malahan kamu itu harus bangga punya pacar ganteng dan keren kayak aku gini" ucap Rendy dengan begitu percaya dirinya

"PD banget tuh fans-fans kamu pada kepo banget nanti aku diterkam kan takut" balas sindy

"Sin dengarin aku, aku udah milih kamu jadi jangan khawatirin apa-apa lagi, aku selalu ada disamping kamu" tukas Rendy dengan begitu mantap

"Makasih" balas sindy dengan senyuman begitu hangat

"Yaudah yuk turun" ajak Rendy dan diangguki oleh sindy

Rendy dan sindy berjalan berdampingan dengan Rendy yang merangkul posesif pinggang sindy dibarengi tatapan tajam dan dinginnya pada semua orang yang menatap sindy dengan berbagai tatapan, ada yang menatap kagum, irih, bahkan samping tatapan kebencian

"Mereka berdua cocok banget sih couple goals gitu"

"Gue irih pacar gue diambil sama sindy"

"Apaan coba nggak cocok banget sama sindy yang mukanya B aja yah cantikan gue lah"

"Sumpah sindy pasti guna-gunain Rendy fix"

"Mana mungkin Rendy jatuh gitu aja ke sindy"

Begitulah kalimat-kalimat yang dilontarkan para siswi penggemar Rendy, sindy berusaha tetap tenang walau sebenarnya ia sangat ingin melawan tapi jika dipikir lagi nggak ada gunanya juga

"Ga usah didengerin yah" bisik Rendy dan sindy hanya mengangguk menanggapinya hingga akhirnya mereka sampai didepan kelas sindy

"Kamu masuk gih, nanti istirahat aku nemuin kamu lagi" ucap Rendy

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang