Malam ini sindy harus menepati janjinya untuk bertemu rendy kini sedari tadi ia mengotak atik lemarinya untuk mencari pakaian yang pas untuk malam ini tadi rendy mengiriminya pesan bahwa ia akan makan malam oleh karena itulah ia harus memakai pakaian yang bagus siapa yang tahu rendy akan membawanya kerestoran mahal berbintang lima sungguh tidak pas jika ia hanya memakai pakaian kaos biasa mungkin misalnya gaun simple itu lebih baik tanpa sindy sadari ternyata sedari tadi mamanya sudah ada didepan pintu memperhatikan anaknya yang kewelahan memilih pakaian
"Mau kemana sih sin? Mama lihat kamu kewelahan banget cari baju emang baju apasih yang dicari?" tanya anita pada anaknya
"Eh mama udah pulang, kapan pulangnya ma?" tanya sindy pada mamanya karena yang diketahui orangtuanya ada disingapura namun kini mamanya sudah ada dirumah
"Baru aja sampai mama cuma nemenin papa terus pulang lagi kan mama masih ada kerjaan, oh iya kamu mau kemana sayang?" tanya anita lagi pada sindy
"Ini ni mah aku mau makan malam sama temen tapi nggak tau gaun mana yang pas" jawab sindy
"Emang temennya siapa sih? Kalau sama sahabat kamukan nggak sepusing itu milihnya" ucap anita
"Sama cowok ma sindy harus cantik" ucap sindy sedikit berfikir
"Oh anak mama udah punya pacar kok nggak dikenalin sih" ucap anita sedikit menggoda anaknya itu
"Cuman temen kok ma" elak sindy dengan mengerucutkan bibirnya
"Iya deh temen, emangnya siapa sih?" tanya anita lagi dengan ikut duduk disamping sindy
"Rendy" jawab sindy dengan sedikit melirik mamanya
"Oh jadi ada yang cinta lama bersemi kembali" ledek anita pada sindy sambil tertawa kecil
"Mama apaansih sindy nggak kenal tuh sama yang namanya gituan" ucap sindy pada mamanya
"Sayang mama nggak ngelarang kamu untuk jatuh cinta lagi malahan mama selalu tunggu moment dimana kamu mau membuka hati untuk seseorang lagi, mama juga nggak ngelarang kamu untuk jatuh cinta sama siapa aja yang penting orang itu bisa nuntun kamu kejalan yang lebih baik lagi kalaupun pada akhirnya kamu kembali lagi sama rendy mama juga nggak bisa larang kamu tapi satu yang harus kamu ingat ikuti kata hati dan jalan pikiran kamu, kamu harus bisa menyelaraskan antara hati dan logika fikiranmu sin" jelas anita panjang lebar
"Sindy juga nggak tau ma sampai sekarang sindy masih teguh pendirian sama prinsip aku kalau nggak ada kesempatan kedua dalam hidup sindy, itu juga karena aku udah damai sama rendy jadi sindy anggap makan malam ini cuman hal biasa, aku minta doa dari mama yah semoga pilihan sindy yang terbaik" ucap sindy pada mamanya
"Pasti sayang, mama selalu doain kamu, yaudah lanjut milih bajunya deh kayaknya yang warna hitam itu cocok tuh kelihatan simple tapi elegan" saran anita pada anaknya
"Iya bagus ni kayaknya aku pilih ini aja deh" respond sindy terhadap gaun pilihan mamanya
"Yaudan mama keluar dulu semoga bahagia" ucap anita sambil keluar dari kamar anaknya
"Sipp ma, selamat istirahat" balas sindy yang mendapati senyuman hangat dari mamanya.
Gaun hitam polos dibawah lutut, gaun yang membuat bahunya sedikit nampak dengan kalung berlian putih yang menggantung dileher jenjangnya, sepatu tinggi elegan, serta rambut yang digerai lengkap dengan sebuah tas mahal melengkapi penampilan sindy malam ini ia sangat cantik dengan balutan make up tipis yang sangat natural namun tetap terlihat mewah.
"Udah gini aja" ucap sindy didepan cermin "sebenarnya untuk apasih gue make up kan ini cuman makan malam biasa nggak ada yang spesial tapi nggakpapa lah sekali - kali, udah lama juga nggak make up nggak kayak melly tuh yang tiap hari" tiba - tiba ingatan tentang melly yang sangat suka berdandan muncul difikiran sindy yang membuatnya sedikit tertawa mengingat tingkah sahabatnya itu "astaga gue lupa ceritain tentang perdamaian gue sama rendy, besok aja deh" ucap batin sindy, tidak lama ia mendengar suara bel rumahnya berbunyi yang ia yakini bahwa itu rendy
KAMU SEDANG MEMBACA
And We Meet Again (Completed)
Teen FictionKisah seorang gadis remaja yang tak percaya dengan kesempatan kedua termasuk dalam hal percintaan, pernah ditinggalkan tanpa adanya penjelasan membuatnya membenci lelaki tersebut, mungkin ini sebuah jawaban dari hatinya yang kosong selama ini atau i...
