chapter 10 (tampil)

59 9 0
                                        

Hari ini adalah hari terakhir untuk rendy dan teman bandnya untuk latihan termasuk juga dengan sindy semuanya sudah matang tinggal sedikit latihan semua akan terlihat perfect namun untuk latihan kali ini sepertinya  sindy terlambat datang, rendy, bobby serta hendro sudah bersiap sedari tadi tapi apa boleh buat vocalisnya belum datang

"Eh bro kok si sindy belum datang juga yah manasih tuh anak?" ucap bobby pada rendy dan hendro

"Tunggu aja" ucap rendy dengan mengetikkan sesuatu yang dikirim kenomor seseorang yang ia khawatirkan siapa lagi jika bukan sindy

"Iya kali aja dia masih ada tugas yang mau dikerjain" ucap hendro dengan pandangan tetap tertuju pada handphonenya

"Eh tuh yang ditunggu udah datang, oh rupanya lagi sama pangeran" ucap bobby dengan suara meledek sebab sindy datang bersama alvan

"Roman - romannya ada yang baru jadiannih" ucap hendro ikut meledek sindy dan alvan sementara rendy ada perasaan cemburu yang hinggap didirinya namun apa boleh buat ia juga dan sindy tidak memiliki hubungan apa - apa

"Sekarang latihan tuh tangan dilepas sindy mau nyanyi" ucap rendy ketus dengan menunjuk tangan alvan yang masih asik mengenggam tangan sindy, sedangkan sindy yang sadar akan hal itu buru - buru melepasnya dari alvan

"Yaelah ren liat temen bahagia dikit napa" ucap bobby yang membuat alvan dan hendro tertawa

"Emangnya lo berdua udah jadian?" tanya hendro yang sudah bersiap untuk latihan

"Doain aja" ucap alvan yang membuat rendy mengepal tangannya sedangkan sindy tidak habis fikir mengapa alvan masih berharap padanya jelas - jelas ia telah menolaknya

Latihanpun sudah dimulai sindy bernyanyi dengan begitu merdu sampai akhir

"Udah selesai?" tanya alvan yang diangguki oleh bobby

"Yaudah sin balik ya" ajak alvan

"Yaudah kak, semuanya sindy balik duluan ya" ucap sindy pada ketiganya

"Iya sin hati - hati ya nanti diajak ke KUA tuh sama si alvan" ucap bobby dengan kekehan sedangkan sindy hanya tersenyum menurutnya bobby memang hobby melucu dan diliriknya rendy yang hanya menatap sindy dengan wajah datar tak bergairah ada rasa bersalah pada diri sindy sebab semenjak tadi latihan ia belum pernah bertegur sapa dengan rendy padahal keduanya sudah damai

"Eh ren lo mau kemana?" tanya hendro

"Pulang" jawab rendy dingin

"Eh buset ini anak ketus banget deh dari tadi PMS yah neng" ucap bobby yang mendapat tatapan tajam dari rendy sedangkan hendro susah payah menahan tawanya melihat nyali bobby yang seketika curut mendapat tatapan dari rendy dan setelah itu rendypun keluar dari ruang musik

Sesampainya diparkiran bukannya moodnya membaik namun malah semakin memburuk matanya kembali menangkap pemandangan yang tidak mengenakkan baginya, ia melihat sindy tertawa bersama alvan diatas motor dan mereka berduapun pulang bersama ada ego dan cemburu dalam diri rendy yang tidak layak tumbuh untuk sekarang ini, rendypun menaiki motornya dan pulang kerumah ia berharap melihat wajah mamanya bisa membuat moodnya kembali baik lagi

Sesampainya dirumah rendy memarkirkan motornya ia melangkahkan kakinya masuk kerumah dan mendapati mamanya duduk didepan TV menonton serial telvisi yang menjadi viral akhir - akhir ini

"Assalamualaikum" ucap rendy

"Waalaikumsalam, eh anak mama udah pulang gimana perkembangannya ren?" tanya rani mama rendy

"Maksud mama?" tanya rendy yang tak mengerti

"Sindy siapa lagi" jawab rani

"Susah ma" ucap rendy dengan nada lesu

And We Meet Again (Completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang