Aku Tidak Pernah Mencari Mereka

21 1 0
                                        

Kalau ada satu pertanyaan yang paling sering kuterima sejak dulu, mungkin pertanyaan itu adalah, "Kalau memang bisa melihat mereka, kenapa tidak sekalian dipanggil saja?"

Atau yang lebih ekstrem, "Kalau tahu tempat angker, ayo kita uji nyali."

Bahkan ada yang bertanya dengan wajah begitu serius.

"Bang, kalau bisa ngomong sama mereka, coba tanya nomor togel."

Aku hanya tertawa mendengarnya.

Entah harus mulai menjelaskan dari mana. Rasanya orang-orang terlalu banyak menonton film horor sehingga mengira semua makhluk gaib itu sama. Seolah-olah mereka semua senang memperlihatkan diri, senang diajak bicara, lalu dengan sukarela menjawab semua pertanyaan manusia.

Padahal kenyataannya jauh berbeda, setidaknya menurut apa yang selama ini kualami.

Tidak semua dari mereka ingin dilihat.

Tidak semua dari mereka ingin diajak berbicara.

Bahkan ada yang mati-matian berusaha menghindar ketika sadar bahwa aku dapat melihat mereka.

Mungkin terdengar aneh.

Bukankah selama ini yang sering diceritakan adalah mereka suka menampakkan diri? Suka mengganggu manusia? Suka membuat orang ketakutan?

Memang ada yang seperti itu.

Tetapi tidak semuanya.

Aku pernah beberapa kali bertemu dengan sosok yang justru berpaling ketika mata kami bertemu. Bukannya mendekat, dia malah berjalan menjauh secepat mungkin.

Awalnya aku mengira itu hanya kebetulan.

Namun lama-kelamaan aku sadar, itu terjadi lebih dari sekali.

Suatu sore, ketika aku pulang dari sekolah, aku melihat seorang perempuan duduk sendirian di halte yang sudah lama tidak digunakan. Pakaiannya tampak lusuh, rambutnya panjang menutupi sebagian wajah.

Aku sempat mengira dia hanya orang biasa yang sedang menunggu kendaraan.

Tetapi ada sesuatu yang berbeda.

Orang-orang yang lewat di depannya sama sekali tidak melirik ke arahnya.

Tidak ada yang merasa aneh.

Ketika aku menoleh sedikit lebih lama, perempuan itu perlahan mengangkat wajahnya.

Tatapan kami bertemu.

Biasanya, jika makhluk seperti itu sadar aku melihatnya, mereka akan tersenyum, melambaikan tangan, atau sekadar memperhatikanku balik.

Namun perempuan itu justru terlihat terkejut.

Benar-benar terkejut.

Dia segera berdiri.

Menundukkan kepala.

Lalu berjalan cepat menjauh.

Bukan berjalan seperti manusia biasa.

Tubuhnya meluncur pelan tanpa suara, lalu menghilang di balik pepohonan.

Aku hanya berdiri mematung.

"Aneh..." gumamku dalam hati.

Hari itu aku tidak mengejarnya.

Aku juga tidak memanggilnya.

Kenapa harus?

Kalau seseorang saja tidak ingin diajak bicara, kita tentu harus menghormatinya.

Begitu pula dengan mereka.

AKU INDIGO ???Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang