Kalau ada satu kesalahan yang paling sering kulihat ketika orang membicarakan dunia gaib, mungkin kesalahan itu adalah menganggap semuanya sama.
Yang berambut panjang disebut kuntilanak. Yang bertubuh besar disebut genderuwo. Yang kecil disebut tuyul. Yang menyeramkan disebut setan.
Kalau tidak tahu namanya, ya tinggal disebut hantu.
Seolah-olah semuanya berasal dari tempat yang sama.
Semakin sering aku melihat, justru semakin kusadari bahwa tidak semua berasal dari alam yang sama.
Ada yang menurut pemahamanku adalah arwah manusia.
Ada yang berasal dari bangsa jin.
Ada pula yang sama sekali tidak pernah benar-benar kupahami.
Kalau berbicara tentang sosok yang paling sering dilihat manusia, menurut pengalamanku justru bukan bangsa jin.
Melainkan mereka yang oleh masyarakat sering disebut hantu.
Namanya berbeda-beda di setiap daerah.
Ada yang menyebut genderuwo. Ada yang menyebut kuntilanak. Ada yang menyebut pocong.
Ada pula yang memiliki nama lain sesuai budaya masing-masing.
Sejak kecil, justru merekalah yang paling sering kulihat.
Mungkin karena memang merekalah yang paling dekat dengan kehidupan manusia.
Atau mungkin karena hanya mereka yang paling mudah terlihat oleh orang-orang yang memiliki kepekaan tertentu.
Aku menyebutnya sebagai tingkatan pertama.
Biasanya...
Mereka adalah pengalaman pertama.
Aku sendiri tidak terlalu suka menggunakan istilah "hantu."
Karena kata itu seolah-olah menjelaskan semuanya.
Padahal belum tentu.
Ada yang menurut keyakinanku hanyalah bangsa jin yang menyerupai manusia.
Ada pula yang mungkin berkaitan dengan ruh yang belum selesai urusannya menurut kepercayaan masyarakat.
Aku tidak ingin membahas mana yang benar secara mutlak.
Yang kuceritakan hanyalah apa yang selama ini kulihat.
Yang menarik justru begini.
Banyak orang berkata,
"Kalau hantu itu cantik berarti baik."
Aku hanya tersenyum setiap mendengar kalimat itu.
Entah sejak kapan muncul anggapan seperti itu.
Padahal menurut pengalamanku justru sebaliknya.
Semakin dalam seseorang dapat melihat...
Semakin berkurang "keindahan" yang tampak.
Kalau penglihatannya masih sangat dangkal, mungkin yang terlihat hanyalah perempuan cantik berambut panjang.
Kulit putih. Baju bersih. Senyum manis.
Persis seperti cerita-cerita di televisi.
Namun semakin jelas penglihatannya...
Perlahan wajah itu berubah. Kulitnya mulai terlihat pucat. Mata yang tadi indah berubah kosong. Lehernya tampak patah. Pakaiannya robek. Tubuhnya dipenuhi luka.
Kadang masih terlihat bekas darah. Kadang terlihat seperti kondisi terakhir sebelum meninggal.
Aku pernah mengalaminya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU INDIGO ???
Non-Fiction[#100 HOROR 2017]. [#3-10 TRUESTORY 2017-2019]. [#5 INDIGO 2018]. [#2-10 HOROR 2019]. [#1-10 TRUESHORTSTORY Agustus 2019-September 2020]. [#1-100 TRUESHORTSTORY 2016-2022] Ini bukan novel atau pun cerita fiksi tetapi ini adalah pengalaman sang penul...
