"Kalau begitu... pernah melihat malaikat?"
Aku hampir selalu menjawab dengan jawaban yang sama.
"Tidak."
Jawaban itu sering membuat orang terlihat kecewa.
Mungkin mereka berharap aku akan bercerita panjang tentang sayap yang memenuhi langit, cahaya yang menyilaukan, atau sosok-sosok agung yang sulit dijelaskan.
Tetapi aku tidak bisa menceritakan sesuatu yang memang tidak pernah kualami.
Menurut keyakinanku sebagai seorang muslim, malaikat adalah makhluk Allah yang mulia.
Al-Qur'an telah menjelaskan sebagian tentang mereka.
Hadis juga menjelaskan sebagian lainnya.
Namun apakah aku pernah melihat mereka?
Tidak.
Dan aku tidak merasa perlu mengaku pernah hanya agar ceritaku terdengar lebih menarik.
Justru bagiku, mengakui bahwa "aku tidak tahu" jauh lebih jujur daripada memaksakan sebuah cerita.
Aku juga meyakini bahwa tidak semua manusia diberikan kemampuan melihat malaikat.
Kalaupun ada, itu merupakan keistimewaan yang Allah berikan kepada nabi dan rasul dalam peristiwa-peristiwa tertentu.
Bukan sesuatu yang bisa dicapai hanya karena seseorang merasa memiliki mata batin.
Karena itulah aku selalu berhati-hati.
Kalau ada orang berkata,
"Aku bertemu malaikat tadi malam."
Aku tidak langsung percaya.
Bukan berarti mustahil.
Tetapi menurutku, perkara seperti itu terlalu besar untuk diucapkan sembarangan.
Lalu muncul pertanyaan berikutnya.
"Kalau begitu... penghuni langit yang sering kamu lihat itu siapa?"
Nah, di sinilah menurutku banyak orang mulai mencampuradukkan berbagai hal.
Sejak kecil aku sering mendengar cerita bahwa pelangi adalah jalan turunnya bidadari.
Ada pula yang berkata bahwa ketika hujan selesai, para bidadari sedang menari di langit.
Cerita seperti itu indah.
Mungkin memang dibuat agar anak-anak senang mendengarnya.
Aku sendiri pernah mempercayainya.
Sampai akhirnya pengalaman demi pengalaman membuatku berpikir ulang.
Menurut apa yang kulihat, tidak semua sosok yang berada di langit adalah malaikat.
Tidak semuanya pula bidadari.
Justru sebagian besar yang pernah kulihat lebih dekat dengan bangsa jin.
Aku tahu kalimat ini mungkin terdengar aneh.
Karena selama ini ketika seseorang melihat sosok cantik di langit, orang-orang akan langsung menyebutnya bidadari.
Padahal menurutku belum tentu.
Bisa jadi hanya cara pandang manusia yang memberi nama terlalu cepat terhadap sesuatu yang belum benar-benar dipahami.
Aku pernah mengalami perubahan cara melihat yang cukup menarik.
Dulu, ketika masih kecil, setiap kali hujan berhenti dan pelangi muncul, aku hanya melihat pelangi seperti anak-anak lain.
Indah.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKU INDIGO ???
Non-Fiction[#100 HOROR 2017]. [#3-10 TRUESTORY 2017-2019]. [#5 INDIGO 2018]. [#2-10 HOROR 2019]. [#1-10 TRUESHORTSTORY Agustus 2019-September 2020]. [#1-100 TRUESHORTSTORY 2016-2022] Ini bukan novel atau pun cerita fiksi tetapi ini adalah pengalaman sang penul...
