Happy reading!
...
"Kertas warna lagi! "
"Permisi, saya mau kebelakang dulu. "Pak Rehan pamit. Jessi menatap ke arah Aura,"emang kenapa sama kertas warna ra? "
Aura mengambil nafasnya. "Lo inget gak pas Aldi dibunuh? "
"Jelas ingetlah. "Aura menatap ke arah jessi. "Lo liat ada kertas warna biru dikepalanya? "
"Liatlah, terus apa? "
"Setiap dia ngebunuh orang, dia ngasih kertas warna! "
"Hah? Masa sih, tapi pas Baim meninggal dia enggak dikas-"
"Ada, warna jingga. "
"Hah? Berarti selama ini dia ngasih clue? "
"Iya jess, kita aja yang gak nyadar. "
"Astaga, kenapa gak kepikiran sih. "
"Jess, kayaknya gw harus nyelidikin ini deh! "
"Bukan lo, tapi kita. "
Aura menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Gw gak mau lo kenapa kenapa. "
"Itu udah jadi resiko ra, gw yakin dengan kita kerja sama nyelesain masalah ini. Mau gw atau lo yang tetep hidup, gw bakal terus nyelesain masalahnya ini. "
"I don't agree, this is very dangerous! "
"Bodoamat. "
Jessi terus kekeh dengan keinginannya untuk membantu Aura, namun tetap saja Aura melarangnya.Setelah perdebatan yang cukup panjang dan sedikit menguras tenaga, Aura mengalah.
Sudah hampir malam, namun masih tidak ada kabar dari Bara mengenai Albian. Daddy terus mengintrogasi warga yang melihat pembunuh Mila.
Aura berjalan kekamarnya untuk mengambil ponsel, dia melihat keatas meja belajarnya yang dipenuhi dengan darah.
"Darah!!! "Teriak Aura.
Jessi berlari menaiki tangga melihat Aura yang sedang menjerit histeris, terlihat sebuah bayangan dibalik jendela. Jessi tidak peduli, dia berlari dan menangkap tubuh gadis yang hampir terjatuh itu.
"Raa!!! Lo gapapakan? "
"Jes, itu ada darah? Darah siapa? "
"Gw telepon bokap lo dulu, lo tenang yaa. "
Jessi segera menelpon Arvan, namun nomernya tidak aktif. "Bokap lo ga aktif ra, gw coba nelpon Bara."
"Hallo jes? "
"Ada darah banyak banget dikamar Aura, kayaknya peneror itu dateng kesini. "
"Lo jagain Aura gw sama bisma balik sekarang. "
Tut. Telepon itu dimatikan, jessi membantu Aura untuk turun kebawah. "Jes, hp gw diatas kasur. "Aura menunjuk kearah kasurnya. "Gw ambil, lo tunggu bentar. "Jessi bergegas mengambil ponsel Aura.
Mereka berdua menuruni tangga perlahan, lalu duduk disamping kursi. Jessi merasakan kehadiran seseorang disekelilingnya. Nampak sangat banyak, ia melepaskan kacamata minusnya. Dan benar saja banyak sekali mahluk tak kasat mata.
Jessi perlahan mengusir mereka dengan doa, hingga para mahluk halus itu perlahan pergi. Namun tidak dengan james, arwah itu mendekat dan mengusap kepala Aura.
Jessi sedikit terkejut namun dia berusaha tenang. "Dia temennya daddy jes, jangan diusir. Namanya james. "
"Oke, lo gak takut sama dia? "
"Dia ganteng ko? "
"Ganteng dari hongkong. "
"Dia orang amerika jes bukan hongkong. "
KAMU SEDANG MEMBACA
AURA [COMPLETE]
Misterio / SuspensoSeorang gadis indigo yang mencari tersembunyi didalam kegelapan. Masalah itu dimulai ketika seseorang perlahan pergi meninggalkannya. Sedikit menyeramkan memang, bisa melihat sosok sosok tak kasat mata dan menghadapi seorang psikopat beserta pulu...
![AURA [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/174953203-64-k221819.jpg)