Akhir pekan selalu menjadi momok besar tersendiri bagi Archie. Biasanya cowok itu akan sebal setengah mati pada mamanya.
Tak terkecuali hari ini, saat ia baru saja tertidur tiga jam suara menggelegar seketika melesat merasuki kedua telinganya. Siapa lagi pemilik suara itu selain mamanya?
Wanita paruh baya yang sudah resmi Archie sematkan dengan gelar wanita paling menakutkan sekaligus menyebalkan tersebut berteriak tanpa ragu dari ambang pintu kamar Archie.
Awalnya, Archie pikir mamanya tersebut berteriak menggunakan toa yang ia pinjam dari mesjid atau sekumpulan tukang demonstrasi. Tapi ternyata itu alami, suaranya memang senyaring itu ternyata.
Alhasil, Archie harus merelakan keposesifan kasurnya dan terpaksa bangun. Seperti biasa, setiap hari minggu pagi Catleen akan meminta bantuan anak lelakinya tersebut untuk menata, menyiram, dan memangkas beberapa tanaman di kebun belakang rumah.
Padahal pembantu di rumah mereka cukup banyak, Archie bahkan yakin mamanya bisa membayar petugas kebun yang paling ahli sekalipun untuk merawat kebun ini. Tapi wanita itu malah memilih untuk memanfaatkan dirinya.
"Archie, kamu tuh anak cowok kenapa pemalas banget sih? Nyiram bunga aja loyo!". Protes Catleen dengan wajah galaknya.
"Mama kenapa sih marah mulu kalau aku males? Kan aku nggak ngapa-ngapain".
"Justru karena orang malas itu nggak ngapa-ngapain mama lihatnya jadi emosi".
Archie hanya ber-hmmm pelan sembari melanjutkan aktivitasnya menyirami bunga-bunga milik mamanya.
"Ar, mama denger kamu di sekolah ada nyium cewek ya?".
Kedua mata Archie langsung terbuka lebar. Rasa ngantuk yang semula masih menguasainya tiba-tiba lenyap tak bersisa. Pertanyaan mamanya tersebut seketika membuat jantung Archie berdetak kencang.
"Mampus, mama tahu!". Bathin Archie.
"Kok diem? Beneran ya?". Raut wajah Catleen sudah berubah. Ia seperti serius sekali menunggu jawaban Archie.
Sementara anak itu hanya tersenyum melas seolah tengah meminta belas kasihan dari mamanya.
Catleen seketika menggelengkan kepalanya tidak percaya. Dosa apa ia dahulu sampai punya anak yang bangornya tidak tertolong begini?
"Archieeeee!! Kamu ya bikin malu aja!!". Serunya kesal.
"Ma, ampun ma. Archie khilaf doang itu".
"Khilaf? Kamu nyium anak cewe tengah lapangan sekolah, di depan orang banyak, terus kamu bilang cuman khilaf? Minta di rukiyah memang kamu ini Ar!!".
Catleen tidak habis pikir. Bisa-bisanya Archie sepede itu.
"Baby, kenapa teriak-teriak?". Suara berat dan dalam khas Dewa seketika memecah ketegangan suasana.
Archie langsung berlari ke belakang papanya meminta perlindungan. Dewa yang sama sekali tidak mengerti biduk permasalahannya apa seketika diam saja.
"Pa, itu tuh anak kamu keterlaluan banget. Bisa-bisanya dia nyium cewek di tengah lapangan sekolah!". Adu Catleen.
Dewa menoleh ke arah Archie yang menciut di belakang punggungnya. "Bener yang mama kamu bilang itu?". Tanya Dewa.
Archie mengacungkan dua jarinya tanda peace.
"Tuh kan pa bener. Anak ini memang minta di hajar kayanya. Sini kamu! Sini!!!". Seru Catleen.
"Pa, tolong pa! Tolongin Archie pa".
Dewa pun melerai ibu dan anak tersebut. "Ma, sudahlah. Toh kamu dulu juga pernah begitu kan?". Seloroh Dewa.
"APA? MAMA PERNAH CIUM COWOK DEPAN UMUM JUGA PA?". Seru Archie tak percaya.

KAMU SEDANG MEMBACA
TELL ME WHAT IS LOVE (kaistal)
Hayran KurguArchie adalah cowok dengan karakter sampah yang menurut Stella benar-benar mampu mencemari kehidupannya. Pluviophile bernama Stella Gianni Moon itu tidak pernah merasa nyaman saat berbagai kegiatan entah di sekolah atau di luar mempertemukannya deng...