Episode 6

1.9K 206 0
                                        

.
.
.
.
.
.
.
selamat membaca 😆
.
.
.
.
.
.

Selama satu minggu ini setiap istirahat Eunha selalu menerima roti coklat, susu pisang, dan kertas peringatan untuk selalu makan. Ketimbang peringatan itu lebih seperti ancaman.

'Makan jika tidak mau mati karena sakit maag, itu tidak lucu' - Si Tampan Jeon Jungkook

"Apa aku terlihat seperti anak kecil yang disiapkan bekal oleh ibunya?!" Ucap Eunha kesal melihat hal yang sama selama seminggu.

Namun perbedaan nya ia sudah sangat jarang melihat Jungkook bahkan hampir tidak pernah, ia mendengar rumor Jungkook dipindahkan di kelas Khusus karena selalu bolos.

Walau sedikit aneh karna kursi nya kosong Eunha tetap meyakinkan dirinya bahwa tidak ada Jungkook adalah yang terbaik.

"Jung Eunha.., aku mendengar ada anak baru di kelas senior kita dan katanya anak baru itu masuk rumah sakit karena dihajar oleh Jungkook" ucap Sinb.

"Apa itu sebab nya dia dipindahkan di kelas khusus?" Tanya Eunha dalam hati.

"Eunha! Jung Eunha!" Panggil Sinb melihat Eunha yang melamun.

"Ahh ya.., aku tidak tau berita itu" ucap Eunha.

"Kau harus jauhi Jungkook, dia benar-benar berbahaya" ucap Sinb yang memakan ramen nya di kantin bersama Eunha.

"Susu pisang?, kau minum ini lagi??" Tanya Sinb aneh melihat Eunha yang sering meminum susu pisang.

"Ahh ya aku membelinya karena sedang murah" ucap Eunha tersenyum.

"Aku pikir hanya Jungkook yang tergila-gila pada susu pisang, jika kau tau aku pernah mendengar rumor saat ia masih berumur 5 tahun ia memukul kepala anak orang lain di kelas hanya karena merebut susu pisangnya" ucap Sinb membuat Eunha langsung tertawa membayangkan nya.

"Seperti nya kau tau banyak tentang nya" ucap Eunha.

"Ya begitulah, saat berada di kelas yang sama dengan nya tiap hari aku mendengar rumor tentang Jungkook, sampai aku ingat apa-apa saja rumor nya, mulai dari dirinya yang kasar, ibu nya yang dibunuh ayah nya dan.." Ucapan Sinb terhenti, cepat Sinb menutup mulutnya setelah sadar dengan ucapan nya.

"Di-Dibunuh ayahnya?" Tanya Eunha kaget.

"Agrhh aku membicarakan hal yang tidak pantas, jika aku membicarakan nya di depan Jungkook aku bisa mati di tenggelamkan nya" ucap Sinb panik melihat sekitar memastikan tidak ada yang mendengar.

"Apa maksud perkataan mu tadi?" Tanya Eunha penasaran.

"Sudahlah lupakan, jika ada yang tau dan melapor pada Jungkook, kita berdua akan ditenggelamkan nya" ucap Sinb menarik Eunha pergi ke perpustakaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sampai pulang sekolah Eunha terus kepikiran ucapan Sinb, namun ia berusaha untuk tidak ikut campur.

"Argh kenapa aku terus kepikiran ya?" Ucap Eunha memasuki aparteman nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Eunha terbangun di tengah malam saat Handphone nya terus berdering.

"Yeobuseyo? (Halo?)" ucap Eunha dengan suara serak khas bangun tidur.

"Jung Eunha, berhati-hati la.. Sebentar lagi kau akan mati. khekhekhe" ucap suara seorang lelaki membuat Eunha terkejut dan mematikan telepon nya.

"A-Apa-apaan ini!" Ucap Eunha melempar handphone nya ketakutan.

Eunha berjalan ke arah dapur dan menuangkan air di dalam gelas nya, ada saja orang aneh yang menelepon nya tengah malam.

Ia mencoba menenangkan diri dengan meneguk minuman nya namun matanya melihat bayangan seseorang di pintu kamar gudang yang transparant. Dirinya mulai gemetar ketakutan merasa ada yang aneh.

Limited Edition BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang