.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Kau berat sekali.." Ucap Jungkook kelelahan menaruh Eunha di sofa aparteman nya.
"Aku tidak menyuruhmu mengangkat ku!" Ucap Eunha kesal namun Jungkook hanya memasuki kamar nya membiarkan Eunha menatap sekeliling ruangan itu. Beberapa saat kemudian Jungkook keluar membawa sebuah kotak.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Eunha namun tidak direspon Jungkook, Jungkook hanya membuka tisu yang dibalut Eunha dan membuangnya.
"Luka nya cukup dalam.., apa yang terjadi padamu?" Tanya Jungkook.
"Aku tak sengaja menginjak pecahan kaca, tapi aku sudah mencabutnya tadi" ucap Eunha menahan rasa sakitnya.
"Kau bisa ya menahan rasa sakit sebesar ini.." Ucap Jungkook pelan-pelan membersihkan luka Eunha, walaupun pelan Eunha tetap meringis kesakitan tanpa suara.
Eunha terus menatap wajah Jungkook yang sedikit berubah menjadi lebih tampan dan dewasa, bahkan dia terlihat lebih berwibawa walaupun hanya memakai hoodie.
"Sedikit lagi selesai.." Ucap Jungkook membalut kaki Eunha.
"Sekali lagi terima kasih.." Ucap Eunha setelah Jungkook selesai mengobati kaki Eunha.
"Pakaian mu..., kau habis melamar kerja?" Tanya Jungkook menebak apalagi melihat Eunha membawa berkas-berkas data diri yang sedikit berantakan.
"Ya.." Jawab Eunha sedih.
"Sepertinya tidak diterima.." Ucap Jungkook duduk di samping Eunha.
"Begitulah.." Ucap Eunha menunduk.
"Kau sendiri kenapa bisa disitu?" Tanya Eunha menatap wajah Jungkook.
"Aku tadi membeli sesuatu di supermarket, tapi aku malah melihat seorang perempuan yang duduk dengan keadaan berantakan seperti meminta pertolongan" ucap Jungkook menatap Eunha.
"Cih! Ini semua gara-gara mereka yang menolakku! Argh!! lelah sekali!" ucap Eunha kesal dan menyandarkan dirinya.
"Pasti kau belum makan, aku akan memasak sesuatu" ucap Jungkook berdiri namun tangan nya ditahan Eunha.
"Tidak apa-apa, aku akan pulang" ucap Eunha tersenyum kaku.
"Baiklah, aku akan mengantarmu" ucap Jungkook mengambil kunci mobil nya.
"Sebentar..., bolehkah aku meminjam charger mu? Handphone ku kehabisan batre sehingga aku tidak bisa bertanya pada Sinb dimana rumah Umji" ucap Eunha.
"Rumah Umji? Untuk apa kau ke rumahnya?" Tanya Jungkook.
"Ah..emm.. Itu aku lupa membawa kunci aparteman Sinb" ucap Eunha menunduk malu.
"Kemarikan handphone mu.., sambil menunggu handphone mu terisi aku akan memasak sesuatu.." Ucap Jungkook mengambil handphone Eunha.
"Terima kasih.., maaf sudah merepotkan" ucap Eunha malu Jungkook hanya tersenyum tipis dan berjalan ke dapur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
23.00
"Wuah..., kelihatan nya lezat!!" Ucap Eunha menatap makanan yang dihidangkan Jungkook.
"Makanlah yang banyak!" Ucap Jungkook tersenyum melihat Eunha yang langsung menjadi dirinya sendiri ketika melihat makanan.
"Wuah...,enak sekali.." Ucap Eunha memegang perut nya yang terasa kenyang.
Gila, sudah berapa kali ia makan bersama Jungkook. Rasanya canggung dan nyaman menjadi satu. Membingungkan kenapa ia terus dipertemukan dengan lelaki ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Limited Edition Boyfriend
Teen FictionJung Eunbi seorang perempuan imut dan cantik ini mulai lelah dengan kehidupan nya yang mewah dan menyesakkan sehingga ia kabur dan bersekolah di Busan dengan nama Jung Eunha, tapi yang terjadi malah ia terjebak sebuah hubungan dengan Raja nya sekola...
