Episode 30

968 139 6
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat Membaca...
.
.
.
.
.
.

"J-Jungkook.. Kau mau membawaku kemana?" Tanya Eunha menahan air matanya.

"Aku bisa menjelaskan nya padamu" ucap Jungkook menghentikan mobil nya di tepi jalan.

"Menjelaskan apa?" Tanya Eunha.

"Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan nya!" Ucap Jungkook.

"Terus kenapa? Kenapa kau menjelaskan nya padaku?" Tanya Eunha dengan suara nya yang gugup.

"Aku hanya tidak ingin kau salah paham" ucap Jungkook.

"Salah paham? Aku kan tidak punya hak untuk itu lagi.." Ucap Eunha menatap Jungkook.

"....." Jungkook hanya terdiam dan merasa bodoh, kenapa ia harus menjaga perasaan perempuan yang tidak bisa menjaga perasaan nya lagi?

"Maaf.. Aku akan mengantarmu pulang" ucap Jungkook menjalankan mobil nya sedangkan Eunha hanya memalingkan wajah nya meneteskan air matanya tanpa suara.

"Kenapa sudah 3 tahun hatiku masih sakit saat ia bersama dengan yang lain" ucap Eunha dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Terima kasih" ucap Eunha dalam mobil setelah Jungkook mengantar nya di depan aparteman Sinb.

"Krukkk!!!" Suara perut Eunha memecahkan keheningan diantara kedua orang itu.

"Pfft... Aku lupa kau tadi akan pergi makan kan?" Tanya Jungkook tersenyum.

"Mianhae.." Ucap Eunha memegang perut nya malu.

"Ayok kita makan dulu.. Aku juga belum kenyang" Ucap Jungkook menjalankan mobil nya lagi.

"Woahh hamburger!!!" Ucap Eunha semangat melihat makanan nya datang.

"Hahaha... Reaksi mu masih sama saja, apa kau tidak menikmati hamburger saat di Amerika?" Tanya Jungkook.

"Emmm aku tidak menyukai hamburger saat di amerika itu bisa membuatku gemuk!" Ucap Eunha menggembungkan wajahnya.

"Kau kan memang sudah gemuk hahaha" ucap Jungkook tertawa membuat Eunha cemberut.

"bercanda" ucap Jungkook tertawa gemas.

"Ayok makan!" lanjut Jungkook tersenyum.

"Nyam!! Woahh Ini enak!!" Ucap Eunha memakan hamburger nya dengan semangat.

"Makan yang banyak, Eunha-ya" ucap Jungkook tersenyum.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Woahh kenyang sekali!!" Ucap Eunha memegang perutnya.

"Sudah kenyang?" Tanya Jungkook.

"Ayok pulang!" Ucap Jungkook menggengam tangan Eunha membuat Eunha terdiam.

"Hari ini saja... Biarkan aku menjadi Jung Eunha hari ini saja.." Ucap Eunha dalam hati menatap genggaman Jungkook.

"Kajja!" Ucap Eunha mengikuti Jungkook.

"Ice cream!!" Ucap Eunha melihat ice cream yang di jual di supermarket.

"Tunggu sebentar ya!" Ucap Jungkook keluar dari mobil nya dan pergi ke supermarket.

"Ice cream!!" Ucap Jungkook semangat memasuki mobil dan membuka ice cream nya untuk Eunha.

"Woahh! Strawberi ice cream!!" Ucap Eunha menatap Ice cream nya seperti anak kecil.

"Strowberry Eunha-ya.." Ucap Jungkook mengelus kepala Eunha spontan. Mereka saling tersenyum dan menatap satu sama lain.

Biarkan... Ini berjalan untuk sementara...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Sudah sampai..." Ucap Jungkook.

"Te-Terima kasih" ucap Eunha gugup,tanpa disadarinya waktu yang tadi ia lalui membuatnya bahagia untuk pertama kalinya semenjak 3 tahun berlalu.

"Maaf.. Tadi sudah bersikap semauku" ucap Jungkook sadar akan apa yang ia lakukan.

"Ani.. Gwaenchana.., a-aku masuk dulu" ucap Eunha keluar dari mobil Jungkook dan berjalan masuk.

Jungkook menyenderkan kepalanya kebelakang dan mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Apa yang kulakukan bodoh?!" Ucap Jungkook kesal pada dirinya sendiri.

"Kenapa aku tidak bisa membencinya hanya dengan menatapnya... Apa yang harus kulakukan?" Tanya Jungkook pada dirinya sendiri yang lemah.

"dia yang menyakitiku! Tapi dia juga yang membahagiakanku" ucap Jungkook mengepalkan tangan nya dengan satu tetesan air mata yang berhasil lolos dari matanya.

"Untuk hari ini saja... Atau ini semua akan terjadi lagi.." Ucap Jungkook menutup matanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Hiks...hiks..." Eunha terus menangis sambil memasuki aparteman Sinb.

"Eunbi? Kau kenapa?! Apa Jungkook melukaimu?!" Tanya Sinb melihat Eunha yang menangis.

"Aku tidak bisa membohongi perasaanku! Aku terlalu mencintainya walaupun berhari-hari berminggu-minggu bahkan bertahun-tahun aku mencoba melupakan nya dan menghapusnya tapi ingatan tentang dia tetap muncul! Hiks... Aku tidak tau harus bagaimana lagi Sinb ya.." Ucap Eunha terjatuh menangis deras.

Untuk pertama kalinya Sinb melihat Eunha yang menangis keras di hadapan nya, selama ini ia hanya terus mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja dan selalu tersenyum nyata nya semua hanya dilakukan untuk menutupi dalam dirinya yang terus terluka.

Jungkook memasuki aparteman nya dengan perasaan kacau, ia duduk di sofa nya dan menutup matanya berusaha melupakan senyuman manis seorang perempuan yang terus menggangu ingatan nya.

"Kau sudah pulang? Aku menunggumu di rumah tapi kau tidak ada sehingga aku kesini, Nayeon mengadu padaku bahwa kau membuatnya menangis, Yeoja drama itu membuatku kesal" ucap Jimin berjalan dari dapur ke tempat Jungkook sambil mengomel.

"Ka-kau kenapa?" Tanya Jimin melihat sahabatnya yang frustasi.

"Aku bertemu dengan nya lagi, kali ini aku melakukan kesalahan" ucap Jungkook menatap langit-langit di aparteman.

"Jung Eunha? Waw" ucap Jimin meminum soda nya.

"Reaksi mu menyebalkan, kau tidak tau saja aku membuatnya tersenyum lagi dan dengan bodohnya aku bahagia dengan senyuman nya yang seharusnya membuatku muak" ucap Jungkook merebut soda Jimin dan meminum nya.

"Jujur saja pada dirimu sendiri! Sampai kapan pun kau tidak akan bisa membenci perempuan yang kau cintai" ucap Jimin membuat Jungkook berhenti meminum minuman nya.

"Aku tidak mencintainya lagi" ucap Jungkook meneguk minumannya.

"Jangan keras kepala, jika kau tidak mencintainya lagi kenapa kau membuatnya tersenyum. Ingat lah ketika kau sudah membuat orang lain tersenyum dan kau bahagia hanya dengan senyuman nya tandanya kau mencintainya" ucap Jimin membuat Jungkook terdiam.

"Hah.. Bagaimana bisa aku mencintai Yeoja pembohong sepertinya" ucap Jungkook kesal.

"Mau bagaimana pun dia membohongi mu itu tidak akan mengubah perasaan mu bahwa kau sebenarnya tidak peduli atas kebohongan nya" ucap Jimin.

"Cinta yang menjijikan" ucap Jungkook kesal.

"Tapi itu yang kau alami, kau hanya perlu memilih... Memperjuangkan nya kembali atau melupakan nya" ucap Jimin.

"Bagaimana bisa aku memperjuangkan orang yang tidak menghargai perjuangan ku? Aku masih sadar diri bodoh!" Ucap Jungkook berjalan pergi.

"Apa kau yakin dia tidak mencintaimu?" Tanya Jimin membuat Jungkook berhenti sejenak kemudian lanjut berjalan ke kamarnya.

"bagaimana perasaan nya?" Tanya Jungkook menatap jendela besar kamarnya, pemandangan kota Seoul dengan hujan yang cukup deras.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
.
.
.
Jangan lupa Vote dan Comment 😆

Limited Edition BoyfriendTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang