Episode 13

1.2K 126 0
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Emm..., aku dimana?" Tanya Sinb membuka matanya melihat sekitar.

"Apa anda baik-baik saja?" Tanya seorang suster membereskan alat-alat medis.

"Iya.., saya kenapa bisa disini?" Tanya Sinb kebingungan memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Anda pingsan karena demam tinggi, mungkin anda tidak menyadarinya untung saja ada seorang Namja (lelaki) yang baik hati membawamu kesini" ucap Suster itu tersenyum.

"Namja? Dimana namja itu?" Tanya Sinb.

"Di depan sedang menunggumu sepertinya, wajahnya sangat mirip denganmu sepertinya ia adalah oppamu, saya permisi dulu" ucap suster itu meninggalkan Sinb.

"Oppa? Aku kan anak tunggal.., mirip denganku?" gumam Sinb kebingungan dan berjalan keluar.

Sinb berhenti tepat di depan pintu ruangan nya, ia melihat Jhope yang duduk mengkhawatirkan dirinya.

Sebentar!

Jhope??!

"Oh.. K-Kau sudah bangun?" Tanya Jhope yang langsung berdiri canggung tepat di depan Sinb.

"Apa.. anda yang menyelamatkanku?" Tanya Sinb tanpa menatap Jhope.

"Y-ya.., bagaimana keadaanmu?" Tanya Jhope canggung.

"Saya baik-baik saja, terima kasih telah menolong saya, permisi.." Ucap Sinb berjalan untuk pergi.

"Se-Sebentar..." Ucap Jhope menahan tangan Sinb.

"Ada apa?" Tanya Sinb menatap Jhope dengan tatapan kosong.

"Tasmu di dalam.." Ucap Jhope menunduk.

Sinb langsung kembali ke ruangan nya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

"Tatapan nya sudah kosong..., ia sudah tidak punya perasaan lagi padaku.." Ucap Jhope menyerah pada dirinya sendiri.

"Setelah 3 tahun yang lalu.., kenapa ia bisa disini?!" Tanya Sinb meneteskan air mata nya.

"Bukan urusanku lagi" ucap Sinb langsung menghapus air matanya dan mengambil tas nya.

"Mau kuantar?" Tanya Jhope begitu Sinb keluar dari ruangan nya.

"Tidak usah" ucap Sinb singkat.

"Biarkan aku melakukan sesuatu untuk pertemuan kita yang terakhir ini.." Ucap Jhope pelan.

"Saya tidak perlu sesuatu lagi darimu, terima kasih sudah menolongku.... Anggap saja kita tidak bertemu" ucap Sinb pergi meninggalkan Jhope yang terdiam.

Sinb terus meneteskan air matanya sepanjang perjalanan setiap menangis ia terus menghapusnya dengan cepat. Ia tidak mau terlihat lemah.

"Kenapa air mata ini tidak berhenti?! Berhentilah!! Aku benci padanya!!" Ucap Sinb kesal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"Eoh? Oppa? Kenapa malam sekali baru pulang??" Tanya Eunha melihat Jhope yang pulang ke aparteman Eunha dengan keseimbangan yang aneh.

"K-kau minum??" Tanya Eunha yang mencium aroma alkohol di sekeliling Jhope.

Jhope kemudian tertidur di lantai dengan meneteskan air matanya.

"Oppa kenapa?!" Tanya Eunha khawatir pada Jhope.

"Aku berhasil menemukan nya Eunha.." Ucap Jhope pelan.

"Menemukan?" Tanya Eunha kebingungan.

"Sinb.. aku menemukan nya.. Tapi tidak seperti yang kau bilang.. Ia sudah tidak menyukaiku lagi.. Ia membenciku" ucap Jhope meneteskan air matanya dan tertidur.

Limited Edition BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang