Episode 12

1.3K 140 1
                                        

.
.
.
.
.
.
.
.
.
Selamat membaca...
.
.
.
.
.
.
.
.

(Flashback on)

"Eomma (ibu)..., kenapa Appa (ayah) belum pulang?" Tanya seorang remaja yang sedang makan malam berdua bersama ibu nya.

"Eoh? Ah.. A-Appa ada kerjaan yang sangat banyak makanya ia harus lembur di kantor" Jawab seorang wanita yang sangat cantik menatap anak lelakinya dengan penuh kasih sayang.

"Jungkookie, kau sudah besar jadi tidak boleh manja, mengerti?" Ucap Wanita itu mengelus kepala Jungkook yang masih smp 1.

"Tentu saja aku sudah besar tapi Eomma tetap memperlakukan aku seperti anak kecil!" Ucap Jungkook membuat Wanita itu gemas dan tertawa kecil.

"Baiklah baiklah, sekarang kau makan yang banyak! besok setelah pulang sekolah Eomma akan membawamu ke tempat yang paling kau suka dan merayakan hari pertamamu masuk sekolah smp, ok?" Tanya wanita itu.

"Appa akan ikut kan?" Tanya Jungkook membuat wanita itu terdiam dan berusaha tersenyum.

"Tentu saja! Eomma akan mengajak appamu kita akan pergi bersama!, sekarang makan yang banyak dan pergi lah gosok gigi dan tidur" ucap wanita itu tersenyum manis.

"Ok Eomma!" Ucap Jungkook mengambil banyak lauk makanan yang dimasak oleh ibunya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"LAGI?! APA KAU SEBENARNYA PEDULI PADAKU?! TIDAK! APA KAU PEDULI PADA JUNGKOOK?!" Teriak wanita itu pada seseorang di telepon nya.

Jungkook yang baru selesai menggosok giginya sedikit terkejut dan mendengar percakapan ibunya di depan kamar ibu nya.

"KALAU KAU PEDULI SEHARUSNYA KAU PULANG!" Teriak wanita itu lagi.

"Aku tidak peduli jika kau tidak mencintaiku! Tapi setidaknya kau harus mencintai anakmu sendiri!" Ucap Wanita itu menangis dan menutup telepon nya.

"Eomma.., jangan menangis!" Ucap Jungkook memasuki kamar ibu nya dan memeluk ibunya erat.

Melihat Jungkook yang menghampiri nya dengan cepat wanita itu menghapus air matanya.

"Tidak Jungkook Tidak.., Eomma tidak menangis, kau harus tidur! Besok sekolah eoh?" Ucap Wanita itu mengelus kepala Jungkook.

"Eomma selalu berbohong! Aku sudah besar aku tau kalau Eomma menangis karena appa, tidak apa-apa jika appa tidak bisa ikut kita akan pergi berdua saja Eomma.." Ucap Jungkook memegang tangan ibunya.

"Iya.. Kita akan pergi berdua makanya cepat lah tidur ok?" Ucap Wanita itu menyuruh Jungkook untuk kembali ke kamar nya.

"Jungkook.. Carilah wanita yang mencintaimu dengan tulus saat kau besar nanti, saling mencintai adalah hal terpenting dalam sebuah hubungan" ucap wanita itu merapikan selimut Jungkook. Jungkook yang mendengar itu hanya terdiam dan pura-pura tidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jungkook kembali merasa sangat berisik hingga terbangun tapi di tempat yang berbeda. Ia terbangun di pos satpam dengan pandangan yang buruk, ia seperti baru saja terhantam sesuatu hingga kepalanya sakit sekali. Mencoba keluar untuk melihat apa yang terjadi Jungkook sangat terkejut melihat api yang sangat besar telah memenuhi rumahnya.

"Eomma? EOMMA!! EOMMA DIMANA?!! RUMAH KITA TERBAKAR!! EOMMA!!" Teriak Jungkook mencari ibunya di keramaian namun ia hanya menemukan bibinya yang menangis dan berteriak histeris tak berdaya di keramaian yang menyaksikan kejadian tersebut.

"Bi-bibi.., Eomma dimana?? Eomma dimana??? Ru-rumah kami terbakar" ucap Jungkook ketakutan.

"Jungkook..hiks..Eomma mu..adikku tidak bisa diselamatkan AAA HIKSS ADIKKU JUNGKOOK-A.." Bibi Jungkook memeluk Jungkook yang langsung kebingungan tidak percaya, ia mencoba mengerti tapi ia tidak paham.

Limited Edition BoyfriendCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang