Thirty-Third | Ketika mulai terungkap

647 31 6
                                        

Jika waktu bisa berputar ulang, fiska berharap waktu itu ia tidak dipertemukan dengan lelaki yang sekarang ada dihadapannya. Lelaki yang selalu membuat fiska kesal setengah mati jika bertemu dia.

"Mau Lo apa sih?" Kesal fiska yang sudah menatap Varo dengan tatapan membunuh.

Varo menaikkan sebelah alis kanannya dan terkekeh. "Lo mau tau, gue maunya apa?" Tanya balik Varo yang membuat fiska gregetan sekaligus kesal.

"Ya" fiska melipat kedua tangannya didepan dada.

"Oke gue jawab" Varo berdeham dan menatap mata fiska dengan lekat. "gue maunya Lo" ucap Varo dengan tatapan seriusnya.

Fiska menatap Varo dengan tatapan mengejek. "Tapi gue gak mau!" Ucap fiska tajam.

Kalian harus tahu bagaimana perasaan Varo sekarang! Sakit. Bagaikan benda tajam yang menancap diulu hati Varo. Ucapan yang Varo lontarkan adalah ucapan serius yang pertamakali diucap Varo untuk perempuan. Rupanya begini rasanya jika ditolak mentah-mentah oleh orang yang dicintai.

Varo menganggukkan kepalanya, paham yang diucapkan oleh gadis yang ada dihadapannya ini. Ia mencoba menahan rasa sakit akibat perkataan fiska barusan. Memahami semua yang terjadi antara dirinya dan Fiska. Tetapi, bukannya ia menyerah dengan begitu saja, tetap ia akan terus berjuang agar perasaannya terbalaskan. Meskipun yang diterimanya adalah sakit hati akibat ucapan tajam fiska yang menolaknya secara terang-terangan.

"Oke gak papa" Varo mengedikan bahunya. Bersikap biasa saja dari awal, anggap tidak terjadi apa-apa barusan.

"Gue boleh minta tolong sama Lo?" Varo menatap lembut fiska.

Fiska tersenyum sarkastis. "Gak"

"Lo gak mau tolongin gue?" Tanya Varo sekali lagi memastikan. "Untuk Sasya dan Nata?"

"Maksudnya?" Fiska menatap Varo, bingung.

"Hubungannya sama Sasya dan Nata, Lo gak mau nolongin gue?" Tanya Varo sambil menghela nafas kasar. Begini rasanya menghadapi perempuan jutek seperti fiska. Irit ngomong, ketus, dan dingin.

"Ya, gue mau demi sahabat-sahabat gue" ucap fiska dengan terpaksa. Mau bagaimana lagi, ini sudah menyangkut Sasya dan Nata sebagai sahabat-sahabatnya, bukan?

"Oke, sini gue kasitau" Varo menjelaskan semuanya pada fiska dengan suara yang dipelankan agar tidak terdengar oleh siapapun.

"Nanti malam?" Tanya fiska dengan malas.

"Yaiyalah, masa taun depan" Varo menatap fiska gemas.

"Oke" fiska pun beranjak pergi dari hadapan Varo.

Lelaki itu tersenyum tipis. Ini yang disukai Varo, sedingin apapun fiska tidak membuat Varo ingin menjauh ataupun menyerah berjuang begitu saja. Malah Varo senang jika selalu mendekati fiska, meskipun hatinya harus sakit mendengar kata-kata tajam dari mulut gadis itu.

Semoga Lo bisa buka hati Lo buat gue - ucapnya dalam hati.

****
17:00 PM

Acara pensi sekolah sudah selesai 45 menit yang lalu, dan semua murid juga beristirahat hingga pukul 5 sore. Setelah itu, semua murid akan mengganti seluruh dekorasi acara pensi dengan dekorasi pesta ulang tahun. Semua murid juga sudah menyiapkan pakaian yang akan dipakai untuk acara nanti malam. Urusan mandi? Tenang saja, toilet sekolah banyak, bahkan sebagian murid sudah mandi agar bergantian dengan yang lainnya.

"Dio?"

"Apa?" Jawab Dio. Seakan tahu siapa yang memanggilnya namanya.

"Gue pulang ya" rengek Ghina yang sudah capek karena acara pensi sekolah.

FAMOUS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang