LOLIPOP 04 ✔️

188 33 8
                                        

Cuaca hari ini begitu cerah. Akhirnya Acha bisa satu sekolah dengan Sastria. Di sepanjang perjalanan menuju ke sekolah Acha dan Sastria tidak saling berbicara di dalam mobil. Acha yang fokus mengendarai mobilnya dengan serius dan Sastria sibuk dengan hpnya yang sedang berkirim pesan dengan anggota tim voli nya.

Sastria merupakan wakil ketua Osis dan juga Ketua Voli di sekolahannya — SMA Dharma. Walaupun Sastria sebenarnya merupakan orang yang mageran, tetapi kalau tentang kedua kegiatan ini ia sangat tekun menjalaninya dan tidak pernah absen. Sastria juga termasuk list cowok tertampan yang pertama di SMA Dharma.

Banyak siswi SMA Dharma mendekatinya, tapi ia akan menurut kata hatinya. Jika ia nyaman dengan mereka, maka ia dekati. Jika tidak, maka ia akan bersikap cuek dengan mereka. Tapi ia masih mikir juga, banyak tanggung jawab yang ia pegang, jika ia memiliki pacar, maka tanggung jawabnya akan bertambah. Mengurus satu cewek aja ia kerepotan — Acha.

Acha sesekali melirik ke arah Sastria, dia merasa kesal, marah, dan ingin nangis. Semuanya campur aduk di dalam hatinya dan kepalanya. Acha adalaah tipe orang yang paling tidak suka dicuekin, dan didiemin seperti ini walaupun hanya satu detik saja, karena ia benci keheningan. Acha melampiaskan kekesalannya dengan mengerem mendadak saat memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah, sampai Sastria yang tadi masih fokus dengan hpnya ia tersunjur ke depan dan terjedot.

Sastria memandang sinis ke arah Acha, dia bergerak membuka pintu mobil dan keluar, menutup pintu mobil sengaja ia kuatkan. Acha yang melihat tingkah Sastria seperti itu ia mengeruti keningnya.

"Lah aneh, seharusnya gue yang marah. Kenapa dia pulak yang marah nggak jelas seperti itu," teriak Acha dalam mobil.

Acha mencabut kunci mobilnya dan keluar dari mobil, ia melihat dengan kagum lingkungan sekolah barunya itu. Di daerah parkiran saja sudah sebagus ini, bagaimana dengan kelas dirinya dan berbagai macam di dalam sekolah ini? Acha melangkahkan kaki nya untuk mencari ruangan yang harus ia hadiri sebelum masuk ke dalam kelas, yaitu ruang kepala sekolah.

Acha begitu senang, sejak lama Acha menanti ini dan akhirnya terwujud juga. Saat ia di kelas XII. Sudah 5 menit Acha berjalan keliling sekolah barunya itu. Ruangan yang ia cari tidak dapat-dapat juga, sebenarnya ia mau meminta tolong kepada Sastria tetapi gengsinya terlalu kuat untuk menelepon Sastria menanyakan ruang kepala sekolah di mana. Acha sudah capek, ia berdiri di tengah-tengah koridor yang sudah penuh dengan siswa-siswi berseragam putih abu-abu yang berlalu lalang. Mata Acha tetap meneliti setiap ruangan tanpa Acha melihat arah jalannya.

Bruk...

Acha menabrak seseorang hingga ia terjatuh.

"Aduh anak muda, jalan itu pakai mata. Untung saya tidak kenapa-napa," ucap pria paruh baya yang memakai kacamata, dengan membawa beberapa buku di tangannya.

Acha yang masih setia terduduk di lantai, ia mengangkat kepalanya melihat orang yang berdiri di depannya itu. Acha ingin memarahi orang tersebut, tetapi ia undur karena ia bertabrakan dengan salah satu guru di sekolah barunya. Padahal mulut pedes Acha sudah siap untuk menuangkan kepada orang yang berani mengganggu ketenangannya sekarang ini.

Dan lagipun Acha kira, ia akan seperti cerita di novel-novel, bertabrak dengan cowok ganteng di sekolah ini. Ia marah-marah, terus jatuh cinta. Tapi kenyataan dengan khayalan berbanding terbalik, ini sudah takdir Acha seperti ini. Acha berdiri, dan membersihkan bagian rok nya yang kotor, sebelum ia membuka suara kepada pria itu.

"Iya, Bapak emang nggak kenapa-napa, tapi saya yang kenapa-napa, Pak," ujar Acha meniru logat batak guru di depannya. "pantat saya sampai sakit ni," lanjut Acha memelankan suaranya.

"Lah, kamu sendiri yang nabrak saya," ucap Pak guru tidak mau kalah.

"Iya tapi kan..." elak Acha yang langsung di potong dengan Pak guru itu.

"Sudah-sudah, menjawab saja kamu. Ikut saya keruangan sekarang." Acha mengikuti Pak guru itu dengan berjalan di belakangnya.

Apes-apes, guman Acha berjalan dengan lesu.

LOLIPOP [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang