LOLIPOP 31 ✔️

46 11 0
                                        

Seorang cewek masuk ke dalam apartemen dengan wajah di tekuk. Di hari pertama ia masuk sekolah benar-benar tidak sesuai ekspetasinya. Sebenarnya ia tidak mau berlama-lama berada di sana. Cewek berpikir di hari pertamanya rencana yang sudah ia rancang terlaksanakan. Tetapi targetnya tidak ia lihat batang hidungnya.

Cewek itu membanting tasnya ke sofa. Sharon yang melihat sahabatnya itu hanya tersenyum dan membawakan air putih untuk sahabatnya.

"kenapa lo senyum-senyum?"

"nggak ada. Itu lucu aja lihat lo pakai baju SMA."

"masih cocok kan? Ya iyalah gue kan awet muda," ucap cewek itu sebelum ia minum.

Sharon hanya menggelengkan kepalanya, dan pergi ke kamar.

***

"Ada apa lo ajak kami berdua ke sini?"

"Nih." Cowok dengan Hoodie coklat meletakkan hp dengan chase lolipop di atas meja. Dua cewek yang berada di depannya, masih terdiam dan tidak mengerti maksud Chiko memberi mereka hp.

"Ini ponsel Acha. Mungkin ada informasi penting di dalam hp itu. coba aja kali buka, sebelum gue balikin ke orangnya." Cewek yang menggerai rambutnya, mengambil cepat hp itu dan mengontak-antik hp tersebut.

"Gue seperti nya ada cara cepat untuk mendapatkan perhatian tu cowok." Cewek itu meletakkan kembali hp itu ke atas meja dan Chiko membaca sebuah pesan yang ada layar hp tersebut.

"Bantu gue untuk cari benda itu." Chiko mengangguk, ia mengeluarkan hp nya dan menelepon seseorang yang ia kenal untuk mendapatkan benda yang akan ia cari.

***

Seperti merasa ada kejanggalan di hati, Sastria memutuskan untuk berdamai dengan teman sebangkunya. Ia mencoba mereda rasa keegoisannya untuk berteman dengan cewek yang bernama Ara itu.

Acha yang masih belum masuk sekolah juga. Sastria memilih menyibukkan dirinya tapi ia bingung harus menyibukkan dirinya dengan apa. Saat keluar main biasanya ia selalu keluar kelas, sekrang tidak Sastria hanya berdiam diri di kelas, dengan teman sebangku nya Ara.

Sastria menelengkupkan kepalanya di atas meja, dan Ara di sampingnya sedang memakan isi bekal yang dia bawa dari rumah. Sebelum makan, Ara sudah menawarkan ke Sastria. Tetapi Sastria hanya mendiami dirinya. Ara melanjutkan makannya tanpa menghiraukan keadaan Sastria di sampingnya yang terlihat sedih itu.

Ara yang merasa terusik dengan helaan napas Sastria. Ia pun melirik ke samping, melihat Sastria masih tetap dengan posisinya. "Argh." Ara terkejut mendengar suara teriakan dari Sastria. Ia menggeser kursinya menjauh sedikit dari Sastria. Ia takut akan di apa-apakan oleh Sastria karena dari awal berjumpa Sastria memasang wajah tidak bersahabat dengannya.

Sastria berdiri dan melihat ke arah Ara yang melihatnya dengan ketakutan. "Sorry." Hanya kata itu yang bisa Sastria lontarkan.

"Huft. Gue bingung, Ra," ujar Sastria duduk kembali di kursinya. dan bercerita dengan Ara yang kembali asik makan sambil mendengar curhatan Sastria.

Sastria benar-benar bingung harus bagaimana lagi. Ia sudah meniatkan hatinya untuk berdamai. Mungkin kalimat itu membuat Ara bingung dengan sikapnya yang berubah drastis. Sastria yang sudah terlanjur berkata demikian. Ia pun melanjutkan curhatnya dengan Ara.

"Gue cemas dengan Acha. Tapi gue nggak bisa ngapa-ngapain." Ara masih diam menyimak.

"Gue takut kalau Acha dapat mushiba, sudah empat hari ia nggak hadir."

"Menurut lo gue harus gimana?" Ara memberhentikan nguyahnya. Ia menelan makanan yang ada di mulutnya.

"Acha itu siapa ya?" tanya Ara pura-pura tidak tahu.

"Dia sahabat gue, di kelas lain. Kalau dia hadir gue kenali lo deh dengannya." Ara hanya mangut-mangut mengerti.

"Samperin aja ke rumahnya," usul Ara.

"Gue nggak tahu rumahnya dimana!" jawab Sastria dengan frustasi

"Yaudah kalau gitu tunggu aja sampai dia datang ke sekolah. Baru deh lo lihat ekspresi dia gimana pada saat datang ke sekolah. Kalau cemberut, lo coba hibur dia. Kalau senang, lo tanya tapi pelan-pelan." Aya mengangguk mengerti apa yang di ucapkan Ara.

Tanpa mereka sadari ada yang memotret mereka sedang berduaan di dalam kelas.

***

Sastria dan Ara semakin dekat. Walau Ara awalnya orang yang pemalu tetapi kalau sudah dekat seperti ini dia orang yang termasuk orang yang asik. dan enak di ajak curhat bareng.

Waktu libur telah usai, akhirnya Acha sampai juga di sekolahnya dengan di antar oleh Akbar. Sebelum ia masuk ke kelas Acha harus ke ruang BK terlebih dahulu. Saat di depan pagar ia telah bernasib sial, ia jumpa dengan guru BK. Mau tidak mau Acha harus mengikuti guru tersebut ke ruangannya.

Acha di beri ceramah habis-habisan dengan guru BK dan wali kelasnya tentang ia meliburkan diri. Acha yang bosan mendengar itu, ia mencari alasan untuk bisa keluar dari sana. Cukup lama Acha berada di sana, akhirnya ia di bebaskan oleh dua guru yang dari dulu sudah mencari Acha. Untuk pertama kalinya Acha gembira mendengar bel masuk berbunyi. Acha keluar dari ruangan tersebut, saat ia membuka pintu ia melihat Chiko di depan pintu. Acha memberi tatapan tajam kepada Chiko.

LOLIPOP [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang