Di lapangan olahraga Acha kena panggil dengan pak guru. Baru juga ingin duduk gabung dengan teman-temannya untuk melihat teman-teman nya yang lain sedang berada di tengah lapangan untuk mengambil nilai sepak bola.
"Dari mana saja kamu?" Acha sudah tahu pasti dirinya mendapatkan pertanyaan seperti itu. Acha diam, ia bingung harus memberi jawaban bagaimana.
"Pak, tadikan saya sudah permisi kan Acha dengan bapak." Acha dan pak guru itu melihat orang yang baru saja datang di dekat mereka dengan membawa banyak sekali bola.
"Oh ya?" tanya pak guru kebingungan. Pak guru olahraga di kelas mereka memang rada pelupa.
"Iya pak saya tadi ke UKS kepala saya sakit." Ujar Acha. Ia mendapat kode dari Fahri untuk memberi alasan seperti itu.
"Ya sudah, pergi duduk kamu di sana." Acha mengangguk dan pergi dari sana.
Acha dan Fahri bertemu pandang, Acha gak sengaja melihat deretan teman kelasnya di tengah lapangan itu tengah membagi kelompok. Acha dan Fahri saling senyum. Senyum yang mewakili terimakasih Acha dengan Fahri yang menyelamatkannya. Jika tidak, mungkin saat ini Acha sudah berlari di pinggir lapangan sebanyak lima kali.
***
Selesai jam olahraga, seperti biasa mereka di kasih waktu istirahat untuk merehatkan badan sebelum mengikuti pelajaran berikutnya. Acha, Fahri and the genk mereka seperti biasa pergi ke warung Bu Jam. Masih menggunakan pakaian olahraga.
Acha sebenarnya bosan, dari pagi ia mendengar tentang rumor dirinya dan Fahri. Acha juga sama dengan teman-temannya merasa keanehan pada diri Fahri. Fahri yang di kenal dengan siswa yang sering bolos, pemarah, suka berantem. Tapi satu hari ni Acha tidak melihat itu. Biasanya satu hari saja Fahri tidak bisa betah kalau dirinya tidak mukul orang. Rasanya tangannya gatal jika tidak ada korban dari tangannya.
Dari pagi pun Acha merasa kejanggalan pada dirinya. Ia tidak berangkat dengan Sastria, dan tidak nampak batang hidung Sastria di sekolah.
"Apa dia tahu? Terus menghilang?" batin acha dalam hati.
Satu ide terlintas di pikiran acha. Ia merasa mungkin situasi seperti ini bisa ia gunakan untuk menyelamatkan keluarganya.
Acha menarik Fahri untuk duduk berdua dengannya di meja satu lagi. Semua orang yang berada di sana pada melihat mereka berdua. Acha sengaja melakukan itu, ia sudah siap dengan risiko yang ia terima nantinya.
Acha berubah menjadi perhatian kepada Fahri, ia banyak ketawa. Lelucon mereka saling lontarkan satu sama lain.
***
Sastria ia merasa kegelisahan lagi. Kegelisahan yang membuat dirinya tidak fokus dengan jalannya rapat yang diadakan oleh ketua Osis. Sebenarnya di Osis Sastria tidak sibuk-sibuk amat dan tidak terlalu banyak tugas yang ia jalanin. Ia akan menjalani tugas pada saat ketua osis tidak ada di tempat.
Selesai rapat, Sastria pergi ke kantin untuk membeli minuman agar pikirannya kembali segar. Sastria melihat Acha sedang bermain sepak bola dengan teman sekelasnya.
Senyum di bibir Sastria terbentuk. Ia melihat Acha yang begitu lucu saat sedang bermain. Sastria melihat Acha berlari ke arah Fahri yang sudah membeli air untuk Acha.
Melihat Acha dengan orang lain tertawa bareng, membuat Sastria menyadari kalau minggu-minggu ini ia dan Acha sudah jarang menghabiskan waktu mereka berdua. Kadang Sastria juga bingung harus bersikap seperti apa ia sekarang dengan Acha.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOLIPOP [END]
Teen Fiction'Dari keinginan, berubah menjadi keposesifan. Dari keinsengan, berubah menjadi kebiasaan.' Sabila Anastasya - Acha, cewek yang mempunyai senyum manis, semanis lolipop itu. Menjadi siswi baru yang begitu onar di SMA Dharma. Tidak ada kejadian yang ti...
![LOLIPOP [END]](https://img.wattpad.com/cover/198894406-64-k94009.jpg)