Sastria merasa bersalah dengan Acha, ia sudah mencueki sahabatnya itu di hari pertama ia masuk sekolah. Sastria tidak ada pilihan lain, ia begitu banyak pikiran pagi hari ini, tiba-tiba ia di suruh datang cepat untuk mengurus urusan masalah yang ada di klub voli nya.
Selesai dengan urusan itu, Sastria mencari Acha tetapi tidak mendapatkannya juga. Sekolah sebesar ini ia harus mencari sosok Acha yang pertama kali menginjakan kaki nya di sini? Benar-benar membuat Sastria mager setengah mati. Sastria yang begitu mager untuk berkeliling sekolah untuk mencari Acha, ia memutuskan berjalan masuk ke dalam kelasnya saja untuk mengikuti pelajaran yang sempat ia izin satu jam lalu.
***
Kringgg...
Bel istirahat berbunyi siswa-siswi SMA Dharma berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing, dan menuju ke tempat sumber makan yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah — Kantin.
Tapi untuk hari ini itu semua tidak berlaku. Semua Siswa-siswi SMA Dharma lebih memilih berkumpul di pinggir lapangan untuk menyaksikan cewek cantik yang sedang di hukum oleh Kepala Sekolah mereka. Dia adalah Acha, ia di hukum karna di tuduh bersikap kurang sopan dengan guru yang ia tabrak tadi. Acha merasa risih, dilihat-lihat seperti itu dan menjadi pusat perhatian di SMA Dharma.
"Anak baru kah itu?"
"Iya kayaknya anak baru deh."
"Anak baru kok udah dapat hukuman ya?"
"Pasti degil tu mah anak nya."
"Sok cantik pulak tu."
"Tapi manislah anak nya."
Seperti itu lah yang Acha dengar sekarang, cibiran dari Siswi SMA Dharma pada dirinya, dan pujian dari Siswa SMA Dharma pada dirinya. Acha tetap fokus ke depan melihat bendera yang berkibar di tiang berwarna putih.
Sastria yang keluar dari kelasnya bersama teman-temannya yang tidak jauh dari area lapangan, ia melihat sosok Acha yang sedang berdiri di tengah lapangan sambil hormat menghadang tiang bendera. Sastria ingin ketawa dan mengejek Acha, tapi niat itu ia undur karena ia melihat sekelilingnya hampir semua siswa-siswi SMA Dharma melihat ke arah Acha. "Acha pasti risih ni." Sastria cepat-cepat pergi sesuatu tempat untuk membeli sesuatu untuk menyenangkan hati Acha dan melindunginya.
***
10 menit lamanya Acha berdiri di tengah lapangan sambil hormat. Acha sudah mulai gerah akibat panasnya sinar matahari yang berada di atas kepalanya, di tambah baju seragam SMA Dharma yang begitu tebal, membuat keringatnya bercucuran dengan deras di tubuhnya.
Sebagian murid SMA Dharma ada yang masih stay di tempat mereka sambil makan makanan yang sempat mereka beli di kantin dan balik lagi ke lapangan, dan ada pula yang sudah pergi dari sana.
Acha memejamkan mata nya sebentar, untuk menghilangkan rasa bosan dan penatnya. Acha merasakan kedatangan seseorang di sampingnya, Acha membukakan mata, dan terkejut dengan sesuatu yang berada di depannya itu.
"Lolipop!" gumam Acha yang langsung tergiur dengan makanan manis itu. Acha menoleh ke samping.
"Maaf," ucap Sastria sambil tersenyum ke arah Acha.
Kejadian itu di saksikan oleh beberapa siswa maupun siswi yang masih stay di lapangan. Mereka yang tadinya sedang mengobrol dengan temannya langsung terfokus dengan kedua insan itu. Acha memandang Sastria dengan tatapan bingung.
"Udah ambil aja, gue tau lo pasti udah ngiler kan," ledek Sastria, ia mendekati lolipop itu ke pipi Acha.
"Sok tau." Acha mengalihkan pandangannya ke depan, kembali lagi dengan posisi awalnya dengan stay cool.
"Ya sudah kalau nggak mau." Sastria menggoda Acha berpura-pura pergi dari sana. Acha yang kesel dengan Sastria yang pergi gitu saja, "Niat mujuk gue nggak sih," omel Acha. Sastria hanya tertawa dan kembali lagi berdiri di samping Acha.
"Sabila!" Panggil Pak Kepala Sekolah. Datang dari sisi kanan Acha.
"Iya pak," jawab Acha membenarkan posisinya lebih tegap lagi.
"Hukuman kamu sudah selesai, sekarang kamu boleh istirahat, dan ingat jangan ulangi lagi kejadian tadi."
"Siap pak," ucap Acha dengan lantang. Pak kepala sekolah pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
Akhirnya Acha bebas, Acha melihat ke samping. Ia mengambil lolipop yang berada di tangan Sastria dan langsung pergi meninggalkan Sastria sendirian di tengah lapangan itu.
Saat Acha mengambil tasnya di bawah pohon, ia melihat ada seorang cowok yang jauh dari tempat ia berdiri, cowok itu sepertinya sedang mengamati dirinya dan memegang sebuah kamera. Acha curiga apakah cowok itu memotret dirinya? Tapi Acha mencoba positif tingking kepada manusia-manusia yang ada di sekolah barunya ini. Karena Acha masih belum mengenal mereka semua, tidak ada alasan untuk Acha langsung mengklaim sekolah ini, adalah sekolah yang membosankan dan juga memiliki seribu misteri.
Acha melihat dari ekor matanya Sastria berjalan ke arah nya, Acha melangkahkan kaki nya ke arah kelas yang sempat di tunjuk oleh kepala sekolah sebelum ia mendapatkan hukuman.
"Acha tunggu!" teriak Sastria mengejar Acha sebelum jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOLIPOP [END]
Fiksi Remaja'Dari keinginan, berubah menjadi keposesifan. Dari keinsengan, berubah menjadi kebiasaan.' Sabila Anastasya - Acha, cewek yang mempunyai senyum manis, semanis lolipop itu. Menjadi siswi baru yang begitu onar di SMA Dharma. Tidak ada kejadian yang ti...
![LOLIPOP [END]](https://img.wattpad.com/cover/198894406-64-k94009.jpg)