ANAK AJAIB

4.5K 311 37
                                    

Anna baru saja membuka pintu saat tiba tiba telinganya mendengar sebuah nyanyian dari ruang inap Rekkan.

"GORDUN MU BAK

BIZDEN OTESIDE VARMIS

YASANAN LARIN HEPSI

MEGER BIRER YALANMIZ

KADERIMDE BU DA MI VARDI

SEVDIGIMI BASKALARIYLA

GORECEKSEM EGER KOR OLSUN BU GOZLER

GORMEYEYIM BIR DAHA"

Dilihatnya kesayangannya itu sedang mengikuti sebuah nyanyian dari ponsel yang diletakkan dipangkuannya.

Anna pun mendekat sembari mengikuti nyanyian yang diputar oleh Rekkan.

"YAR... ELERIN NERDE

YA BENIDE GOTUR YA DA GITME

BILIRSIN SENSIZ BEN HIC

YASAYAMAM... KI

OLURUM HASRETINLE..."

Rekkan menoleh ke sumber suara.
Ia melihat kakaknya ikut melantunkan nyanyian itu sambil tersenyum.

"Diih kakak hafal?" tanya Rekkan terkejut.

"Iyalah! Emang ALEYNA SOLAKER doang yang bisa nyanyiin lagu itu?" ucap Anna.

"Hahaha kakak bisa ketularan aku juga ternyata?
Aku kira kakak cuma bisa nyanyi kayak gini doang
TO MA YA MI MANO
TIENES QUE CONFIAR
DEBES DE PONERTE
SIEMPRE A PENSAR

QUE TU Y YO,  LOS DOS
AMIGOS POR SIEMPRE
LUCARE  MOS, POR UN LUGHAR.."

Rekkan menyanyikan penggalan sebuah lagu yang legendaris di Mexico.

"Wiihhh kesayangan kakak multitelentang nih" ucap Anna bercanda.

"Multitalenta kakak. Ah, sok jayus si koreng" celetuk Rekkan.

"Enak aja! Orang cantik gini dibilang koreng. Kamu tuh yang koreng" Anna terlihat cemberut.

"Iya, kakak aku emang cantik. Tapi Kusuma Rekkan lebih manis" ucap Rekkan santai.

"Iya, kamu emang manis. Manis banget malah. Kalau kamu nggak manis mana mungkin banyak yang naksir" ucap Anna.

"Ah si Kabul, kalau ngomong suka bener deh" ucap Rekkan.

Anna tertawa, lalu mencium pelipis Rekkan saking gemasnya.

'Aku akan jatuh semakin dalam' batin Anna.

Tapi bagi Rekkan, semua perlakuan manis Anna adalah hal yang lumrah.
Rekkan tidak pernah menolak ketika Anna menyiapkan makanan untuknya,
menyuapinya,
memeluknya setiap kali bertemu,
Memeluknya saat tidur bersama,
Menggandeng lengannya saat berjalan bersama,
Bahkan Rekkan juga tak menolak jika Anna menciumnya. Bukan di bibir tapi ya, itu akan sangat berbahaya.

MENCINTAI REKKAN (Tamat)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang