Seperti yang sudah direncanakan, hari ini HwaYoung dan Jeongin ijin sekolah. Mereka akan ikut ke sidang perceraian kedua orangtuanya.
HwaYoung menghela napas saat sedang bercermin, hari ini datang juga. Mungkin ia sudah terbiasa saat Papanya sangat jarang berada di sampingnya, tapi perpisahan tetap saja sangat menyesakkan.
Toktok
"Kakak, ayo." Jeongin masuk ke kamar HwaYoung.
HwaYoung menoleh dan mengangguk.
"Iya Jeong, ayo." HwaYoung mengambil tasnya dan keluar bersama Jeongin.
"Kak, kakak gapapa?" Tanya Jeongin saat mereka menunggu Mama di Mobil.
HwaYoung menoleh dari seat depan.
"Gapapa kok. Ada juga kakak yang nanya kamu gapapa ga?" Tanya HwaYoung balik.
"Ya gapapa lah, mungkin ini yang terbaik. Tenang aja kak, Jeongin yang akan jagain kakak sama Mama" Kata Jeongin dengan cengiran khasnya.
HwaYoung hanya mengusak rambut adiknya itu.
Mama masuk ke dalam mobil.
"Hhh, kalian siap pasukan Mama? Maaf ya Mama sama Papa buat keputusan kayak gini." Kata Mama sambil memperhatikan kedua anaknya itu.
"It's ok ma." Jawab HwaYoung sambil tersenyum.
"Iya ma gapapa." Jawab Jeongin juga.
Mama menyalakan mesin mobil dan berangkat bersama kedua anaknya itu.
Mata Minho mencoba menyapu isi kantin. Ia mencoba mencari HwaYoung karena dari pagi ia belum melihatnya. Minho menemukan Yena yang sedang duduk dengan Jungwoo, tapi masih belum bisa menemukan HwaYoung. Minho ingin tidak mempedulikannya, tapi tetap tidak bisa.
"Nyari HwaYoung ya Ho? Iya ya, tumben ga keliatan sama Yena." Tanya Hyunjin yang sudah bisa membaca gerak gerik Minho.
"Sok tau lo." Kata Minho dingin.
"Heh, ngaku lo kemarin lo ngebonceng HwaYoung balik kan Ho?" Skak Hyunjin.
"Ayo lah duduk. Pegel gua." Kata Minho mengalihkan pembicaraan.
Hyunjin tersenyum jahil. Ia menyalip Minho dan segera berdiri di samping meja Jungwoo dan Yena.
"Eh gabung boleh kan?" Tanya Hyunjin.
Jungwoo melirik Yena.
"Ya boleh aja." Jawab Yena singkat.
"Sini Ho." Panggil Hyunjin.
Minho rasanya malas bergabung, takut Hyunjin bicara yang tidak tidak, tapi untuk mencegah kecurigaan, Minho menurut.
"Eh Yen, si HwaYoung kemana? Tumben ga keliatan?" Tanya Hyunjin.
Minho masih tetap memakan makanannya seakan akan tidak tertarik dengan apa yang Hyunjin tanyakan.
"Oh, itu, HwaYoung ijin ada acara keluarga." Kata Yena.
"Eh? Katanya HwaYoung ijin ke sidang cerai ortunya." Kata Jungwoo polos
Yena langsung melotot dan menginjak kaki pacarnya itu.
"Aw, sorry sorry." Jungwoo mengusap kakinya dan meminta maaf.
Hyunjin membelakkan matanya, begitu pula Minho yang sekarang sudah menatap Yena.
"Hehe, ssst, jangan bilang bilang ya, gaenak aja kalo nyebar." Kata Yena.
Hyunjin mengangguk, begitu pula Minho. Minho melanjutkan makannya. Tapi hatinya terasa sedikit sesak.
😽😽😽😽😽
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Dance [Lee Know] ✓
Fanfiction"Ya lo pake otak lah." Minho "Ya mana gue tau kalo ada tangga disitu." HwaYoung Yang satu dingin, yang satu aneh, apa mereka bisa berdamai? Atau akan selalu mengibarkan bendera perang? Ayo kita baca aja supaya tau cerita mereka 😉
![Last Dance [Lee Know] ✓](https://img.wattpad.com/cover/207483987-64-k336747.jpg)