16

1K 143 10
                                        

HwaYoung sedang bersiap siap. Sehabis pulang sekolah tadi, HwaYoung langsung pulang dan bersiap siap untuk pergi ke bioskop. HwaYoung dan Woojin langsung bertemu di bioskop.

Setelah selesai, HwaYoung bergegas keluar rumah.

"Mau kemana kak? Bukannya baru setengah jam tadi pulang?" Tanya Jeongin yang sedang nonton tv di ruang tengah.

"Hehe iya Jeong, kakak mau nonton." Jawab HwaYoung sambil memakai sepatunya.

Jeongin menghampiri HwaYoung dan tampak berpikir.

"Ah, sama kakak yang waktu itu nolong Jeongin ya?" Tanya Jeongin polos.

HwaYoung menggeleng. "Bukan Minho Jeong, kakak nonton sama Woojin." Jelas HwaYoung.

"Paldahal kakak cocok tau sama ka Minho."

HwaYoung langsung menatap adiknya seakan bertanya 'Hah? Masa iya.'

"Ya, ka Minho itu kan ala ala bad boy gitu, nah, kakaknya kan urakan kayak gini, hehehe." Jeongin nyengir polos.

Rasanya, HwaYoung ingin melempar tas nya kalau tidak ingat Jeongin adalah adiknya.

"Coba ulangin Jeong omongannya." HwaYoung tersenyum paksa.

"Eh kak, sana berangkat nanti telat loooh, hati hati kakak sayang." Kata Jeongin cepat cepat dan langsung menutup pintu rumah.

"Oke HwaYoung sabar, tu Jeongin adik lu." Ucap HwaYoung pada dirinya sendiri.

HwaYoung berjalan ke jalan raya besar dan mencari taxi. Naik taxi pasti akan lebih cepat sampai daripada naik bus.






Tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat tujuan. Bioskop tujuan HwaYoung terletak di salah satu mall besar yang ada di kota.

HwaYoung langsung menuju bioskop karena Woojin sudah tiba lebih awal dan sudah di bioskop.

HwaYoung menghampiri Woojin yang melambai ke arahnya.

"Hai Woojin, lama banget ya nunggu gue?" Tanya HwaYoung.

Woojin menggeleng sambil tersenyum.

"Ngga ko, gue pas nyampe langsung tuker tiket tadi." Jawab Woojin.

"Oh, syukur deh kalo gitu." HwaYoung mengangguk dan menghela napas lega.

"Eh, beli popcorn yuk Young." Ajak Woojin.

"Yuk Jin." HwaYoung mengikuti langkah Woojin ke penjual popcorn.

Setelah selesai membeli popcorn dan minuman, Woojin dan HwaYoung langsung masuk ke studio saat pintu studio sudah dibuka.


Woojin beberapa kali memperhatikan wajah HwaYoung yang hanya disinari cahaya dari film yang mereka tonton. Woojin sangat senang bisa melihat wajah cewek ekspresif di sampingnya itu.













"Lo tumben banget sih ngajakin gue ke mall Ho." Hyunjin menatap Minho penuh tanya karena tadi Minho tiba tiba datang ke rumahnya dan minta ditemani ke mall.

"Gue mau nyari sepatu. Punya gue jebol." Jawab Minho datar sambil melihat sekeliling.

"Sepatu lo? Jebol? Mustahil Ho. Sepatu lo itu banyak." Jawab Hyunjin nyolot

"Gue mau beli yang baru." Jawab Minho tetap menangkis pertanyaan Hyunjin.

Hyunjin berhenti sebentar. "Makin aneh ini bocah."















"Jin, gila film nya seru banget, gue ga nyangka dia bakal jadi seorang Killer Clown Jin." HwaYoung mengapresiasi film yang baru selesai ia dan Woojin selesai tonton.

"Iya Young sama gue juga nyangka bakal kayak gitu. Syukurlah kalo lo suka." Woojin tersenyum lega menanggapi HwaYoung.

"Suka doong, gue itu sebenernya ga terlalu suka nonton di bioskop, tapi karena gue tertarik banget sama trailer film ini makannya gue pengen secepetnya nonton." Jelas HwaYoung panjang lebar.

"Wah, langsung jatuh cinta ya sama trailer nya."

"Iya jin, huaaa pokoknya ga nyesel gue nontonnya." HwaYoung berjingkrak senang.

Woojin hanya memandang HwaYoung kagum.

"Young, laper ga? Makan yuk?" Tawar Woojin.

"Ayo Jin, gue juga laper nih." HwaYoung mengangguk dan memegang perutnya.

Mereka pergi ke salah satu tempat makan di Mall itu.












"Sebenernya ini gue nganterin lo apa lo nganterin gue sih? Malah gue yang dapet baju." Oceh Hyunjin sambil mengangkat dua kantung belanjaannya.

Minho hanya mengangkat bahu acuh.

"Belom ada yang cocok sama gue." Jawab Minho

Hyunin memutar bola matanya.

"Gimana mau ada yang cocok kalo lo cuma masuk, liat liat sekilas terus keluar? Kita udah muterin lima toko sepetu Hoooo." Hyunjin mulai kehilangan kesabarannya.

"Ayo jalan lagi. Nanti gue traktir makan deh. Lo kan temen gue gimana si?" Minho mencoba merayu Hyunjin.

"Giliran kayak gini aja gue dianggep temen." Hyunjin mengeluh dan cemberut.

Minho hanya melotot dan Hyunjin langsung melangkahkan kakinya.

Setelah toko sepatu yang ke enam, Minho baru membeli sepatunya. Hyunjin akhirnya bisa bernapas lega. Setelah itu, mereka memutuskan untuk makan.

Minho berhenti melangkah dan diikuti oleh Hyunjin.

"Napa si?" Hyunjin melihat ke arah yang Minho lihat

"Eh kok mirip HwaYoung ya itu? sama Woojin?" kata Hyunjin polos.

Detik berikutnya, Hyunjin membelakkan mata dan menutup mulutnya yang menganga. Ia langsung melihat Minho yang masih tidak bergeming.

"Yuk lah ke food court lantai satu aja." Kata Minho dan langsung balik arah.

Hyunjin rasanya gemas sekali dengan temannya ini.

😽😽😽😽😽

Last Dance [Lee Know] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang