26

939 121 2
                                        

HwaYoung sedang menuju kelasnya dan melewati lapangan. Matanya menuju ke salah satu anak yang tak lain adalah Minho, yang sedang dihukum di tengah lapangan dengan beberapa anak lainnya.

HwaYoung berhenti sejenak. "Bikin ulah apa lagi itu anak." Ucapnya sambil menggelangkan kepalanya.

"Hoi Young." Hyunjin muncul dan menepuk pundak HwaYoung.

"Eh Hyunjin, sahabat lu bikin ulah apa lagi si?" Tanya HwaYoung yang dagunya menunjuk ke arah Minho.

"Cie, sekarang lo peduli ya sama Minho." Hyunjin meledek HwaYoung.

"Cia cie mulu ini anak elah." HwaYoung memutar bola matanya jengah.

"Yang lain pada ngerjain tugas, dia malah mabar sama yang lain. Gitu deh jadinya." Jelas Hyunjin.

"Astaga, dasar Minho. Lu sebagai sahabatnya bilangin dong Hyun." Omel HwaYoung.

"Wah, susah banget pokonya kalo bilangin Minho. Mungkin lo tau dia kalo disekolah emang mau cari masalah." Jelas Hunjin dengan suara yang pelan.

HwaYoung hanya menatap Hyunjin, omongan Hyunjin benar, HwaYoung tau.

"See?" Kata Hyunjin.

HwaYoung hanya mengangguk pelan.

"Haha yaudah ayo ke kelas, gue mau ke kelas nih." Ajak Hunjin

"Ayo lah." HwaYoung mengikuti Hyunjin

"Eh eh Young. Sini." Hyunjin menyuruh HwaYoung mendekat.

"Apaan?" HwaYoung mendekatkan telinganya.

"Besok Minho ulang tahun." Bisik Hyunjin.

Mata Hwayoung membulat. "Serius lu?"

"Iya serius, masa gue bohong." Hyunjin mengangguk dan mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membuat tanda v.

"Hmm gue baru tau. Tapi thanks deh ya infonya Hyun."

"Sip sukses ya." Jawab Hyunjin sambil berlari meninggalkan HwaYoung.

"Eh sukses apaan anjir." HwaYoung kebingungan sendiri.



Bel pulang sekolah berbunyi. HwaYoung memasukkan semua buku dan peralatan menulisnya ke dalam tas.

"Balik naik bus atau sama Minho Young?" tanya Yena saat mereka keluar dari kelas.

"Sama Minho Yen."

"Uuuu udah official belom nih?" Yena menyenggol bahu HwaYoung.

Baru saja HwaYoung ingin menjawab pertanyaan Yena, tapi ia sudah 'diseret'.

"Eeeeeh gue bukan kucing woi." HwaYoung memprotes.

"Belum official, coming soon." Minho, pelaku yang menyeret HwaYoung sedikit mengeraskan suaranya. Menarik perhatian orang orang yang berada di koridor.

Yena hanya melihat HwaYoung dan Minho sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Wih ada perubahan nih ya kayanya." Jungwoo sudah berdiri di samping Yena.

"Yaaa gitu deh syukurlah mereka bisa jujur sama perasaan masing masing."





"Nih helmnya." Minho sambil memberikan helm pada HwaYoung.

HwaYoung menerima helmnya dengan wajah yang kecut.

"Gausah cemberut, makin jelek tau ga." Minho menahan tawa untuk 'peran' nya.

"Bodoamat."

Minho hanya tersenyum simpul menanggapi HwaYoung yang ngambek.

HwaYoung hanya diam di diperjalanan, sebenarnya ia sengaja juga untuk mengerjai Minho karena besok Minho ulang tahun.

"Masih ngambek Young?" Minho membuka kaca helmnya dan mengeraskan suaranya.

"Gatau deh." HwaYoung menjawab ketus.






"Hah? Mau ngapain kesini?" Tanya HwaYoung saat Minho memarkirkan motornya di depan minimarket.

"Gatau ya. Duduk aja dulu." Minho membalas perkataan HwaYoung.

HwaYoung hanya menurut dalam diam dan duduk di kursi yang ada di depan minimarket.

Tidak lama kemudian, Minho keluar dengan membawa dua eskrim.

"Nih, udah ya ngambeknya." Minho menyerahkan eskrim sambil tersenyum.

HwaYoung tidak bisa menyembunyikan senyumannya. Minho yang manis seperti ini meluluhkannya.

"Sebenernya masih mau ngambek tapi kasian eskrimnya." HwaYoung mengambil es krim pemberian Minho.

"Dasar." Minho mengusak rambut HwaYoung.

"Ih Minho!"

"Oke oke, hahaha."

HwaYoung terkekeh saat melihat ada eskrim di ujung hidung lancip Minho. HwaYoung langsung mengeluarkan tissue dari tasnya.

"Gue tau lo manusia es, tapi makan es krimnya jangan ke hidung juga dong, hahaha." HwaYoung mengelap es krim yang ada di hidung Minho.

Minho membeku sesaat, kaget dengan gerakan HwaYoung.

"Eh masa ada yang di hidung? Apa jangan jangan lo modus ya?" Ledek Minho.

"Ih nih liat. Siapa yang modus wlee." HwaYoung memperlihatkan noda cokelat di tissue tadi.

"Haha bercanda kok, gue percaya." Minho terkekeh.





Setelah selesai, mereka pulang.
"Oh ya Ho." Panggil HwaYoung sebelum masuk pagar rumahnya.

"Hmm?" Minho menunda memakai helmnya.

"Besok kita ketemu di taman deket sini jam 10 pagi. Gaboleh ngaret ya, titik. Gausah jemput gue juga. Pokoknya tunggu di sana okey?"

"Hah?" Minho masih tidak menangkap omongan HwaYoung.

"Besok jam 10 pagi. Di taman deket sini. Gausah jemput gue. Ketemuan disana."

"Tumben. Ngapain?"

"Pokoknya ada aja, bye Minho." HwaYoung langsung masuk ke rumahnya.

Minho terkekeh dan menggelengkan kepalanya sebelum memacu motornya.

😽😽😽😽😽

Last Dance [Lee Know] ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang