"Kenapa? Apa ada yang lo suka?" Tanya Jungwoo.
HwaYoung melihat Minho dengan ekor matanya. Lelaki itu tidak merespon apa apa. Ada rasa kesal di hati HwaYoung.
"Errh, iya kali. Gatau ah, gue mau balik ke kelas dulu ya guys. Duluan." HwaYoung berdiri dan kembali ke kelas.
Minho yang menyadari HwaYoung akan beranjak akhirnya menoleh dan melihat punggung gadis itu menjauh.
"Gue nyusul HwaYoung ya guys, duluan." Yena juga beranjak menyusul HwaYoung.
Hyunjin dan Jungwoo mengangguk, setelah itu, mereka berdua menatap Minho.
Merasa diperhatikan, Minho menoleh. "Apa?" Minho menatap Hyunjin dan Jungwoo dengan tatapan seakan akan tidak ada yang terjadi.
"Ck, peka dikit dong lo ah." Hyunjin akhirnya tidak tahan dengan sahabatnya ini.
"Hmm, saran gue sih kalo lo gamau kehilangan dia, ya lo harus bertindak. Kita gatau kan siapa yang dia suka." Ucap Jungwoo.
Setelah itu, Minho menatap Hyunjin.
"Gue percaya lo ga sebego itu dan lo pasti ngerti maksud kita Ho." Kata Hyunjin serius dan mengangguk.
Minho manatap tempat duduk yang HwaYoung tempati tadi.
"Napa sih hmm? Sini cerita." Yena mengelus rambut HwaYoung saat HwaYoung menyandarkan kepalanya di meja.
HwaYoung menatap Yena sambil menpoutkan bibirnya.
"Taman yuk, mumpung jamkos." Ajak Yena. HwaYoung menurut.
"Tau ga sih Yen, pas Woojin nembak gue tadi gue bingung. Terus gue mejamin mata gue, berharap tau apa yang musti gue lakuin, dan lo tau? Gue liat Minho pas gue mejamin mata. Kayaknya, apa iya gue suka sama Minho?" HwaYoung bercerita kepada Yena saat mereka sudah duduk di salah satu bangku taman sekolah.
Yena hanya tersenyum mendengar cerita sahabatnya ini.
"Cie HwaYoung udah jatuh cinta." Ledek Yena
"Ih Yenaaa gue beneraaaaan." HwaYoung merengek.
"Hahaha iya iya bercanda ko. Lagian keliatan tau."
"Maksudnya?" HwaYoung menatap Yena bingung.
"Ya, dari cara lo ngomongin Minho, keselnya lo sama Minho. Secara ga langsung, lo mulai tertarik sama Minho. Mungkin ga jarang lo mikirin dia juga kan?"
HwaYoung hanya mengangguk karena tebakan Yena benar semua.
"Tapi sikap dia ke gue bikin gue bingung Yen. Sekarang dia baik nih sama gue, nanti jadi diem, dingin, gitu. Kan gue juga jadi bingung Yen." Ucap HwaYoung sedih.
"Mungkin dia emang anaknya gitu Young, dia gabisa mengekspresikan rasa sukanya. Jadi gitu, coba deh lo sabar dikiiit lagi, lama lama juga luluh ko. Jungwoo juga gitu dulu pas ngadepin gue." Yena tersenyum tulus.
"Gitu ya? Makasih Yenaaaaaa" HwaYoung memeluk Yena.
"Iya sama sama. Semangat ya Young." Yena menepuk nepuk punggung HwaYoung.
HwaYoung berdiri menunggu bus di halte dekat sekolah. Hanya tersisa dirinya dan beberapa orang dewasa yang menunggu bus arah rumah HwaYoung datang.
HwaYoung sedang melihat kendaraan yang berlalu lalang di jalan, sebuah motor yang sangat familiar berhenti di depannya. Minho membuka helm.
"Yuk balik, gue anterin." Kata Minho sambil tersenyum.
HwaYoung mencoba tersenyum. "Gausah Ho gapapa gue mau naik bus aja."
Senyuman Minho luntur. "Gue gaakan minta dua kali loh."
"Iya gue tau." HwaYoung mengangguk.
"Yaudah." Minho memakai helmnya kembali dan melaju pergi.
"Sorry Ho, jangan bikin gue bingung lagi." Kata HwaYoung pelan sambil menatap motor Minho yang menjauh.
Beberapa lama kemudian, bus yang ingin HwaYoung naiki datang. HwaYoung segera naik dan duduk di bangku bus paling belakang.
Rasanya baru tiga detik bus berjalan, bus mengerem mendadak. Terdengar keluhan para penumpang dan HwaYoung yang kaget.
"Lagi lagi jangan telat nak, untuk kali ini saja." Kata supir bus.
"Terimakasih Pak." Jawab suara yang sepertinya penyebab bus ini berhenti mendadak.
HwaYoung membelalakkan matanya saat melihat Minho berjalan ke arahnya dan tersenyum. Banyak peluh di keningnya dan ia masih mengatur napasnya.
"Huah, cape juga ternyata lari dari sekolah." Minho menghempaskan tubuhnya di bangku samping HwaYoung.
HwaYoung masih menatap Minho tidak percaya. "L..lo ngapain sih Ho? Habis lari?"
Minho tersenyum dan mengangguk. "Gue habis lari dari sekolah."
HwaYoung menyernyit. "Ngapain? Bukannya tadi lo bawa motor?"
"Iya gue bawa, tapi gue taro sekolah lagi tadi."
HwaYoung masih menatap tidak mengerti.
"Biar bisa satu bus sama lo." Lanjut Minho.
Blush, kata kata Minho berhasil membuat HwaYoung blushing. HwaYoung mengalihkan pandangannya ke jendela bus. Supaya Minho tidak bisa melihat semburat kemerahan di pipi HwaYoung.
Minho diam sejenak untuk menetralkan napasnya yang masih terengah.
"Young.." Ucap Minho dengan suara yang lembut.
"Hmm?" HwaYoung bergeming tanpa mengubah pandangannya yang masih melihat keluar.
"Sorry ya bikin lo bingung dengan sikap gue. Omongan yang lo denger di UKS dulu, itu bener ko. Gue bener bener nanya, kalo gue suka sama lo gimana?"
😽😽😽😽😽
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Dance [Lee Know] ✓
Fanfiction"Ya lo pake otak lah." Minho "Ya mana gue tau kalo ada tangga disitu." HwaYoung Yang satu dingin, yang satu aneh, apa mereka bisa berdamai? Atau akan selalu mengibarkan bendera perang? Ayo kita baca aja supaya tau cerita mereka 😉
![Last Dance [Lee Know] ✓](https://img.wattpad.com/cover/207483987-64-k336747.jpg)