HwaYoung sedang mengobrol dengan Woojin sambil menunggu makanan mereka diantar oleh pelayan.
"Inget ga sih waktu pensi kostum per kelas tahun lalu, sumpah itu seru banget Jin." Kata HwaYoung yang mengingat pensi saat ia masih kelas sepuluh.
"Oh iya iya seru banget itu, kelas kita waktu itu tema nya Harry Potter kan?" Woojin antusias.
"Iya Jin, eh iya kakak kelas kita tuh, ka Ong, lucu banget ga sih?"
"Oh iya hahaha, anak kelas dia pake masker warna warni, dia pake maskernya dicampur semua warnanya jadi abu abu." Woojin mulai tertawa.
"Iya hahahaha aduh Jin sakit perut gue." HwaYoung juga ikut tertawa.
"Silahkan, ini pesanannya." Seorang pramusaji mengantarkan pesanan HwaYoung dan Woojin.
"Terimakasih." HwaYoung dan Woojin tersenyum ramah.
"Udah Yooung ketawanya, makan dulu nih." Woojin mengingatkan HwaYoung yang masih cekikikan.
HwaYoung menyeka matanya yang sedikit berair karena tertawa.
"Haduuh, iya Jin oke oke haha."
HwaYoung dan Woojin lanjut memakan makanannya.
Woojin melihat seseorang yang seperti sedang memperhatikan ke arah Woojin dan HwaYoung, tak lama kemudian, orang itu langsung pergi begitu saja.
HwaYoung melihat Woojin yang seperti sedang melihat orang di luar restoran.
"Kenapa Jin?" HwaYoung melihat Woojin aneh.
Woojin menggeleng. "Gue kayak ngeliat anak sekolah kita tadi."
"Oh ya? Siapa?" HwaYoung ikut melihat keluar restoran.
"Minho sama Hyunjin." Jawab Woojin.
HwaYoung langsung menatap Woojin dan menggeleng.
"Ga mungkin." Kata HwaYoung sambil terkekeh.
"Kenapa ga mungkin?" Tanya Woojin. Woojin merasa tertarik dengan percakapan ini.
HwaYoung menghabiskan kunyahannya. "Ya, manusia dingin dan cuek kayak Minho mana mungkin jalan di mall? Ya, itu menurut gue sih." HwaYoung mengangkat bahunya.
Woojin mengangkat bahunya. "Ya, mungkin gue emang salah liat."
HwaYoung mengangguk dan melanjutkan makannya.
Hyunjin meminum Ice Latte nya sambil melihat Minho tajam.
Minho balas menatap Hyunjin dengan muka datarnya.
"Apa?" Tanya Minho, dari tadi Hyunjin hanya diam dan memperhatikan Minho. Minho mulai merasa tak nyaman.
"Lo sebenernya tau kan kalo HwaYoung sama Woojin ke Mall hari ini?" Tanya Hyunjin.
Minho yang sepertinya sudah tertangkap basah rasanya percuma saja kalau berbohong pada Hyunjin.
Minho akhirnya mengangguk pelan.
"Nah kan, kenapa lo ga ngomong aja sih dari pagi Hoooo, ckckck." Hyunjin menggelengka kepalanya.
"Buat apa? Nanti yang ada mulut lo bakal bacot di speaker sekolah." Kata Minho santai dan meminum Ice Chappuchinonya.
"Ya enggak lah, gue gini gini juga bisa keep rahasia sobat gue sendiri." Hyunjin membanggakan dirinya.
Minho hanya smirk.
"Lo, suka kan sama HwaYoung?" Tanya Hyunjin.
Minho kaget, tapi ia pura pura stay cool.
"Apaan dih cewek aneh gitu."
Hyunjin memutar bola matanya malas.
"Ya terus lo ngapain kesini dengan alasan mau beli sepatu paldahal untuk liat HwaYoung sama Woojin hah?" Hyunjin mulai Jengah
"Ya, gue penasaran aja. Kok Woojin mau jalan sama cewek aneh kayak dia." Jawab Miho.
"HwaYoung Ho, bukan 'dia'. Cewek aneh lo itu punya nama." Goda Hyunjin
"Iya HwaYoung." Jawab Minho akhirnya.
Hyunjin hanya tersenyum jahil pada Minho. Kentara sekali sahabatnya ini sedang jatuh cinta. Mana ada sejarahnya Minho ingin tahu kehidupan orang?
"Ngapain lo senyam senyum gitu?" Kata Minho galak.
"Apaan sih marah marah mulu, Kalah lo sama Woojin. Hahaha" Hyunjin semakin menggoda Minho.
Minho hanya mendelik galak sedangkan Hyunjin semakin tertawa.
HwaYoung diantar Woojin pulang ke rumah. Sebenarnya, woojin tidak membawa kendaraan, jadi Woojin mengantar HwaYoung naik bus.
"Thanks ya Woojin, lagian lo gausah repot nganter gue." Kata HwaYoung saat sudah sampai di depan rumahnya.
"Gapapa Young, lagian udah malem. Gabaik kalo lo pulang sendiri." Woojin juga tersenyum manis layaknya gentleman.
HwaYoung mengangguk. "Iya deh, sekali lagi thanks ya. Lo pulangnya hati hati Jin."
"Iya Young, kalo gitu gue balik dulu." Pamit Woojin.
HwaYoung mengangguk.
HwaYoung teringat perkataan Woojin saat sedang membaringkan tubuhnya di kasur.
"Masa iya sih Minho sama Hyunjin? udah ah bodoamat." Kata HwaYoung dan lanjut bermain ponselnya.
😽😽😽😽😽
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Dance [Lee Know] ✓
Hayran Kurgu"Ya lo pake otak lah." Minho "Ya mana gue tau kalo ada tangga disitu." HwaYoung Yang satu dingin, yang satu aneh, apa mereka bisa berdamai? Atau akan selalu mengibarkan bendera perang? Ayo kita baca aja supaya tau cerita mereka 😉
![Last Dance [Lee Know] ✓](https://img.wattpad.com/cover/207483987-64-k336747.jpg)