"Nangis Ho, gapapa, ada gue. Jangan ditahan." HwaYoung menepuk nepuk punggung Minho untuk menenangkannya.
Untuk beberapa saat Minho merasakan bebannya perlahan terangkat, ia merasa Tuhan memang menghadirkan HwaYoung kedalam hidupnya.
Minho melepas pelukannya dan membelakangi HwaYoung. ia tidak mau HwaYoung melihat wajahnya yang berantakan.
HwaYoung tersenyum.
"Gausah disembunyiin juga kali mukanya, gue udah bisa bayangin muka lo gimana Ho." Ledek HwaYoung.
"Biarin aja, gue tetep ganteng ko." Jawab Minho.
"Hahaha terserah lo deh. Sekarang gimana? udah, lumayan lega?"
Minho mengangguk "Udah Young. Thanks ya, dan sorry kalo lo ilfeel sama gue."
"Hahaha apaansih, santai aja kali."
"WOI, TEGA YA LO PADA. LAMA BANGET!" Hyunjin marah marah saat melihat HwaYoung dan Minho yang mendekatinya.
"Lo ngapain disini Hyun?" Tanya Minho pura pura tidak peduli.
"Sabar Hyunjin ganteng harus sabar. Hyunjin bisa melewati ini." Hyunjin mengelus dadanya sendiri.
"Tuh cewek lo nangis nangis. 'Hyunjin tolong gue. Minho pergi, gue ditinggalin, gue takut Minho kenapa napa Hyun, tolong kesini kita cari Minho' gitu Ho." Hyunjin menirukan HwaYoung yang menangis. lebih tepatnya melebih lebihkan.
HwaYoung yang merasa ucapan Hyunjin tidak benar langsung mendekat dan memukuli Hyunjin. "HEH GUE GA GITU KOK BILANGNYA. ITU LEBAY HO JANGAN PERCAYA."
"Heleh bener itu Ho. Aw iya duh ampun."
Minho haya tertawa melihat tingkah laku keduanya.
"Ah udah ah, cape gue ayo pulaaaaang."
"Ayo ah balik sebelum badan gue remuk."
"Yuk, Hmmm, Hyun, tolong anterin HwaYoung balik ya. Gue mau pulang dulu, ngambil baju, baru ke rumah Bunda." Jelas Minho.
Hyunjin dan HwaYoung menatap Minho.
"Lo mau kabur dari rumah?" Tanya HwaYoung.
Minho menggeleng. "Kalo ada Papa ya gue jelasin. Kalo ngga ya gue tetep ke rumah Bunda."
"Jangan berantem lo sama Papa Ho." Ucap Hyunjin
"Bodoamat deh."
"Minhooo." Nada HwaYoung seperti ingin memarahi Minho.
"Iya ngga ko, bercanda." Minho terkekeh.
"Yaudah Hyun titip Hwayoung ya, awas lo kalo macem macem."
"Astaga, kapan sih gue macem macem sama babon betina."
HwaYoung sudah bersiap ingin memukul Hyunjin lagi tapi Hyunjin buru buru minta maaf.
"Lo hati hati ya Ho, jangan ngebut bawa motornya. Kalo udah sampe rumah Bunda Chat gue." Kata HwaYoung mengingatkan.
"Iya Young siap, makasih ya Young untuk hari ini."
"Iya Ho sama sama."
"OH IYA! HAPPY BIRTHDAY SOBATKUUUU." Hyunjin menghambur dan memeluk Minho.
"Anjir kaget gue." Oceh HwaYoung.
"Iya iya, thanks ya Hyun." Minho
"Dadah Minhooooo bawa motornya jangan ngebut ngebut." HwaYoung melambakan tangannya.
"Iyaa." Minho membalas lambaian tangan HwaYoung.
Setelah HwaYoung dan Hyunjin tidak terlihat lagi, Minho menuju motornya dan bergegas ke rumah.
Minho membuka gerbang. Aman. Papanya belum pulang.
Minho langsung bergegas ke kamarnya. Menyiapkan tasnya yang cukup besar, memasukkan keperluan sekolahnya serta baju bajunya.
Setelah selesai Minho segera bergegas turun dan, damn, Papanya baru saja pulang.
"Mau kemana kamu Minho?" Tanya Papanya curiga melihat Minho membawa tas besarnya.
"Mau ke rumah Bunda." Jawab Minho singkat dan langsung berlalu.
"Apa kamu bilang?" Papa Minho menahan tangan Minho.
"Minho mau ke rumah Bunda Pa, Bunda ada disini, udah bukan di Kanada. Udah ya Pa, Minho pamit." Minho langsung berlalu tidak mempedulikan sang Papa yang masih shock.
Minho akhirnya sampai di depan rumah Bunda. Tangannya sedikit gemetar untuk menekan bel. Saat pintu dibuka, Minho tersenyum haru.
"Hallo Bunda, Minho boleh nginep disini?"
Bunda membelalakkan matanya saat melihat anak satu satunya yang sangat ia cintai dan langsung memeluk Minho erat. "Minho anak Bunda. Maafin Bunda ya. Bunda Minta maaf karena ninggalin kamu."
"Minho juga Minta maaf ya Bunda. Tadi siang itu Minho sebenernya pengen banget meluk Bunda."
"Iya sayang gapapa. Ayo masuk ke dalam yuk." Bunda mengusak rambut Minho lembut.
HwaYoung memakan roti yang tadi pagi ia dan Jeongin beli. Enak.
"Kak, kenapa bengong mulu sih?" Tanya Jeongin saat sedang menyeduh cokelat panas.
"Ngga ko gapapa hehe."
"Jangan kebanyakan bengong kak, nanti kalau kesambet repot."
"Ish ini anak ngomongnya asal!"
"Hehe ampun kaaaaak." Jeongin langsung kabur.
HwaYoung bersiap untuk tidur. Ia mengingat lagi kejadian hari ini. Banyak sekali yang terjadi.
tring, bunyi notifikasi pesan masuk.
HwaYoung memekik senang.
'Young, gue udah di rumah Bunda dari tadi hehe, sorry baru ngabarin. I'm fine kok. Tidur ya, udah malem. Besok gue jemput. Love You Young.'
"Aaaaaaa Minhoooo, kan jantung gue maraton lagiiiii." Rengek HwaYoung
😽😽😽😽😽
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Dance [Lee Know] ✓
Fanfiction"Ya lo pake otak lah." Minho "Ya mana gue tau kalo ada tangga disitu." HwaYoung Yang satu dingin, yang satu aneh, apa mereka bisa berdamai? Atau akan selalu mengibarkan bendera perang? Ayo kita baca aja supaya tau cerita mereka 😉
![Last Dance [Lee Know] ✓](https://img.wattpad.com/cover/207483987-64-k336747.jpg)