"Ho, pipi lo." Kata HwaYoung khawatir.
Minho membuang muka. "Gapapa."
"Duh kenceng juga itu bogem." Kata Jungwoo.
"Ayo ke UKS. Young, lo bisa ngobatin kan? bantuin kuy." Hyunjin langsung menyeret Minho.
HwaYoung mengangguk.
"Gih, ntar gue nyusul." Kata Yena sambil tersenyum.
HwaYoung mengikuti Hyunjin yang sudah beberapa langkah di depan.
"Nah, gue tinggal dulu ya kalian. Young tolong obatin ya." Kata Hyunjin
Minho hanya menatap Hyunjin dengan tatapan membunuh.
Ditatap begitu, Hyunjin langsung kabur keluar UKS.
"Kenapa? Gamau diobatin sama gue?" Tanya HwaYoung yang melihat ekspresi Minho.
"Kalo gamau ngobatin gue ya gapapa." Kata Minho dan sudah bersiap berdiri.
"Ck, nurut ga lo! Gausah kayak anak kecil." HwaYoung menahan Minho dan mengoceh.
"Cih." Minho tidak jadi beranjak dan kembali duduk.
"Nih, taro di pipi lo yang lebam itu." HwaYoung memberi seplastik es batu dari lemari pendingin di UKS.
Minho menerimanya dan mengikuti instruksi HwaYoung sementara HwaYoung berjalan ke kotak obat dan mencari salep untuk lebam.
Minho diam diam memperhatikan HwaYoung.
"Lo.. gapapa sama pacar lo kalo ngobatin gue?" Tanya Minho pelan, tapi cukup terdengar karena di ruangan UKS hanya ada dirinya dan HwaYoung.
HwaYoung menyernyit aneh dan berbalik badan.
"Pacar gue? Woojin?" Tanya HwaYoung menebak.
Hati Minho mencelos, ia hanya mengangguk.
HwaYoung tertawa.
"Cewek aneh." Desis Minho.
"Hahaha bener ternyata. Lo kemarin pasti liat gue sama Woojin di restoran, makannya ngira gitu kan?" HwaYoung menggelengakan kepalanya.
Minho terdiam dan membelakkan matanya.
"Kok lo tau?" Tanya Minho.
HwaYoung mendekat dan duduk di dekat Minho.
"Jadi kemarin tuh Woojin bilang dia kayak ngeliat lo sama Hyunjin. Gue kira Woojin salah liat gara gara pas gue nengok, lo berdua udah gaada. Eh ternyata bener." Jelas HwaYoung.
Minho hanya tersenyum kecil.
"Gue ga pacaran sama Woojin. Kita cuma kebetulan pengen nonton film yang sama aja sih, jadi kita nonton bareng kemarin." HwaYoung menjawab perkataan awal Minho.
Hati Minho merasa lega. Minho melihat HwaYoung. Ia memikirkan lagi perasaannya terhadap HwaYoung.
"Heh, napa lo bengong gitu?" HwaYoung menyadarkan lamunan Minho.
"Kalo gue suka sama lo gimana?" Desis Minho sambil tetap melihat HwaYoung.
"Apa?!" HwaYoung sebenarnya mendengar, tapi ia hanya ngin memastikan lebih jelas.
"Hah? i..ini udah belum es batu nya?" Tanya Minho supaya HwaYoung tidak curiga.
"Hmm, sebentar lagi deh, tenang aja, ga buat pipi lo beku kok hahaha." Ledek HwaYoung. Paldahal ia sedang menyembunyikan kegugupannya. Ia yakin dengan apa yang ia dengar tadi. Tapi tidak mau juga terlalu percaya diri.
"Woi ngapain lo?" Yena datang bersama Jungwoo, menegur Hyunjin yang berdiri di depan pintu UKS yang sedang tertutup.
"Sssssst, sini sini." Hyunjin menyuruh Yena dan Jungwoo tidak bersuara dan mendekat.
Mereka duduk di bangku luar yang tidak jauh dari UKS.
"Gua lagi biarin mereka berdua." Kata Hyunjin.
"Lah ngapain anjir?" Kata Jungwoo kaget.
"Ah lo tuh gatau sih ya. Tapi jangan bilang bilang nih kalian berdua." Hyunjin memberi syarat dan mulai bicara sambil berbisik.
Yena dan Jungwoo mengangguk.
"Nih Yen, sebagai sahabatnya HwaYoung, lo merasa ga sih kalo HwaYoung suka sama Minho?" Bisik Hyunjin.
"Hmm, yang jelasnya sih gue gatau Hyun, soalnya HwaYoung gapernah bilang kalo dia suka sama Minho." Yena tampak berpikir.
"Eh, oh iya hampir aja lupa." Yena menjentikkan jarinya. Membuat Hyunjin dan Jungwoo penasaran.
"Kemarin lo ke Mall ga sih sama Minho? Soalnya tadi pagi HwaYoung cerita kalo Woojin kayak ngeliat lo sama Minho. Terus pas HwaYoung lihat, kalian udah gaada. HwaYoung itu sampe nanyain kayak mungkin ga sih lo sama Minho ke Mall? Dan gue juga yakin ga yakin sih." Jelas Yena.
"Owalah, keliatan ternyata. Yup, gue sama Minho kemarin ke Mall." Hyunjin tersenyum bangga.
"Minho? Sama lo? Tumben. jangan jangan..." Jungwoo yang dari tadi hanya mendengarkan cerita akhirnya bersuara juga.
"Jangan jangan Minho tau kalo HwaYoung jalan sama Woojin makannya dia ngajak lo ke Mall." Yena berlagak seperti detektif.
"Hmm, ya mungkin bisa dibilang begitu lah." Kata Hyunjin sambil mendekapkan tangan ke dadanya.
"Serius?" Tanya Yena dan Jungwoo bersamaan.
Hyunjin hanya mengangguk dengan bangga.
😽😽😽😽😽
KAMU SEDANG MEMBACA
Last Dance [Lee Know] ✓
Fiksi Penggemar"Ya lo pake otak lah." Minho "Ya mana gue tau kalo ada tangga disitu." HwaYoung Yang satu dingin, yang satu aneh, apa mereka bisa berdamai? Atau akan selalu mengibarkan bendera perang? Ayo kita baca aja supaya tau cerita mereka 😉
![Last Dance [Lee Know] ✓](https://img.wattpad.com/cover/207483987-64-k336747.jpg)