"Aku masih tidak percaya ternyata kau bisa mengedit video dengan sangat baik." kata Hoseok hyung yang sedang melakukan peregangan.
Oh ya, jika kalian bertanya, aku sedang berada di ruangan dance. Ah, aku bahkan masih tidak habis pikir mengapa di rumah ini ada studio musik milik Yoongi hyung dan ruangan dance milik Hoseok hyung. Aku berani bertaruh jika dapur itu diklaim oleh Jin hyung. Sedangkan ruangan kerja itu milik Namjoon hyung dan Studio foto milik Tae hyung. Aku masih tidak mengerti jalan pikiran para hyungku ini.
Ah, jika kalian memikirkan mengapa Jimin hyung tidak memiliki ruangan pribadi. Itu karena Jimin hyung bisa ikut latihan dance di ruangan milik Hoseok hyung. Jadi dia tidak perlu membuang-buang uang untuk ruangan yang sebenarnya sudah ada.
Seperti saat ini Jimin hyung juga berada di ruangan dance untuk ikut berlatih. Aku di sini karena ingin melihat mereka menari.
"Ayo, Jungkook-ah. Kau jangan hanya melihat saja." kata Hoseok hyung memintaku untuk bergabung dengan mereka.
"Aku tidak bisa menari, hyung." jawabku menolak ajakannya.
"Cobalah terlebih dahulu!"
Akhirnya aku menyerah dan mengikuti mereka. Aku baru tahu ternyata dua hyungku ini cukup pemaksa. Dan bodohnya aku tidak bisa menolak paksaan mereka.
"Ikuti gerakanku, ya."
Aku mengangguk dan mengikuti gerakan mereka berdua. Jujur saja aku tidak pernah menari. Hmm sebenarnya pernah saat aku masih kecil. Tapi itu sudah lama sekali.
Kami tak menghabiskan waktu lama hingga Hoseok hyung kembali berkata, "Sudah hafal gerakannya, kan? Ayo coba bersama!"
Aku hanya menurut. Toh setelah ini selesai aku akan pergi dan melihat pekerjaan Yoongi hyung. Aku dan Tae hyung sudah sepakat untuk melihatnya.
"Baiklah, mulai."
Kami mulai bergerak sesuai dengan iringan musik. Aku bahkan sudah tidak berpikir ketika menggerakkan tubuhku mengikuti gerakan kedua hyungku. Rasanya menyenangkan juga menari bersama mereka.
"Wah, padahal kau mengatakan jika tidak bisa menari." kata Jimin hyung tepat setelah musik berhenti. "Kau harus berhenti membohongi hyungmu, Kookie. Tarian mu bagus." lanjutnya.
"Itu karena kalian mengajariku dengan sungguh-sungguh." ujarku sembari menyunggingkan senyum ku.
"Ayo coba lagu yang selanjutnya." aku tidak bisa menolak lagi.
Tapi melihat mereka dari dekat sedang melakukan hal yang mereka sukai membuatku ikut merasa senang. Mereka sebahagia ini ya saat menari? Aku ingin tahu apa yang sebenarnya aku sukai.
BRUKK!
"Argh..."
"Ya! Jungkook-ah..."
Keduanya langsung menghentikan gerakan dan menghampiriku yang sudah jatuh terduduk di lantai. Ah, sakit sekali.
"Maaf, aku tidak sengaja menyenggol mu." kata Hoseok hyung dengan menyesal. "Apa yang sakit?"
"Kakiku..."
Dengan hati-hati Hoseok hyung melepaskan sepatu dan kaos kaki yang kupakai kemudian memeriksa kakiku.
"Argh! Hyung, sakit." aku tidak bisa menahan eranganku saat Hoseok hyung menggerakkan pergelangan kakiku.
"Kakimu cedera. Tahan sebentar ya."
"Argh..."
Aku mencengkeram bahu Jimin hyung yang ada di sampingku saat Hoseok hyung memijat pelan kakiku yang katanya cedera. Sungguh aku tidak berbohong. Ini sakit sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Save Me [END]
Fanfiction[방탄소년단 x 전정국] Jeon Jungkook harus mampu hidup sendiri sejak kecil. Dia harus bertahan dalam lingkungan baru sendirian. Begitu lama dia menderita hingga akhirnya dia menemukan para malaikat penolongnya. Namun apakah itu saja mampu untuk membuatnya me...
![Save Me [END]](https://img.wattpad.com/cover/207701016-64-k442473.jpg)